Category  |  Santapan Rohani

Gagal Lagi

Dahulu, ketika masih aktif berkhotbah, adakalanya saya merasa tidak layak melayani pada hari Minggu pagi. Sepanjang minggu sebelumnya, saya merasa belum menjadi suami, ayah, atau teman yang baik. Saya bahkan merasa, sebelum Allah bisa memakai saya lagi, saya harus memperbaiki hidup saya. Jadi, saya berjanji untuk menyelesaikan khotbah saya sebaik mungkin dan berusaha hidup lebih baik lagi di minggu yang akan datang.

Allah Mengerti

Setelah pindah rumah, Ryan, putra Mabel yang berusia tujuh tahun, mengeluh saat bersiap-siap mengikuti kamp musim panas di sekolah barunya. Mabel menyemangati dan meyakinkan anaknya bahwa ia tahu perubahan itu tidak mudah. Namun, pagi itu, tidak biasanya Ryan terlihat begitu muram. Mabel pun bertanya, “Apa yang mengganggu pikiranmu, Ryan?”

Bicaralah!

Brittany tiba-tiba berseru kepada rekan kerjanya di restoran, “Itu orangnya! Itu orangnya!” Ia baru saja melihat Melvin, laki-laki yang pertama kali bertemu dengannya dalam situasi yang sangat jauh berbeda. Ketika itu Melvin sedang bekerja merawat taman di gereja dan Roh Kudus mendorongnya untuk memulai percakapan dengan Brittany. Ketika Melvin mengajaknya ke gereja, Brittany yang saat itu masih bekerja sebagai perempuan penghibur menjawab, “Anda tahu pekerjaan saya? Gereja pasti tidak mau menerima saya.” Namun, setelah Melvin menceritakan tentang kasih Yesus dan kuasa-Nya yang sanggup mengubah hidup manusia, air mata Brittany pun mengalir. Beberapa minggu kemudian, Brittany bekerja di tempat dan lingkungan yang baru. Ia menjadi bukti bahwa Yesus berkuasa mengubah hidup mereka yang percaya kepada-Nya.

Ketakutan yang Tidak Masuk Akal

Kedengarannya tidak masuk akal, tetapi ketika kedua orangtua saya meninggal dalam tempo tiga bulan, saya khawatir mereka akan melupakan saya. Tentu saja, mereka tidak ada lagi di dunia, tetapi perasaan itu membuat hati saya diliputi ketidakpastian. Saat itu saya masih muda, belum menikah, dan bingung menjalani hidup tanpa mereka. Karena merasa benar-benar sendirian, saya pun mencari Tuhan.

Galeri Berbisik

Dalam kubah Katedral St. Paul yang menjulang tinggi di kota London, para pengunjung dapat menaiki 259 anak tangga untuk sampai di Galeri Berbisik. Bila Anda berbisik di atas sana, bisikan itu bisa terdengar oleh orang lain yang berada di sepanjang jalan yang melingkari kubah, bahkan melewati ruang kosong sejauh hampir 30 meter kepada orang yang ada di seberang. Para insinyur menjelaskan bahwa anomali ini bisa terjadi karena bentuk kubah yang bulat dan rendahnya intensitas gelombang bunyi bisikan.

Menderita Bersama

Pada tahun 2013, seorang veteran marinir Kerajaan Inggris berusia tujuh puluh tahun bernama James McConnell meninggal dunia. Ia tidak punya kerabat, sehingga staf panti jompo tempat ia tinggal khawatir tidak ada orang yang menghadiri pemakamannya. Seseorang yang ditugasi memimpin pemakaman McConnell menuliskan sebuah pesan di Facebook: “Di zaman sekarang, sungguh tragis apabila seseorang meninggal dunia tanpa ada yang menangisi kepergiannya . . . tetapi almarhum adalah salah seorang dari kita . . . jika Anda bisa menghadiri pemakamannya . . . demi menghormati rekan seperjuangan, usahakanlah hadir.” Akhirnya, pada hari pemakaman McConnell, ada dua ratus anggota marinir yang datang!

Hamba-Mu Mendengar

Seandainya radio nirkabelnya menyala, mereka pasti tahu bahwa kapal Titanic sedang tenggelam. Cyril Evans, operator radio di kapal lain, sudah mencoba mengirimkan pesan kepada Jack Phillips, operator radio di atas kapal Titanic untuk memberi tahu mereka akan adanya gunung es di perairan tersebut. Namun, saat itu Phillips sedang sibuk mengirimkan pesan-pesan dari para penumpang dan dengan kasar menyuruh Evans untuk diam. Dengan berat hati, Evans pun mematikan radionya dan tidur. Sepuluh menit kemudian, kapal Titanic menghantam gunung es. Sinyal minta tolong yang mereka pancarkan tidak dijawab karena tidak ada lagi yang mendengar.

Memeriksa Diri Sendiri

Baru-baru ini saya membaca setumpuk surat dari era Perang Dunia II yang dikirimkan oleh ayah saya kepada ibu saya. Saat itu ayah saya ditugaskan di Afrika Utara sementara ibu saya tinggal di West Virginia, Amerika Serikat. Ayah, seorang tentara berpangkat letnan dua di Angkatan Darat, diberi tanggung jawab menyensor surat-surat yang dikirimkan para tentara. Tujuannya supaya jangan ada informasi sensitif yang terbaca oleh musuh. Jadi agak lucu ketika saya melihat di bagian luar dari surat-surat yang dikirimkan ayah saya kepada istrinya, terdapat stempel bertuliskan “Lolos sensor oleh Letnan Dua John Branon.” Ayah saya menyensor surat-suratnya sendiri!

Gelombang Besar

Orang senang melakukan atraksi “ombak.“ Di berbagai pertandingan olahraga dan konser di seluruh dunia, atraksi tersebut dimulai ketika beberapa orang berdiri dan mengangkat tangan mereka. Beberapa saat kemudian, orang-orang yang duduk di sebelah mereka akan melakukan hal yang sama. Tujuannya adalah untuk menghasilkan gerakan bergelombang yang tak terputus dan menjalar hingga ke seluruh stadion. Ketika sampai di akhir gelombang, mereka yang memulai gerakan tersebut tersenyum dan bersorak gembira—lalu melanjutkan kembali gerakan tersebut.