Category  |  Santapan Rohani

Alasan untuk Bersukacita

Ketika Glenda memasuki aula gereja, sukacitanya langsung memenuhi seluruh ruangan. Ia baru saja pulih dari operasi yang besar. Saat ia menyapa saya dengan akrab sepulang kebaktian, saya bersyukur kepada Allah atas tahun-tahun yang kami habiskan bersama—saat ia menangis bersama saya, menegur saya dengan lemah lembut, dan menguatkan saya. Ia bahkan meminta maaf saat merasa telah menyinggung perasaan saya. Apa pun situasinya, ia selalu mengundang saya untuk menceritakan masalah dan beban hidup saya dengan jujur, dan mengingatkan bahwa kami memiliki banyak alasan untuk memuji Allah.

Melampaui Kata-Kata

Thomas Aquinas (1225–1274) adalah salah seorang pembela iman paling dikagumi dalam gereja. Namun, tiga bulan sebelum kematiannya, sesuatu telah menghentikannya untuk merampungkan Summa Theologica, warisan akbar yang menjadi puncak karyanya. Ketika merenungkan tubuh Juruselamat yang hancur dan darah-Nya yang tercurah, Aquinas mengaku bahwa ia mendapat penglihatan yang membuatnya kehilangan kata-kata. Katanya, “Aku tak sanggup menulis lagi. Aku telah melihat hal-hal yang membuat tulisanku tak berarti.”

Allah Berfirman

Pada tahun 1876, penemu Alexander Graham Bell berbicara pertama kalinya lewat telepon. Ia menelepon asistennya, Thomas Watson, dan berkata, “Watson, kemarilah. Aku ingin bertemu denganmu.” Suaranya gemerisik dan tidak jelas, tetapi dapat dimengerti. Watson menangkap ucapan Bell. Kalimat pertama yang Bell ucapkan lewat saluran telepon menandakan bahwa hari baru bagi komunikasi manusia telah tiba.

Kristus yang Berdiam

Pengkhotbah asal Inggris F. B. Meyer (1847–1929) menggunakan telur untuk mengilustrasikan apa yang ia sebut sebagai “filosofi mendalam tentang Kristus yang berdiam”. Ia mengatakan bahwa kuning telur yang telah dibuahi adalah “benih kehidupan” kecil yang terus bertumbuh setiap hari hingga anak ayam terbentuk di dalam cangkangnya. Demikian pula Yesus tinggal di dalam kita melalui Roh Kudus untuk terus mengubahkan kita. Meyer berkata, “Mulai sekarang Kristus akan terus tumbuh dan bertambah dan menyerap segala sesuatu ke dalam diri-Nya, dan terbentuk di dalam diri Anda.”

Tanda-Tanda Kehidupan

Ketika putri saya mendapat hadiah sepasang kepiting untuk dipelihara, ia mengisi akuarium dengan pasir sehingga makhluk itu dapat memanjat dan menggali. Ia menyediakan air, protein, dan sisa-sisa sayuran sebagai makanan favorit mereka. Karena kepiting-kepiting itu tampak bahagia, kami sangat terkejut ketika suatu hari mereka menghilang. Kami mencari hewan itu ke mana-mana. Akhirnya, kami tahu bahwa kemungkinan besar mereka berada di bawah timbunan pasir, dan akan terus di sana sekitar dua bulan untuk menanggalkan cangkangnya.

Bayi Laki-Laki

Selama lebih dari satu tahun, nama resmi anak itu ialah “Bayi Laki-Laki”. Ia ditemukan seorang petugas keamanan yang mendengar tangisannya. Waktu itu ia baru berumur beberapa jam dan hanya terbungkus kantong yang ditinggalkan di tempat parkir rumah sakit.

Apakah Engkau Tetap Mengasihiku?

Lyn-Lyn yang berusia sepuluh tahun akhirnya diadopsi. Namun, ia merasa takut. Di panti asuhan tempatnya dibesarkan, ia sering dihukum hanya karena kesalahan-kesalahan kecil. Lyn-Lyn bertanya kepada ibu angkatnya, yang adalah teman saya, “Apakah Ibu menyayangiku?” Ketika teman saya menjawab “Ya, tentu,” Lyn-Lyn masih bertanya, “Kalau aku berbuat salah, apakah Ibu tetap menyayangiku?”

Masa Hidup Manusia

Pada tahun 1990, para peneliti Prancis menghadapi sebuah masalah komputer: terdapat kesalahan data dalam memproses usia Jeanne Calment. Jeanne berumur 115 tahun, dan usia tersebut berada di luar parameter program perangkat lunak yang digunakan. Para pemrogram mengira tidak ada yang dapat hidup selama itu! Jeanne bahkan hidup hingga usia 122 tahun.

Bagian Anda, Bagian Allah

Ketika teman saya Janice diminta mengepalai departemen di tempat kerjanya, ia merasa tidak sanggup. Pasalnya, ia baru beberapa tahun bekerja di sana. Ketika mendoakan hal ini, ia merasa Allah mendorongnya untuk menerima penugasan tersebut. Namun, tetap saja, ia khawatir tidak dapat memenuhi tanggung jawab itu. “Bagaimana aku dapat memimpin sementara pengalamanku hanya sedikit?” ia bertanya kepada Allah. “Mengapa menempatkan aku di sini kalau nanti aku bakal gagal juga?”