Duka yang Diubahkan
Jim dan Jamie Dutcher adalah pembuat film yang terkenal memiliki pengetahuan luas tentang serigala. Menurut mereka, jika sedang senang, serigala akan mengibas-ngibaskan ekor sambil bermain-main. Namun, kalau ada salah satu anggotanya mati, kawanan serigala itu akan berduka selama berminggu-minggu. Mereka akan mendatangi tempat serigala itu mati dan memperlihatkan duka mendalam dengan ekor yang terkulai dan lolongan sedih.
Tirai Pemisah
Ketika pesawat yang saya tumpangi sudah mencapai ketinggian jelajah, pramugari menyibakkan tirai yang memisahkan kelas utama dengan kelas ekonomi, dan saya kembali disadarkan pada perbedaan antarkelas yang mencolok di dalam penerbangan. Para penumpang kelas utama dipersilakan naik ke pesawat terlebih dahulu dan menikmati tempat duduk premium dengan ruang kaki yang lebih luas serta layanan khusus. Tirai itu menjadi pengingat bahwa saya tidak memiliki akses ke berbagai fasilitas eksklusif tersebut.
Berdiri Teguh
Di negara tempat tinggalnya, Adrian dan keluarganya mengalami penganiayaan karena iman mereka kepada Yesus. Namun, di tengah berbagai pergumulan itu mereka tetap menunjukkan kasih Kristus. Saat berdiri di halaman gereja yang temboknya dipenuhi bekas peluru karena digunakan para teroris sebagai sasaran latihan menembak, ia berkata, “Hari ini Jumat Agung. Saat bagi kita untuk mengenang bagaimana Yesus menderita bagi kita di kayu salib.” Penderitaan, lanjutnya, merupakan makanan sehari-hari orang-orang percaya di negaranya. Meski demikian, keluarganya memilih tetap tinggal di sana: “Kami masih di sini, dengan tetap berdiri teguh.”
Tetap di Jalan yang Benar
Senja sudah turun saat saya mengikuti Li Bao berjalan menyusuri bagian atas tembok besar yang membelah pegunungan di wilayah pusat Tiongkok. Saya belum pernah melewati jalan ini sebelumnya, dan tidak dapat melihat lebih dari satu langkah di depan serta seberapa curam jurang yang menganga di sebelah kiri kami. Saya hanya bisa menahan napas dan menempel erat pada Li. Saya tidak…
Allah Lebih Berharga
Karena di masa lalu pernah disakiti hatinya oleh beberapa orang Kristen, ibu saya sangat marah ketika tahu saya percaya kepada Tuhan Yesus. “Jadi sekarang kau akan menghakimi Mama? Tak usah, ya!” Ia menutup telepon dan menolak berbicara dengan saya selama satu tahun. Saya merasa sedih sekali, tetapi juga menyadari bahwa hubungan dengan Allah jauh lebih berharga daripada hubungan dengan orang-orang yang juga saya kasihi. Setiap kali ibu saya mengabaikan telepon saya, saya berdoa dan meminta Allah agar memampukan saya tetap mengasihinya dengan baik.
Gambaran yang Utuh
Penonton film Mary Poppins Returns mendengar suara merdu Emily Blunt yang menjadi pemeran utamanya. Yang luar biasa, suami Emily baru tahu istrinya pandai bernyanyi setelah empat tahun menikah. Dalam sebuah wawancara, sang suami mengungkapkan rasa terkejut yang dirasakannya ketika pertama kali mendengar istrinya bernyanyi, sambil berpikir, “Astaga, kenapa aku baru tahu sekarang?”
Kekuatan Dalam Penderitaan
Pada tahun 1948, seorang pendeta gereja bawah tanah bernama Harlan Popov diciduk dari rumahnya untuk “sekadar ditanya.” Dua minggu kemudian, ia diinterogasi sepanjang hari dan tidak diberi makan selama sepuluh hari. Setiap kali menyangkal sebagai mata-mata, ia dipukuli. Namun, Popov tidak hanya bertahan hidup setelah mengalami perlakuan kejam itu, tetapi juga membimbing para tahanan lainnya untuk mengenal Yesus. Sebelas tahun kemudian, ia akhirnya dibebaskan. Ia terus bersaksi tentang imannya kepada orang-orang dan baru dua tahun kemudian berhasil meninggalkan negaranya dan bersatu kembali dengan keluarganya. Setelah itu, selama bertahun-tahun ia aktif berkhotbah dan mengumpulkan dana untuk menyalurkan Alkitab ke negara-negara yang masih tertutup bagi iman Kristen.
Pribadi yang Menyelamatkan
Desmond dijuluki “salah satu orang paling berani yang pernah hidup” meski keberaniannya tidak seperti bayangan kebanyakan orang. Ia adalah seorang tentara yang menolak menyandang senjata. Sebagai tenaga medis, ia pernah seorang diri menyelamatkan tujuh puluh lima tentara yang terluka dalam suatu pertempuran, termasuk orang-orang yang pernah menyebutnya pengecut dan mengolok imannya. Saat berlari di tengah medan pertempuran, Desmond terus berdoa, “Tuhan, tolong aku menemukan satu orang lagi.” Ia pun dianugerahi Medali Kehormatan untuk aksi heroiknya itu.
Kerinduan Kita yang Terdalam
Semasa muda, Duncan pernah takut bakal kekurangan uang, maka di awal usia dua puluhan, ia sangat ambisius membangun masa depannya. Dengan meniti karier di sebuah perusahaan terkemuka di Silicon Valley, Amerika Serikat, Duncan berhasil meraih kekayaan melimpah. Ia mempunyai tabungan besar, mobil sports mewah, dan rumah senilai jutaan dolar di California. Ia memiliki semua yang ia dambakan; tetapi masih merasa sangat tidak bahagia. “Saya terus merasa cemas dan tidak puas,” kata Duncan, “Bahkan, kekayaan dapat membuat hidup lebih buruk.” Uang banyak ternyata tidak memberinya persahabatan, komunitas, atau sukacita—justru sering mendatangkan sakit hati.