Lingkaran Kewaspadaan
Rusa Afrika secara naluriah membentuk “lingkaran kewaspadaan” saat beristirahat di padang sabana. Rusa-rusa biasa duduk berkelompok dengan posisi masing-masing menghadap ke luar ke arah yang berbeda-beda. Dengan cara tersebut, mereka dapat memantau keadaan di sekeliling mereka 360 derajat dan berkomunikasi apabila ada bahaya atau kesempatan yang mendekat.
Sahabat Sejati
Saat duduk di bangku SMA, saya punya seorang teman yang “kadang-kadang berteman.” Kami “berteman baik” di gereja dan beberapa kali menikmati waktu bersama di luar sekolah. Namun, di sekolah, lain lagi ceritanya. Kalau kebetulan bertemu saya saat ia sedang sendirian, ia akan menyapa; tetapi hanya ketika tidak ada orang lain di sekitarnya. Menyadari hal itu, saya jarang berusaha menarik perhatiannya saat berada di lingkungan sekolah. Saya mengerti batas pertemanan kami.
Berkat Kita dan Kasih Allah
Pada tahun 2015, seorang wanita membuang komputer milik mendiang suaminya di bengkel daur ulang—sebuah komputer yang dibuat pada tahun 1976. Namun, yang lebih penting daripada tahun pembuatannya adalah mengetahui siapa pembuatnya. Komputer itu adalah salah satu dari 200 komputer yang dirakit sendiri oleh pendiri Apple, Steve Jobs, dan diperkirakan nilainya sekarang sekitar seperempat juta dolar! Terkadang nilai sebuah benda dapat diketahui dari siapa yang membuatnya.
Terserah Allah
Nate dan Sherilyn menikmati kunjungan mereka ke sebuah restoran omakase saat sedang berada di kota New York. Omakase adalah kata dalam bahasa Jepang yang berarti “terserah Anda”. Maksudnya, para pengunjung restoran seperti itu mengizinkan koki memilihkan hidangan apa yang akan mereka santap. Walau baru pertama kalinya mencoba hidangan jenis itu dan awalnya agak ragu, ternyata Nate dan Sherilyn sangat menyukai makanan yang dipilihkan dan disiapkan koki untuk mereka.
Lahar di Firdaus
Suasana begitu sunyi, di luar desis lahar panas mengalir pelan di pinggir pepohonan tropis. Warga distrik Puna, Hawaii, berdiri mematung dengan wajah muram bercampur takjub. Biasanya mereka menjuluki daerah itu “firdaus.” Namun, hari itu, lahar panas yang keluar dari retakan di tanah mengingatkan orang bahwa Allah membentuk kepulauan ini lewat kekuatan vulkanis dahsyat yang tidak dapat ditaklukkan.
Doa yang Tidak Berkesudahan
“Doa takkan pernah mati.” Sungguh pernyataan yang menarik dari E. M. Bounds (1835–1913), yang banyak menulis tentang doa dan menginspirasi generasi demi generasi. Ia melanjutkan pernyataannya tentang kuasa dan sifat doa yang tidak berkesudahan demikian: “Bibir yang memanjatkan doa itu mungkin sudah tertutup oleh kematian, jantung yang merasakannya sudah berhenti berdetak, tetapi doa-doa mereka tetap hidup di hadapan Allah, hati Allah melekat pada doa-doa itu, dan doa-doa mereka bertahan melampaui mereka yang memanjatkannya; doa bertahan melebihi satu generasi, satu abad, bahkan satu dunia.”
Luar Biasa!
Ini lomba lari lintas alam pertama bagi anak-anak kelas tujuh, tetapi seorang anak perempuan tidak mau ikut. Meski telah menyiapkan diri, ia khawatir tidak akan bisa melakukannya. Namun akhirnya, ia ikut berlomba juga bersama anak-anak lain. Kemudian, satu per satu pelari menyelesaikan jarak 2 mil itu dan mencapai garis akhir—kecuali si pelari yang memang sudah ogah-ogahan dari awal. Sang ibu yang menunggu finis melihat sosok anaknya sendirian di kejauhan. Ia pun bergegas menghampiri garis finis, supaya ia bisa menghibur peserta yang tertinggal itu. Namun, terjadi sesuatu yang mengejutkan. Begitu pelari kecil itu melihat ibunya, ia berseru, “Ini luar biasa!” Apa yang luar biasa dari menjadi yang terakhir mencapai garis finis? Berhasil mencapai garis akhir itu sendiri!
“Aku Suka Sekali—Sampai Segini”
Jenna, keponakan saya yang berusia 3 tahun, memiliki kebiasaan yang selalu berhasil meluluhkan hati saya. Bila menyukai sesuatu (sangat menyukainya), apakah itu pai krim pisang, loncat-loncatan di trampolin, atau bermain frisbee, ia akan berseru, “Aku suka sekali—sampai segini!” (“sampai segini” itu selalu dengan kedua tangan yang dibentangkannya lebar-lebar).
Jangan Pernah Menyerah
Ketika seorang teman didiagnosis menderita kanker, dokter menyarankan agar ia bersiap-siap dan membereskan segala urusan yang tersisa. Sambil terisak-isak, ia menelepon saya, mengkhawatirkan suami dan anak-anaknya yang masih kecil. Saya pun meminta teman-teman dekat kami untuk mendoakannya. Kami gembira saat dokter lain menguatkannya untuk tidak putus asa dan menegaskan bahwa ia dan timnya akan berusaha keras meringankan penderitaannya. Meski hari-hari yang dilaluinya terkadang sangat berat, teman saya tetap fokus kepada Allah dan bukan pada masalahnya. Ia tidak pernah menyerah.