Category  |  Santapan Rohani

Malaikat Pisau

Ketika kejahatan bersenjata pisau sedang marak di Inggris, Pusat Pertukangan Besi di sana mendapat ide segar. Bekerja sama dengan polisi setempat, lembaga itu membuat dan menempatkan dua ribu kotak pembuangan pisau di seluruh negeri dan memulai kampanye penghapusan hukuman. Akhirnya, seratus ribu bilah pisau terkumpul, dengan beberapa di antaranya masih memiliki noda bekas darah. Pisau-pisau tersebut kemudian dikirim ke seniman Alfie Bradley, yang kemudian menumpulkan pisau-pisau itu, mengukir beberapa nama anak muda yang menjadi korban kejahatan akibat pisau, ditambah pesan penyesalan dari para bekas pelaku kejahatan. Seluruh senjata itu kemudian dilas untuk membuat Malaikat Pisau—patung malaikat dari besi pisau setinggi delapan setengah meter dengan sayap baja berkilauan.

Yesus yang Tersenyum

Seandainya Anda bisa berperan menjadi Yesus dalam sebuah film, bagaimana cara Anda menghayati peran itu? Tantangan itulah yang dialami Bruce Marchiano, pemeran Yesus dalam film Matthew keluaran Visual Bible pada tahun 1993. Karena menyadari bahwa jutaan penonton akan mempunyai pemikiran tentang sosok Yesus lewat penampilannya dalam film itu, Bruce pun merasa sangat dibebani untuk memberikan gambaran yang “benar” tentang Yesus. Ia lantas berlutut dan berdoa memohon kepada Yesus untuk—ya, untuk Yesus.

Pilihan yang Menentukan

Tanpa sinyal telepon seluler dan peta jalan, kami menempuh perjalanan hanya dengan mengandalkan ingatan. Lebih dari satu jam kemudian, akhirnya kami dapat keluar dari hutan dan sampai di tempat parkir. Gara-gara melewatkan belokan yang seharusnya bisa memperpendek jarak hingga hampir satu kilometer, kami justru mengambil jalan yang jauh lebih panjang.

Anugerah Damai Sejahtera

“Aku percaya kepada Yesus dan Dialah Juruselamatku, maka aku tidak takut mati,” kata Barbara Bush, istri mantan Presiden AS George H. W. Bush, kepada anak laki-lakinya sebelum ia meninggal dunia. Pernyataan yang luar biasa dan penuh keyakinan itu menunjukkan dasar iman yang kuat dan teguh. Barbara mengalami anugerah damai sejahtera Allah dari pengenalannya akan Tuhan Yesus, bahkan di saat-saat menghadapi kematian.

Apalah Arti Sebuah Nama?

Dalam kehendak Allah, putra kami Kofi lahir pada hari Jumat, sesuai dengan arti namanya—anak laki-laki yang lahir pada hari Jumat. Kami memberinya nama seperti nama teman kami, seorang pendeta asal Ghana yang pernah kehilangan putra tunggalnya. Beliau pun selalu mendoakan anak kami. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami.

Ceritakan kepada Saya

Konon, pada suatu ketika. Keempat kata itu bisa jadi merupakan awalan kalimat paling berpengaruh di dunia. Sejumlah kenangan masa kanak-kanak saya yang paling kuat mengandung frasa tersebut dalam berbagai variasinya. Suatu hari, ibu saya pulang ke rumah membawa sejilid buku besar bersampul tebal berisi cerita-cerita Alkitab bergambar—judulnya Cerita Alkitab Gembalaku yang Baik. Setiap malam sebelum lampu dimatikan, saya dan kakak laki-laki saya duduk dengan tekun mendengarkan ibu kami membacakan sebuah cerita dari masa lampau tentang orang-orang yang menarik dan Allah yang mengasihi mereka. Cerita-cerita tersebut menjadi seperti jendela bagi kami untuk melihat dunia yang besar dan ajaib di luar sana.

Selaras Dengan Roh

Sambil mendengarkan teknisi piano menyelaraskan nada pada sebuah grand piano, saya teringat ketika piano tersebut pernah memainkan lagu-lagu megah seperti “Warsaw Concerto” dan melodi indah dari pujian “Sungguh Besar Kau Allahku.” Namun, sekarang alat musik itu benar-benar butuh disetem. Meski beberapa not yang masih tepat nadanya, ada not-not lain yang nadanya terlalu tinggi atau terlalu rendah, sehingga menghasilkan bunyi yang tidak enak didengar. Tugas teknisi piano bukanlah membuat semua tuts mengeluarkan bunyi yang sama, melainkan memastikan agar masing-masing not dengan bunyinya yang unik dapat menghasilkan perpaduan musik yang harmonis dan enak didengar ketika digabungkan dengan not-not lain. 

Dalam Perbaikan

Bukankah jalan ini baru selesai diaspal? pikir saya di tengah lalu lintas yang melambat. Kenapa sekarang dibongkar lagi? Lalu, dalam hati saya bertanya-tanya, Mengapa perbaikan jalan rasanya tidak selesai-selesai? Sepertinya saya belum pernah melihat papan pengumuman yang bertuliskan, “Perbaikan jalan sudah selesai. Selamat menikmati jalan yang mulus ini.”

Mencuri Kemuliaan Yesus

Ketika pendeta saya mengajukan pertanyaan yang sulit tentang kehidupan Yesus kepada kelas kami, saya langsung mengangkat tangan. Saya baru saja membaca kisah hidup-Nya, jadi saya tahu jawabannya. Selain itu, saya juga ingin rekan-rekan di kelas saya tahu bahwa saya tahu. Lagipula, saya seorang pengajar Alkitab. Betapa memalukannya kalau saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu di hadapan mereka! Akan tetapi, saya merasa malu karena perasaan saya yang takut malu. Seketika juga saya menurunkan tangan saya. Apakah saya begitu tidak percaya diri?