Cerita yang Menegangkan
Saat menyelam untuk berburu lobster, tiba-tiba saja seekor paus bungkuk mencaplok Michael. Ia meronta-ronta dalam gelap, tetapi rahang paus itu terus menjepitnya. Pikir Michael, tamatlah riwayatku. Untungnya paus itu tidak menyukai rasa manusia, dan tiga puluh detik kemudian, Michael pun dimuntahkannya. Syukurlah, tak ada tulang yang patah; yang tertinggal hanyalah luka memar dan sebuah cerita yang menegangkan.
Mempercayai Nama-Nya
Sewaktu kecil, ada masanya saya takut pergi ke sekolah. Beberapa anak perempuan suka merisak saya dengan lelucon kejam. Jadi, pada jam istirahat, saya sering mendekam di perpustakaan dan membaca buku-buku cerita Kristen. Saya ingat pertama kalinya membaca nama “Yesus”. Entah bagaimana, saya tahu bahwa inilah nama Pribadi yang mengasihi saya. Pada bulan-bulan berikutnya, setiap kali saya masuk sekolah dengan perasaan takut bakal dirundung, saya berdoa, “Yesus, lindungi aku.” Saya pun merasa lebih kuat dan tenang, karena tahu bahwa Dia mengawasi saya. Seiring waktu, anak-anak perempuan itu bosan mengganggu saya dan berhenti melakukannya.
Belas Kasihan, Bukan Kepahitan
Ketika gedung-gedung World Trade Center runtuh pada tanggal 11 September 2001, Greg Rodriguez adalah salah seorang korban yang tewas. Dalam dukanya, orangtua Greg memikirkan sungguh-sungguh tanggapan mereka terhadap serangan mengerikan itu. Pada tahun 2002, Phyllis , ibunda Greg, bertemu dengan Aicha el-Wafe, ibu dari salah seorang pelaku yang dituduh membantu para teroris. Phyllis berkata, “Aku menghampirinya seraya membentangkan kedua tanganku. Kami berpelukan dan menangis. . . . Aicha dan saya langsung merasa dekat. . . . kami sama-sama menderita karena kedua putra kami.”
Era yang Luar Biasa
Meski hampir sepanjang hidupnya menyembah berhala, Kaisar Romawi Konstantinus Agung (272–337 M) melakukan reformasi yang menghentikan penganiayaan besar-besaran terhadap orang Kristen. Ia juga mengesahkan berlakunya kalender yang kita gunakan hingga saat ini, yang membagi seluruh sejarah antara BC (before Christ, atau Sebelum Masehi) dan AD (anno Domini, “dalam tahun Tuhan” atau Masehi).
Reuni Surgawi
Ketika menuliskan obituarium bagi ibu saya, saya merasa kata meninggal dunia terlalu tandas bagi pengharapan yang saya yakini tentang reuni surgawi yang telah dijanjikan untuk orang percaya. Saya pun menulis, “Ibu telah disambut dalam pelukan Yesus.” Meski demikian, saya masih bersedih saat melihat ibu saya tidak ada dalam foto-foto terbaru keluarga kami. Namun, baru-baru ini, saya menemukan seorang seniman yang melukis foto keluarga dengan memasukkan anggota keluarga yang telah tiada. Seniman itu menggunakan foto orang-orang terkasih yang telah mendahului kita, lalu melukiskannya ke dalam foto keluarga. Dengan sapuan kuasnya, seniman ini menggambarkan janji Allah tentang suatu reuni surgawi. Air mata syukur saya mengalir saat membayangkan ibu saya kembali tersenyum di sisi saya.
Membangun Rumah
Pada tahun 1889, dimulailah proyek pembangunan sebuah rumah pribadi yang paling ambisius di Amerika Serikat. Sebuah pabrik batu bata yang dibangun di lokasinya memproduksi sekitar 32.000 buah batu bata setiap hari hingga “rumah musim panas” milik George Vanderbilt II rampung enam tahun kemudian. Sampai sekarang, rumah di Asheville, Carolina Utara yang dinamai Biltmore Estate tersebut masih merupakan kediaman pribadi terbesar di Amerika, dengan 250 ruangan (termasuk 35 kamar tidur dan 43 kamar mandi) dan luas lantai sekitar 16.226 meter persegi.
Menemukan Perlindungan
Saya dan istri pernah menginap di sebuah hotel tua yang indah di tepi pantai. Penginapan ini memiliki jendela besar berpanel dan dinding batu yang tebal. Suatu sore, badai mengamuk, membuat laut bergolak dan menghantam jendela hotel bagai gedoran penuh amarah. Namun, kami merasa aman. Dinding hotel dan fondasinya sangat kuat! Selama badai berlangsung, kamar kami menjadi tempat perlindungan.
Lubang di Dinding
Suatu hari, saya menemukan ada yang memakan tanaman bunga saya. Sehari sebelumnya, bunga-bunga saya masih bermekaran dengan indahnya, tetapi sekarang hanya batangnya yang tersisa. Saya mengelilingi halaman dan menemukan lubang seukuran kelinci di pagar kayu rumah saya. Kelinci memang lucu, tetapi hewan-hewan yang mengganggu itu bisa memakan habis bunga-bunga di taman dalam hitungan menit.
Pelajaran dari Lego
Setiap tahun, kira-kira sepuluh keping Lego terjual kepada setiap orang di muka bumi ini. Itu artinya lebih dari tujuh puluh lima miliar bata plastik kecil secara total. Namun, itu semua tidak akan terjadi kalau bukan karena kegigihan pembuat mainan asal Denmark, Ole Kirk Christiansen.