Allah atas Paku
Saya hendak naik ke mobil ketika mata saya menangkap sesuatu yang berkilau: sebuah paku tertancap di sisi luar ban belakang mobil saya. Saya mendengar suara mendesis tanda kebocoran. Syukurlah, lubang itu tersumbat—setidaknya untuk sementara.
Nilai Diri Kita
Caitlin, seorang penulis buku laris, menggambarkan perasaan depresi yang pernah dialaminya setelah melawan orang yang berusaha melecehkannya. Kekerasan emosional yang dialaminya menorehkan luka yang lebih dalam daripada pergulatan fisiknya, karena ia merasa itu membuktikan “betapa aku tidak diinginkan. Aku bukanlah wanita yang ingin orang kenal dengan dekat.” Ia merasa tidak layak dikasihi, karena menganggap diri hanya pantas diperalat dan dicampakkan begitu saja.
Air Pembawa Harapan
Tom dan Mark telah membawa kesegaran dalam hidup anak-anak yang mereka layani. Itu tampak jelas dalam video yang menampilkan sekelompok anak berpakaian lengkap yang menari-nari kegirangan di bawah pancuran air. Mereka mandi di pancuran untuk pertama kalinya dalam hidup mereka. Tom dan Mark bekerja sama dengan gereja-gereja di Haiti untuk memasang penyaring air pada sumur-sumur, supaya warga lebih mudah menikmati air bersih yang tidak lagi tercemar oleh bibit penyakit. Akses kepada air bersih telah memberikan harapan baru bagi warga setempat.
Kisah yang Sebenarnya Luar Biasa
Seorang teman bermurah hati menawarkan diri menjaga anak-anak kami agar saya dan istri bisa pergi berduaan. “Pergilah ke tempat yang mewah!” katanya. Sebagai orang yang berpikiran praktis, kami memilih pergi berbelanja kebutuhan sehari-hari. Ketika kami pulang, teman itu bertanya mengapa kami tidak melakukan sesuatu yang istimewa. Kami mengatakan kepadanya bahwa yang membuat kencan ini istimewa bukan apa yang dilakukan, melainkan dengan siapa itu dilakukan.
Memohon kepada Allah
Ketika suami saya, Dan, didiagnosis mengidap kanker, saya tidak dapat menemukan cara yang “tepat” untuk memohon kesembuhannya kepada Allah. Dalam pandangan saya yang terbatas, saya merasa orang-orang di belahan dunia lain menghadapi bermacam masalah yang lebih serius—peperangan, kelaparan, kemiskinan, bencana alam. Lalu suatu hari, di waktu doa kami, saya mendengar suami saya dengan tulus memohon, “Ya Tuhan, sembuhkanlah penyakitku.”
Mengalahkan Ketakutan
Ketakutan telah menguasai kehidupan seorang pria selama tiga puluh dua tahun. Karena takut ditangkap atas kejahatannya, ia bersembunyi di rumah pertanian milik saudara perempuannya, tidak pernah ke mana-mana dan tidak mengunjungi siapa pun, bahkan tidak menghadiri pemakaman ibunya. Di usia enam puluh empat tahun, barulah ia tahu bahwa tidak pernah ada tuntutan hukum yang diajukan terhadapnya. Pria itu sebenarnya dapat melanjutkan kehidupannya seperti biasa. Ancaman hukuman itu memang nyata, tetapi pria itu membiarkan ketakutan atas hukuman itu mengendalikan hidupnya.
Penghapusan Utang
Pada tahun 2009, Los Angeles County tidak lagi membebankan biaya penahanan anak-anak yang dipenjara kepada keluarganya. Meski tidak lagi dikenakan biaya di masa mendatang, keluarga tahanan tetap harus melunasi biaya yang tertunggak sebelum berlakunya kebijakan baru tersebut. Baru pada tahun 2018, pemerintah wilayah menghapuskan semua tunggakan yang belum terbayar.
Berharap kepada Tuhan Saja
Sebuah patung karya seniman Doug Merkey dengan judul Ruthless Trust menampilkan sosok manusia perunggu yang berpegangan erat pada salib yang terbuat dari kayu kenari. Ia menulis, “Inilah ungkapan yang sangat sederhana dari sikap yang perlu selalu ada dan pantas dalam hidup ini—keintiman total dan tak terbatas dalam ketergantungan kepada Kristus dan Injil.”
Pelita Penuntun Kami
Di sebuah museum, saya cukup lama memperhatikan lampu-lampu kuno yang dipamerkan. Keterangan menyebutkan bahwa lampu-lampu itu berasal dari Israel. Wadah-wadah oval yang berukir dan berbahan tanah liat itu memiliki 2 bukaan—satu untuk memasukkan minyak, dan satu lagi untuk sumbu. Meskipun bangsa Israel biasa menaruhnya di ceruk dinding, tetapi lampu-lampu itu cukup kecil untuk bisa digenggam dan dibawa-bawa.