Terang Natal
Di mata saya, pohon Natal itu terlihat seperti sedang dilalap kobaran api! Bukan oleh rangkaian lampu buatan, melainkan nyala api sungguhan. Keluarga kami diundang seorang teman untuk menghadiri tradisi altdeutsche, atau ”cara Jerman kuno”. Perayaan tersebut menyajikan aneka hidangan pencuci mulut tradisional yang lezat dan pohon yang dipasangi lilin sungguhan. (Demi keamanan, pohon yang baru ditebang tersebut hanya dinyalakan satu malam.)
Menjadi Apa Adanya
Pada tahun 2011, setelah menikah satu dekade tanpa dianugerahi keturunan, saya dan istri memilih untuk memulai hidup baru di negara lain. Meski senang bisa pindah, saya harus melepaskan karier sebagai penyiar. Saya merasa gamang dan meminta nasihat dari teman saya, Liam.
Saling Menguatkan
Setelah selama seminggu kembali mengalami sakit, saya terhenyak lemas di sofa. Saya tidak ingin memikirkan apa pun. Tidak ingin bicara dengan siapa pun. Saya bahkan tidak dapat berdoa. Perasaan putus asa dan ragu menggayuti saat saya menyalakan televisi dan sebuah iklan muncul. Di sana tampak seorang gadis kecil berkata kepada adik laki-lakinya, “Kamu seorang juara,” katanya. Ia terus mengulangi ucapan yang menguatkan itu sampai adiknya tersenyum, dan saya pun ikut tersenyum.
Tanda Peringatan
Pernahkah Anda bertemu dengan ular derik? Kalau pernah, mungkin Anda memperhatikan bahwa semakin Anda mendekatinya, bunyi ular derik akan semakin keras. Riset di majalah ilmiah Current Biology menyatakan bahwa ular derik memang meningkatkan bunyi deriknya ketika merasa ada ancaman mendekat. “Mode frekuensi tinggi” itu dapat membuat kita mengira bahwa ular tersebut berada lebih dekat daripada yang sebenarnya. Seorang peneliti menulis, “Kesalahan tafsir seseorang yang mendengar bunyi itu terhadap jarak . . . akan membuatnya menjaga jarak aman.”
Makanan Baru Masak
Ayam panggang, buncis, spageti, roti. Pada suatu hari yang dingin di bulan Oktober, setidaknya lima puluh empat tunawisma menerima makanan baru masak yang disiapkan oleh seorang wanita yang merayakan ulang tahunnya yang kelima puluh empat. Tidak seperti kebiasaannya merayakan ulang tahun dengan makan-makan di restoran, sang wanita dan teman-temannya memutuskan untuk memasak dan membagikan makanan bagi para tunawisma di jalanan kota Chicago. Di media sosial, ia juga mendorong orang lain untuk melakukan perbuatan baik apa saja sebagai hadiah ulang tahun.
Jalan Sertaku
Beberapa tahun lalu, sebuah lagu populer bertengger di tangga lagu teratas. Bagian refrein lagu tersebut dinyanyikan oleh paduan suara rohani, dengan lirik “Yesus jalan sertaku”. Lirik tersebut memiliki latar belakang kisah yang sangat luar biasa.
Sungguh Indah
Saya masih kecil saat mengintip melalui jendela ruang bayi di rumah sakit dan untuk pertama kalinya melihat bayi yang baru lahir. Ketika itu saya terkejut melihat seorang bayi mungil keriput dengan kepala kerucut tanpa rambut. Ibu bayi itu berdiri di dekat kami, dan berulang kali mengatakan kepada semua orang, “Cantik, ya?” Saya teringat pada peristiwa itu saat menyaksikan video seorang ayah muda yang dengan lembut menyanyikan lagu “You Are So Beautiful” (Kau Sangat Indah) kepada bayi perempuannya. Bagi ayahnya yang terpesona, gadis kecil itu adalah hal terindah yang pernah diciptakan Allah.
Pertobatan yang Luar Biasa
“BROKE” (Rusak) adalah nama julukan Grady, dan lima huruf itu terpampang dengan blak-blakan pada pelat mobilnya. Meski tidak dimaksudkan untuk memiliki makna rohani, julukan tersebut cocok dengan sosok pria paruh baya yang suka berjudi, berzina, dan menipu orang itu. Grady kehilangan harapan, hidupnya rusak, dan jauh dari Allah. Namun, semua itu berubah pada suatu malam ketika ia diinsafkan oleh Roh Allah dalam sebuah kamar hotel. Grady memberi tahu istrinya, “Kurasa aku diselamatkan!” Malam itu ia mengakui semua dosa-dosa yang dikiranya akan dibawa mati. Ia pun datang kepada Yesus untuk memohon pengampunan-Nya. Selama tiga puluh tahun berikutnya, pria yang pernah mengira dirinya tidak akan hidup sampai usia empat puluh tahun itu hidup dan melayani Allah sebagai orang percaya yang telah diubahkan dalam Yesus. Pelat mobilnya juga berubah—dari “BROKE” menjadi “REPENT” (Bertobat).
Pengharapan Kekal
Solomon yang berusia empat tahun didiagnosis menderita distrofi otot Duchenne, suatu penyakit kemerosotan otot yang progresif. Setahun kemudian, dokter menyarankan agar Solomon menggunakan kursi roda. Namun, Solomon menolak. Keluarga dan teman-teman berdoa untuknya dan mengumpulkan dana untuk menyediakan layanan anjing terlatih yang akan menolong Solomon untuk tidak perlu menggunakan kursi roda selama mungkin. Tails for Life, organisasi yang melatih anjing saya, Callie, menyiapkan anjing bernama Waffles untuk melayani Solomon.