Utuslah Aku
Ketika misionaris berkebangsaan Swedia, Eric Lund, merasa terpanggil oleh Allah untuk pergi ke Spanyol dan melakukan pekerjaan misi di akhir dekade 1890-an, ia langsung taat. Meski pelayanannya di sana tidak begitu berhasil, ia tetap bertahan dalam keyakinannya pada panggilan Allah. Suatu hari, ia bertemu dengan seorang pria asal Filipina, Braulio Manikan, dan membagikan Injil kepadanya. Mereka lalu bekerja sama untuk menerjemahkan Alkitab ke dalam salah satu bahasa daerah di Filipina, dan di kemudian hari merintis ladang misi pertama dari gereja Baptis di Filipina. Alhasil, banyak orang menerima Tuhan Yesus, dan itu semua karena Lund, seperti Nabi Yesaya, bersedia menjawab panggilan Allah.
Keutuhan Hidup di dalam Kristus
Dalam sebuah film terkenal, diceritakan bagaimana seorang agen olahraga yang sangat ambisius berkarier mendapati pernikahannya berada di ujung tanduk. Dalam upaya untuk merebut kembali hati istrinya, pria itu menatap mata sang istri dan berkata, “Kaulah belahan jiwaku.” Pesan romantis itu sejalan dengan filsafat dalam mitologi Yunani kuno, yang menyatakan bahwa setiap manusia sebenarnya belum mencapai keutuhan hidup sampai ia menemukan sosok lain yang dapat disebut sebagai belahan jiwanya.
Sepenuhnya Yakin dalam Allah
Saya menulis sepucuk surat untuk masing-masing anak kami ketika mereka beranjak remaja. Dalam salah satu surat tersebut, saya berbicara tentang identitas orang percaya di dalam Kristus, sambil mengingat bagaimana dahulu pada masa remaja saya merasa minder dan tidak percaya diri. Saya harus belajar meyakini bahwa saya dikasihi Allah sebagai anak-Nya. Dalam surat itu saya menulis, “Mengenal siapa dirimu berarti mengenal Dia yang memilikimu.” Karena ketika kita mengerti bahwa Allah telah menciptakan kita dan kita berkomitmen untuk mengikuti-Nya, kita bisa menerima karya-Nya atas diri kita dengan yakin. Kita juga tahu bahwa Dia terus mengubah kita menjadi semakin serupa dengan-Nya dari hari ke hari.
Pertolongan Roh Kudus
Meskipun saya dan teman-teman sesekali bolos kuliah, kami semua pasti hadir di kelas yang diajar Pak Chris seminggu sebelum ujian akhir semester. Pada saat itulah beliau pasti memberikan banyak kisi-kisi dari daftar pertanyaan ujian yang sudah disiapkannya.
Seorang Pendoa
Keluarga kami mengenang kakek saya sebagai seorang yang teguh beriman dan tekun berdoa. Namun, itu baru terjadi setelah beliau mengalami perubahan dalam hidupnya. Bibi saya ingat saat ayahnya pertama kali berkata kepada seluruh keluarga, “Mulai sekarang kita akan berdoa dahulu sebelum makan.” Doa pertamanya diucapkan dengan terbata-bata, tetapi beliau tekun berdoa setiap hari hingga akhir hidupnya lima puluh tahun kemudian. Ketika beliau wafat, suami saya memberikan tanaman doa (maranta) kepada nenek saya sambil berkata, “Kakek sungguh seorang pendoa yang tekun.” Keputusan kakek saya untuk mengikut Allah dan berbicara kepada-Nya setiap hari telah menjadikannya seorang pelayan Kristus yang setia.
Tangan Kosong
Ketika datang ke suatu pertemuan yang diselingi sarapan bersama, Robert merasa malu bukan main saat menyadari bahwa ia lupa membawa dompet. Ia begitu gelisah dan bingung memikirkan apakah ia tidak usah makan sama sekali atau sebaiknya memesan minuman saja. Setelah diyakinkan oleh temannya, akhirnya Robert bisa lebih santai. Mereka berdua sama-sama menikmati hidangan, dan si teman dengan senang hati membayar tagihannya.
Gambaran Besar Kitab Suci
Ketika Colin membuka kotak berisi serpihan-serpihan kaca patri yang dibelinya, alih-alih menemukan potongan-potongan yang dibutuhkannya untuk sebuah proyek, ia mendapati jendela-jendela berkaca patri yang masih utuh. Ia pun menyelidiki asal muasal jendela tersebut dan menemukan ternyata semua itu adalah bekas jendela gereja yang dicopot agar terlindung dari pengeboman pada Perang Dunia II. Colin takjub melihat mutu dari jendela-jendela itu dan bagaimana “potongan-potongan” di dalamnya membentuk sebuah gambar yang indah.
Waktunya untuk Pembaruan
Saatnya memperbarui tampilan interior rumah kami. Namun, baru saja saya mulai menyiapkan ruangan untuk dicat ulang, pemerintah negara bagian kami mengumumkan bahwa penjualan barang-barang kebutuhan perbaikan rumah akan dihentikan sehubungan dengan adanya pandemi COVID-19. Begitu mendengar pengumuman itu, saya bergegas ke toko untuk membeli bahan-bahan penting yang saya butuhkan. Mustahil dapat merenovasi rumah tanpa adanya bahan-bahan yang tepat.
Memberitakan tentang Yesus
Tak lama setelah percaya kepada Kristus, Dwight Moody (1837–1899) bertekad untuk tidak melewatkan satu hari pun tanpa memberitakan kabar baik dari Allah kepada setidak-tidaknya satu orang. Adakalanya pada hari-hari yang sibuk, ia baru teringat pada tekadnya itu di malam hari. Suatu malam, ia teringat ketika sudah terbaring di atas tempat tidurnya. Sambil berjalan keluar rumah, ia berpikir, Tidak akan ada orang yang keluar di tengah hujan lebat seperti ini. Namun, tiba-tiba ia melihat seorang laki-laki lewat di jalan. Moody cepat-cepat mendatangi orang itu dan minta izin menumpang di bawah payungnya agar tidak kehujanan. Setelah diizinkan, ia pun bertanya, “Apakah Anda mempunyai tempat berlindung di waktu badai? Bolehkah saya bercerita tentang Yesus kepada Anda?”