Category  |  Santapan Rohani

Sesuatu yang Baru

Bertani sulit dilakukan di daerah-daerah yang kekurangan air tawar. Untuk membantu mengatasi masalah ini, perusahaan Seawater Greenhouse telah menciptakan sesuatu yang baru: “rumah-rumah pendingin” di Somaliland, Afrika, dan di negara-negara lain dengan iklim serupa. Rumah-rumah pendingin ini menggunakan pompa-pompa bertenaga surya untuk menyiramkan air asin ke dinding yang terbuat dari bahan kardus bergelombang. Ketika air asin mengalir menuruni panel, kandungan garamnya akan tertinggal di kardus. Sebagian besar air tawar yang tersisa kemudian menguap di dalam rumah tersebut, sehingga tempat itu menjadi cukup lembab bagi tanaman buah dan sayur untuk bertumbuh.

Perayaan yang Meriah

Teman saya Sharon meninggal dunia setahun sebelum kepergian Melissa, remaja putri dari teman saya Dave. Keduanya meninggal secara tragis dalam kecelakaan mobil. Suatu malam, saya bermimpi tentang Sharon dan Melissa. Mereka mengobrol sambil tertawa riang, menggantungkan pita-pita di suatu ruangan pesta yang sangat besar, dan tidak mempedulikan saya yang berjalan memasuki ruangan itu. Sebuah meja panjang bertaplak putih terpasang rapi, lengkap dengan piring-piring dan gelas-gelas emas. Saya bertanya apakah saya boleh membantu menghias, tetapi sepertinya mereka tidak mendengar saya dan tetap asyik sendiri. 

Jam Tangan yang Berdetak

Suatu waktu, sekelompok orang sedang bekerja memotong bongkahan es dari sebuah danau yang membeku lalu menyimpannya dalam gudang es. Tiba-tiba salah seorang dari mereka menyadari bahwa jam tangannya hilang di dalam bangunan yang tidak berjendela itu. Ia dan teman-temannya berusaha mencari tetapi sia-sia. 

Siapa yang Memegang Kendali?

Ketika masih belajar mengemudi di kota Chennai, India, saya membawa mobil melintasi lalu lintas yang padat di pagi hari. Sungguh pengalaman yang menegangkan, dan suatu kali saya sempat panik dan menginjak pedal gas, bukan rem. Saya kaget sekali ketika mobil justru melaju—tetapi kemudian tiba-tiba terhenti. Rupanya instruktur saya langsung menginjak rem yang terdapat di bawah kursi penumpang tempat ia duduk. Sementara saya panik, instruktur saya justru bereaksi dengan tenang.

Melihat ke Atas

Cumi-cumi cockeyed hidup dalam “zona senja” di laut, yaitu bagian perairan yang nyaris tidak bisa ditembus sinar matahari. Hewan ini dijuluki demikian karena ukuran kedua matanya yang sangat berbeda: mata kirinya pelan-pelan berkembang menjadi jauh lebih besar daripada mata kanan, bahkan hampir dua kali lipat ukurannya. Para ilmuwan yang mempelajari moluska ini menyimpulkan bahwa mata kanannya yang lebih kecil digunakan untuk melihat ke bawah, ke kedalaman perairan yang gelap, sementara mata kiri yang lebih besar digunakan untuk melihat ke atas, ke arah sinar matahari.

Percayalah Kepada Terang

Prakiraan cuaca menyebut akan terjadi bomb cyclone. Itu adalah angin topan besar yang terjadi ketika intensitas badai musim dingin meningkat dengan cepat karena turunnya tekanan udara di atmosfer. Badai salju yang terjadi pada malam hari membuat jalan raya menuju bandara Denver hampir tidak terlihat. Hampir. Namun, karena anak perempuan saya terbang mengunjungi kami, saya rela melakukan apa saja baginya. Dengan membawa pakaian ekstra dan cadangan air minum (persiapan kalau-kalau saya terjebak badai di jalan), saya mengemudikan mobil dengan sangat pelan sambil tidak henti-hentinya berdoa dan mengandalkan sorot lampu mobil. Dengan begitu,  hal yang hampir mustahil pun dapat dilakukan.

Memperoleh Kembali yang Hilang

Di sebuah toko ponsel, pendeta muda itu menabahkan dirinya untuk menerima kabar buruk. Ponsel pintar miliknya tidak sengaja jatuh saat kelas pendalaman Alkitab, dan ia khawatir ponsel itu akan rusak total. Ternyata tidak. Pegawai toko berhasil menyelamatkan semua data dalam ponsel itu, termasuk video dan foto-foto yang dibutuhkannya untuk pelayanan. Ia juga memperoleh kembali “semua foto yang pernah kuhapus,” katanya. Toko itu bahkan “mengganti ponselku yang rusak dengan ponsel baru.” Katanya, “Aku mendapatkan kembali semua yang pernah hilang, bahkan lebih dari itu semua.”

Bagaimana Anda Dikenal?

Dalam berbagai kejuaraan olahraga tingkat SMA, Ted dikenal sebagai penonton dengan badan paling tinggi dan suara paling nyaring di bangku penonton. Sebelum menderita penyakit degeneratif yang mematikan, Ted memiliki tinggi badan hampir dua meter dan berat 130 kilogram. Dengan yel-yel “Blue!” (dari warna sekolahnya) yang membangkitkan semangat penonton dan aksi menghambur-hamburkan permen di berbagai pertandingan sekolah membuat Ted dikenal dengan nama “Big Blue.”

AKU

Penamaan adalah urusan penting—entah menamai anak, perusahaan, atau binatang peliharaan. Para orangtua, pengusaha, dan keluarga memutar otak untuk memilih nama yang pas. Dari berusaha memilih nama yang berbobot sampai nama yang unik, kebanyakan orang biasanya memilih nama yang mengandung makna penting. Nama Mandarin saya, contohnya, mengandung harapan orangtua saya. Mereka berharap saya akan menjadi orang yang bijaksana.