Category  |  Santapan Rohani

Sama Seperti Kita, Demi Kita

Derek memperhatikan bahwa putranya tidak mau melepas baju sewaktu berenang. Ia tahu itu karena putranya merasa tidak nyaman dengan tanda lahir yang menutupi sebagian dada, perut, dan lengan kirinya. Demi menolong putranya, Derek menempuh proses panjang dan menyakitkan dengan menato badannya agar bisa memiliki tanda yang bentuknya mirip tanda lahir putranya.

Jadikan Setiap Momen Berarti

Kedua jarum jam saku yang tersimpan di arsip perpustakaan Universitas North Carolina menyimpan kisah menyedihkan. Jarum-jarum jam itu berhenti pada pukul 8:19:56, yaitu tepat saat pemiliknya, Elisha Mitchell, jatuh tergelincir dan tewas di air terjun Pegunungan Appalachian, pada pagi hari tanggal 27 Juni 1857.

Raja yang Mengendarai Keledai

Saat itu hari Minggu, hari yang sekarang kita sebut Minggu Palma. Sudah pasti, ini bukan kunjungan pertama Yesus ke Yerusalem. Sebagai orang Yahudi yang taat, Yesus pasti mengunjungi kota itu setiap tahun untuk merayakan tiga hari raya besar (Luk. 2:41-42, Yoh. 2:13; 5:1). Selama tiga tahun terakhir, Kristus juga sudah melayani dan mengajar di Yerusalem. Akan tetapi, pada hari Minggu kali ini, kedatangan-Nya ke kota itu menjadi sangat berbeda.

Bus Ngobrol

Pada tahun 2019, Perusahaan Bus Oxford meluncurkan “Bus Ngobrol” yang langsung menjadi populer. Bus itu berisi orang-orang terpilih yang bersedia mengobrol dengan penumpang lainnya. Rute ini dibuat untuk menanggapi hasil riset pemerintah yang menemukan bahwa setidaknya dalam satu hari setiap minggunya, 30 persen warga Inggris tidak menjalin percakapan yang bermakna dengan orang lain.

Rumah Sejati

Belum lama ini, kami pindah ke rumah baru yang letaknya tidak jauh dari rumah lama kami. Meski dekat, kami tetap harus memindahkan semua barang ke dalam truk pengangkut, karena proses transaksi pembelian rumah yang belum tuntas. Sambil menunggu proses itu selesai, perabot kami disimpan dalam truk tersebut dan kami perlu mencari tempat tinggal sementara. Pada masa-masa transisi itu, saya terkejut menyadari betapa saya merasa tenang dan kerasan, meski harus berpindah-pindah. Semua itu karena saya berada bersama orang-orang yang paling saya kasihi, yaitu keluarga saya.

Keramah-tamahan Sejati

“Kumain ka na ba?” (Sudah makan?) 

Pertengkaran di Lapangan Parkir

Pertengkaran di lapangan parkir itu tidak hanya konyol tetapi juga tragis. Dua pengemudi mobil beradu mulut gara-gara mobil yang satu menghalangi mobil yang lain. Kata-kata kasar disemburkan di antara keduanya.

Pekerjaan yang Baik

Saat remaja, Charles Spurgeon pernah bergumul dengan Allah. Ia rajin ke gereja, tetapi merasa apa yang dikhotbahkan hambar dan tidak berarti. Ia sulit untuk percaya kepada Allah, dan menurut Spurgeon, dirinya “membangkang dan memberontak”. Pada suatu malam yang dilanda badai salju, Spurgeon yang berusia enam belas tahun terpaksa berlindung di sebuah gereja Methodis kecil. Ia pun mendengar khotbah pendeta di sana dan merasa pesannya ditujukan khusus untuk dirinya. Di saat itulah, Allah menaklukkan keraguan Spurgeon, dan ia menyerahkan hidupnya kepada Tuhan Yesus. 

Nasihat yang Bijak

Saat belajar di seminari, saya juga bekerja purnawaktu. Selain itu, saya juga melayani sebagai rohaniwan dan menjadi pekerja magang di suatu gereja. Pokoknya, saya sibuk sekali. Ketika ayah saya datang mengunjungi saya, ia berkata, “Kalau begini terus, kamu bisa patah semangat di tengah jalan.” Saya tidak mengacuhkan peringatan beliau. Bagi saya, ayah saya orang kuno dan tidak mengerti tentang “mengejar target”.