Rencana Allah untuk Anda
Selama enam tahun, Agnes berusaha menjadikan dirinya “istri pendeta yang sempurna,” dengan cara meneladani ibu mertuanya yang ia sayangi (beliau juga istri pendeta). Ia mengira dalam perannya tersebut, ia tidak bisa lagi menjadi penulis dan pelukis, tetapi dengan mengubur kreativitasnya ia justru menjadi depresi dan sempat berpikir untuk bunuh diri. Keadaan Agnes baru membaik setelah seorang pendeta dari gereja lain menolongnya keluar dari masa-masa kelam, dengan berdoa bersamanya dan menugaskannya menulis sepanjang dua jam setiap pagi. Hal itu menyadarkannya pada apa yang ia sebut sebagai “tugas khusus”—panggilan yang dimaksudkan Allah atas dirinya. Ia menulis, “Bagiku, untuk benar-benar menjadi diriku sendiri—yang seutuhnya—setiap . . . aliran kreativitas yang Allah berikan kepadaku harus disalurkan.”
Panduan Kehidupan bagi Pemula
Setelah kematian mendadak ibu saya, saya termotivasi untuk mulai membuat blog. Saya ingin menghasilkan tulisan-tulisan yang akan menginspirasi orang untuk menggunakan waktu mereka di dunia dengan menciptakan momen-momen kehidupan yang berarti. Saya pun mulai mempelajari panduan membuat blog bagi pemula. Saya mempelajari platform apa yang bisa digunakan, cara memilih judul, dan cara menulis artikel yang menarik. Akhirnya, pada tahun 2016, terbitlah artikel pertama di blog saya.
Kata-kata yang Kekal
Di awal abad ke-19, Thomas Carlyle memberikan sebuah naskah kepada filsuf John Stuart Mill untuk ditinjau olehnya. Entah bagaimana, sengaja atau tidak, naskah itu terlempar ke dalam api. Padahal, itulah satu-satunya salinan yang dibuat Carlyle. Dengan gigih, ia menulis ulang teks yang terhilang tadi. Api tidak dapat memusnahkan kisah yang tetap tersimpan utuh dalam benaknya. Dari kehilangan yang luar biasa itu, Carlyle justru menghasilkan karya monumentalnya, The French Revolution (Revolusi Prancis).
Guru Terbaik
“Aku tidak mengerti!” Putri saya membanting pensilnya ke atas meja. Ia sedang mengerjakan PR matematika, dan saya baru saja memulai “pekerjaan” sebagai guru baginya. Masalahnya, saya sudah tidak ingat lagi pelajaran yang pernah saya pelajari tiga puluh lima tahun lalu tentang cara mengubah bilangan desimal menjadi pecahan. Karena tidak mungkin saya mengajarkan sesuatu yang tidak saya pahami, maka kami menonton video penjelasan dari seorang guru di dunia maya.
Makan Sehidangan dengan Raja
Teman saya membawa seekor anak anjing liar yang baru tertabrak mobil untuk diperiksa di klinik. “Ia bisa bertahan hidup, tetapi kakinya harus diamputasi,” kata dokter hewan. “Apakah Anda pemiliknya?” Perkiraan biaya operasinya sangat besar, dan hewan ini butuh dirawat sampai pulih. “Saya pemiliknya sekarang,” jawab teman saya. Kebaikan hatinya membuat anak anjing itu memiliki masa depan yang lebih baik dalam pemeliharaan yang penuh kasih.
Demi Orang Lain
Selama pandemi COVID-19, banyak warga Singapura tinggal di rumah untuk menghindari penularan. Namun, dengan santainya, saya tetap berenang, karena meyakini bahwa itu akan aman-aman saja.
Dibutuhkan Hikmat
Karena bertumbuh tanpa didampingi ayah, Rob merasa kehilangan banyak keterampilan praktis yang biasanya dibagikan orangtua kepada anak-anaknya. Dengan keinginan agar orang-orang dapat mempelajari berbagai keterampilan yang dibutuhkan dalam hidup, Rob membuat serangkaian video praktis berjudul “Ayah, Bagaimana Caranya?” Di dalamnya diajarkan banyak hal, dari cara memasang rak hingga cara mengganti ban. Dengan gaya yang ramah dan hangat, Rob menuai kesuksesan dan mengumpulkan jutaan pelanggan setia di YouTube.
Orang Biasa, Iman Luar Biasa
Ketika Anita meninggal dunia dalam tidur pada hari ulang tahunnya yang kesembilan puluh, kepergiannya yang tenang mencerminkan kehidupannya yang juga tenang. Sebagai seorang janda, Anita telah membaktikan diri untuk anak-anak dan cucu-cucunya, serta menjadi sahabat bagi saudari-saudari yang lebih muda di gereja.
Berusaha Sehati Sepikir
Ketika Anda menancapkan steker untuk menyalakan alat pemanggang roti, sebenarnya Anda sedang menikmati hasil dari perseteruan sengit yang terjadi di akhir abad ke-19. Saat itu, penemu Thomas Edison dan Nikola Tesla berselisih tentang arus listrik mana yang paling tepat untuk dikembangkan: arus searah (DC), seperti arus yang mengalir dari baterai ke senter; atau arus bolak-balik (AC), yang kita dapatkan dari saklar listrik.