Tenggelam dalam Pelukan
“Ayah, maukah membacakan cerita untukku?” tanya putri saya. Ini pertanyaan yang lazim diajukan oleh seorang anak kepada orangtuanya. Akan tetapi, putri saya berumur sebelas tahun. Sekarang ia sudah jarang minta dibacakan cerita, tidak seperti waktu ia masih kecil. “Tentu saja,” jawab saya dengan gembira, dan ia pun meringkuk di sebelah saya di atas sofa.
Belajar dari Kebodohan
Seorang laki-laki masuk ke sebuah minimarket di Wollongong, Australia, menaruh selembar uang 20 dolar di meja kasir, dan minta ditukar dengan uang kecil. Ketika kasir membuka laci, laki-laki itu mengeluarkan pistol dan meminta semua uang di dalam laci diserahkan kepadanya. Kasir pun buru-buru memenuhi permintaannya. Laki-laki itu merenggut sejumlah uang dari kasir itu dan kabur, sambil meninggalkan uang 20 dolar di meja. Berapakah jumlah uang kas yang dibawanya lari dari kasir? Lima belas dolar.
Dalam Kondisi Terburuk
“Ia tidak jelek, tetapi tidak cukup cantik untuk memikat saya.” Kalimat yang diucapkan Mr. Darcy dalam novel Pride and Prejudice karya Jane Austen itu menjadi alasan saya tidak akan pernah melupakan novel tersebut dan dampaknya terhadap saya. Setelah membaca kalimat itu, saya memutuskan bahwa saya tidak akan pernah menyukai Mr. Darcy.
Pohon yang Menyembuhkan
Dengan uang 300.000 dolar AS, Anda dapat membeli sebuah mobil sport McLaren 720S yang baru. Mobil tersebut dilengkapi dengan mesin V8 yang bertenaga 710 hp—tentu jauh lebih besar daripada yang Anda butuhkan untuk perjalanan sehari-hari.
Lebih Baik Bersama Allah
Dalam tim bola voli kampusnya, cucu perempuan saya belajar sebuah prinsip untuk meraih kemenangan. Ketika bola datang ke arahnya, bagaimanapun keadaannya, ia harus “lebih baik daripada bolanya.” Ia dapat mengatur jalannya permainan yang akan menguntungkan rekan-rekan satu timnya—tanpa harus marah-marah, menyalahkan orang lain, atau mencari-cari alasan. Usahakan selalu membuat situasi menjadi lebih baik.
Melihat dengan Sudut Pandang Baru
Sebuah permainan komputer menempatkan seratus pemain di suatu pulau virtual untuk saling bersaing hingga tersisa satu pemain. Setiap kali seseorang tersingkir oleh lawannya, ia masih dapat memantau jalannya permainan lewat sudut pandang sang lawan. Seorang jurnalis berkomentar, “Ketika seseorang menggunakan sudut pandang pemain lain, terjadi perubahan perasaan . . . dari keinginan untuk menyelamatkan diri . . . menjadi solidaritas bersama . . . Ia mulai mendukung orang asing yang baru beberapa saat sebelumnya menyingkirkannya.”
Allah Sumber Segala Penghiburan
Seekor anak kucing yang diberi nama Radamenes pernah dilepas pemiliknya di tempat penampungan hewan, karena kondisinya yang sakit dianggap sudah tidak bisa dipulihkan lagi. Namun, anak kucing itu berhasil dirawat sampai sembuh dan diadopsi oleh dokter hewan yang merawatnya. Ia kemudian menjadi penghuni tetap di tempat penampungan hewan tersebut dan sekarang menghabiskan hari-harinya “menghibur” para kucing dan anjing—yang baru saja dioperasi atau dalam masa pemulihan setelah sakit—melalui kehadirannya yang hangat dan dengkuran lembutnya.
Orang-Orang Menjengkelkan
Lucy Worsley adalah seorang sejarawan dan pembawa acara TV di Inggris. Seperti kebanyakan tokoh masyarakat, adakalanya Lucy menerima surat bernada kasar—salah satunya mempersoalkan gangguan bicara ringan yang diderita Lucy, yang membuatnya sulit mengucapkan huruf “r”. Seseorang pernah mengirimkan pesan berikut, “Lucy, terus terang saja, tolong perbaiki cara bicaramu yang asal-asalan, atau hilangkan saja semua huruf “r” dalam teks yang perlu kaubaca—saking kesalnya, aku tidak tahan menonton siaranmu. Salam, Darren.”
Janji Yesus bagi Anda
Jason menangis keras-keras ketika orangtuanya menyerahkannya kepada Amy, pengasuh tempat penitipan anak di gereja. Ini pertama kalinya bocah dua tahun itu dititipkan ke tempat penitipan anak, sementara ayah dan ibunya menghadiri kebaktian—dan ia sama sekali tidak senang. Amy meyakinkan kedua orangtuanya bahwa Jason akan baik-baik saja. Ia berusaha menenangkan Jason dengan mainan dan buku, mengayunkannya di kursi goyang, berkeliling ruangan, berdiri di satu tempat, dan berbicara tentang hal-hal menyenangkan yang bisa mereka lakukan. Namun, Jason justru menangis semakin keras. Kemudian Amy membisikkan sebaris kalimat sederhana di telinga Jason: “Aku akan selalu menemanimu.” Seketika itu juga Jason merasa tenang.