Terserah Allah
Nate dan Sherilyn menikmati kunjungan mereka ke sebuah restoran omakase saat sedang berada di kota New York. Omakase adalah kata dalam bahasa Jepang yang berarti “terserah Anda”. Maksudnya, para pengunjung restoran seperti itu mengizinkan koki memilihkan hidangan apa yang akan mereka santap. Walau baru pertama kalinya mencoba hidangan jenis itu dan awalnya agak ragu, ternyata Nate dan Sherilyn sangat menyukai makanan yang dipilihkan dan disiapkan koki untuk mereka.
Lahar di Firdaus
Suasana begitu sunyi, di luar desis lahar panas mengalir pelan di pinggir pepohonan tropis. Warga distrik Puna, Hawaii, berdiri mematung dengan wajah muram bercampur takjub. Biasanya mereka menjuluki daerah itu “firdaus.” Namun, hari itu, lahar panas yang keluar dari retakan di tanah mengingatkan orang bahwa Allah membentuk kepulauan ini lewat kekuatan vulkanis dahsyat yang tidak dapat ditaklukkan.
Doa yang Tidak Berkesudahan
“Doa takkan pernah mati.” Sungguh pernyataan yang menarik dari E. M. Bounds (1835–1913), yang banyak menulis tentang doa dan menginspirasi generasi demi generasi. Ia melanjutkan pernyataannya tentang kuasa dan sifat doa yang tidak berkesudahan demikian: “Bibir yang memanjatkan doa itu mungkin sudah tertutup oleh kematian, jantung yang merasakannya sudah berhenti berdetak, tetapi doa-doa mereka tetap hidup di hadapan Allah, hati Allah melekat pada doa-doa itu, dan doa-doa mereka bertahan melampaui mereka yang memanjatkannya; doa bertahan melebihi satu generasi, satu abad, bahkan satu dunia.”
Luar Biasa!
Ini lomba lari lintas alam pertama bagi anak-anak kelas tujuh, tetapi seorang anak perempuan tidak mau ikut. Meski telah menyiapkan diri, ia khawatir tidak akan bisa melakukannya. Namun akhirnya, ia ikut berlomba juga bersama anak-anak lain. Kemudian, satu per satu pelari menyelesaikan jarak 2 mil itu dan mencapai garis akhir—kecuali si pelari yang memang sudah ogah-ogahan dari awal. Sang ibu yang menunggu finis melihat sosok anaknya sendirian di kejauhan. Ia pun bergegas menghampiri garis finis, supaya ia bisa menghibur peserta yang tertinggal itu. Namun, terjadi sesuatu yang mengejutkan. Begitu pelari kecil itu melihat ibunya, ia berseru, “Ini luar biasa!” Apa yang luar biasa dari menjadi yang terakhir mencapai garis finis? Berhasil mencapai garis akhir itu sendiri!
“Aku Suka Sekali—Sampai Segini”
Jenna, keponakan saya yang berusia 3 tahun, memiliki kebiasaan yang selalu berhasil meluluhkan hati saya. Bila menyukai sesuatu (sangat menyukainya), apakah itu pai krim pisang, loncat-loncatan di trampolin, atau bermain frisbee, ia akan berseru, “Aku suka sekali—sampai segini!” (“sampai segini” itu selalu dengan kedua tangan yang dibentangkannya lebar-lebar).
Jangan Pernah Menyerah
Ketika seorang teman didiagnosis menderita kanker, dokter menyarankan agar ia bersiap-siap dan membereskan segala urusan yang tersisa. Sambil terisak-isak, ia menelepon saya, mengkhawatirkan suami dan anak-anaknya yang masih kecil. Saya pun meminta teman-teman dekat kami untuk mendoakannya. Kami gembira saat dokter lain menguatkannya untuk tidak putus asa dan menegaskan bahwa ia dan timnya akan berusaha keras meringankan penderitaannya. Meski hari-hari yang dilaluinya terkadang sangat berat, teman saya tetap fokus kepada Allah dan bukan pada masalahnya. Ia tidak pernah menyerah.
Lakukan Segera
Kapan terakhir kali Anda merasakan terdorong untuk menolong seseorang, tetapi Anda membiarkan dorongan itu berlalu begitu saja tanpa menanggapinya? Dalam buku The 10-Second Rule (Aturan 10 Detik), Clare De Graaf berpendapat bahwa dorongan batin yang kita terima sehari-hari dapat menjadi salah satu cara yang digunakan Allah untuk membangun kerohanian yang lebih kuat, yaitu kehidupan dalam ketaatan yang didasarkan oleh kasih kita kepada-Nya. Aturan 10 detik cukup sederhana, yaitu: “Lakukan segera ketika Anda secara sadar yakin Tuhan Yesus ingin Anda melakukannya,” dan lakukan itu “sebelum Anda berubah pikiran.”
Tidak Takut Lagi
Seorang gadis kecil berusia dua belas tahun telah diculik, dibawa ke hutan, dan dianiaya oleh tujuh laki-laki di Etiopia. Ketika polisi menemukannya seminggu kemudian, tiga ekor singa bersurai hitam mengelilingi dan menjaganya, seolah-olah ia adalah bagian dari kawanan mereka. Rupanya, ketika gadis itu berteriak minta tolong, sekawanan kecil singa mendengar teriakannya dan datang mengusir kawanan penculik itu. “[Singa-singa itu] berjaga mengelilingi gadis itu. Ketika kami datang, mereka meninggalkannya begitu saja seperti memberi kami hadiah, dan masuk kembali ke dalam hutan,” cerita Sersan Wondimu saat diwawancara.
Umat Manusia yang Baru
Ketika saya mengunjungi galeri Tate Modern di London, ada sebuah karya seni yang menarik perhatian saya. Karya buatan seniman Brasil, Cildo Meireles, tersebut berbentuk menara raksasa yang terbuat dari ratusan radio tua. Setiap radio dinyalakan dan disetel ke stasiun yang berbeda, sehingga tercipta suasana hiruk pikuk yang membingungkan dan tidak dapat dimengerti. Meireles menamai karya seninya itu Babel.