Category  |  Santapan Rohani

Kasih dan Kebaikan Hati Allah

Di Grand Rapids, Michigan, sebuah taman kota terletak berdampingan dengan penjara di suatu jalan bernama Ball Street. Teman saya, Joann, senang berada di kedua tempat itu. Di taman, ia menikmati waktunya merenungkan kebaikan Allah dan betapa ia mengasihi-Nya karena karya Allah di dalam hidupnya. Sementara itu, di penjara, Joann senang melayani para narapidana wanita, dengan menceritakan kesaksian tentang bagaimana Allah telah menebus hidupnya setelah ia sempat terjerumus dalam jalan hidup yang jauh dari-Nya. Joann bercerita kepada saya tentang kerinduannya agar semua narapidana wanita di sana dapat mengenal dan mengalami kasih Allah secara pribadi.

Satu dalam Kristus

Pada Januari 1967, kota Winneconne tidak sengaja terhapus dari peta jalan yang diterbitkan oleh pemerintah negara bagian Wisconsin. Akibatnya, pendapatan penting dari sektor pariwisata pun hilang. Karena itu, kota tersebut memutuskan untuk memisahkan diri dari Wisconsin dan menjadi negara bagiannya sendiri pada tanggal 21 Juli. Sebagian orang menilai tindakan pemisahan diri itu sebagai upaya mempermalukan pemerintah, sementara yang lain melihatnya sebagai keisengan semata. Namun, pada akhirnya, pemerintah dan kota tersebut berdamai serta bersatu kembali pada 22 Juli 1967.

Kebaikan Allah

“Oh, tidak!” Itulah reaksi saya saat membuka sarang lebah dan mendapati koloni yang sebelumnya makmur kini mati mendadak. Sarang yang penuh madu itu telah saya rawat dengan cermat sepanjang musim dingin yang relatif ringan. Tadinya saya berharap mendapat panen lebih awal. Sayangnya, cuaca dingin yang tiba-tiba melanda di tengah suhu hangat membuat semuanya gagal.

Kekuatan yang Lahir dari Kesulitan

Jess sudah berusia lanjut saat pertama kalinya mendengar dongeng anak-anak tentang seorang bocah laki-laki dan seekor kupu-kupu. Ia segera memahami pelajaran dari kisah tersebut tentang kekuatan yang lahir dari kesulitan. Dalam cerita itu, si bocah laki-laki menerima kepompong kupu-kupu dan diberi tahu agar tidak membukanya. Namun, saat kepompong itu mulai bergerak dan bergetar di tangannya, ia tak bisa menahan diri. Anak itu mengambil gunting lalu merobek kepompong itu agar kupu-kupu di dalamnya dapat keluar.

Para Wanita Tanpa Nama

Setelah mengelap meja dengan disinfektan, Shelia membungkuk untuk mengikat kantong sampah berisi gelas dan piring bekas. Ia mengangkat kantong itu ke atas bahunya, lalu menoleh untuk memantau ulang ruang serba guna gereja tersebut. Ia secara sukarela menawarkan diri untuk membersihkan ruangan itu dan ingin memastikan semuanya siap digunakan untuk pertemuan berikutnya. Namun, sebuah pertanyaan terlintas dalam benaknya: Adakah yang memperhatikan hasil pekerjaanku?