Jangan Lupa!
Bersama keponakan saya dan Kailyn, putrinya yang berusia empat tahun, saya menghabiskan Sabtu sore yang menyenangkan. Kami meniup gelembung sabun di luar rumah, mewarnai buku gambar, dan makan roti berlapis selai kacang dan stroberi. Ketika sudah waktunya mereka pulang, Kailyn berseru dari balik jendela mobilnya yang terbuka, “Jangan lupakan aku ya, Tante Anne.” Saya cepat-cepat menghampiri mobil dan berbisik di telinganya, “Tante tidak akan melupakanmu. Lain kali kita pasti ketemu lagi.”
Tetap Bertahan
Ayah mertua saya baru merayakan ulang tahun ketujuh puluh delapan tahun, dan dalam acara syukuran yang diadakan keluarga, beliau ditanya, “Apa hal terpenting yang Anda pelajari dalam hidup sejauh ini?” Jawabnya? “Tetap bertahan.”
Perlindungan dari Badai
Konon, pada tahun 1763, seorang pendeta muda yang sedang menyusuri jalan setapak di bibir tebing di Somerset, Inggris, harus menyusup ke sebuah gua untuk menyelamatkan diri dari sambaran petir dan hujan yang sangat deras. Saat memandang ke arah Ngarai Cheddar, ia merenungkan anugerah perlindungan dan damai sejahtera yang dimilikinya di dalam Tuhan. Sambil menunggu badai reda, ia pun menuliskan himne berjudul “Batu Karang yang Teguh”, dengan lirik pembuka yang begitu lekat dalam ingatan: “Batu Karang yang teguh, Kau tempatku berteduh” (Kidung Jemaat No. 37).
Hati Allah untuk Orang Munafik
“Seandainya salah seorang anggota tim kita yang melakukan hal tersebut, aku pasti sangat kecewa,” ujar seorang pemain kriket saat mengomentari seorang pemain kriket lain asal Afrika Selatan yang berbuat curang dalam sebuah pertandingan pada tahun 2016. Namun, dua tahun kemudian, ia sendiri terlibat dalam skandal yang hampir sama.
Meneliti dan Menerapkan
Brian ditugaskan menjadi penerima tamu di kebaktian pernikahan saudara laki-lakinya, tetapi ia tidak datang pada harinya. Sangat bisa dimengerti apabila keluarganya kecewa, termasuk Jasmine, saudara perempuannya yang bertugas membacakan bagian Alkitab hari itu. Jasmine pun berhasil membaca 1 Korintus 13 yang sudah umum dikenal tentang kasih. Namun, seusai acara, ayah Jasmine memintanya mengantarkan hadiah ulang tahun untuk Brian, tetapi ia menolak. Jasmine menyadari bahwa lebih sulit melaksanakan kasih daripada sekadar membacanya. Akan tetapi, sebelum hari itu berakhir, Jasmine berubah pikiran dan mengakui, “Aku tidak bisa cuma membaca bagian Alkitab tentang kasih, tetapi tidak menerapkannya.”
Senjata Andalan
Dahulu, sebagai penulis muda, saya sering merasa tidak percaya diri saat mengikuti lokakarya penulisan. Di sekitar saya adalah “raksasa-raksasa”, yaitu para penulis yang dididik secara formal atau sudah berpengalaman bertahun-tahun. Saya tidak punya kedua-duanya. Yang saya miliki hanya telinga yang terbiasa mendengar gaya bahasa, intonasi, dan irama Alkitab bahasa Inggris versi King James. Saya menganggapnya sebagai “senjata andalan” saya, yang mempengaruhi gaya serta cara saya menulis, sesuatu yang membawa sukacita bagi saya dan, saya harap, berkat bagi orang lain.
Dia Menenangkan Badai
Jim dengan berapi-api menceritakan tentang permasalahan yang dihadapinya di kantor: perpecahan, sikap suka menghakimi, dan kesalahpahaman di antara rekan-rekan satu timnya. Setelah satu jam mendengarkan kekhawatirannya, saya menyarankan, “Mari kita bertanya kepada Tuhan Yesus apa yang Dia mau kita lakukan dalam situasi seperti ini.” Kami pun duduk diam selama lima menit, kemudian sesuatu yang luar biasa terjadi. Kami berdua merasakan damai sejahtera dari Allah turun menyelimuti kami. Kami merasa lebih tenang saat merasakan kehadiran dan tuntunan-Nya, sehingga kami merasa percaya diri untuk kembali menghadapi masalah yang ada.
Daya Jangkau Kasih
Mary Lee adalah seekor hiu putih besar dengan panjang hampir lima meter dan berat sekitar 1.587 kilogram yang dipasangi alat penanda khusus oleh para ahli kelautan di lepas pantai timur Amerika Serikat pada tahun 2012. Alat pemancar yang dipasangkan pada sirip punggungnya akan terlacak oleh satelit bila hiu tersebut naik ke permukaan. Selama lima tahun berikutnya pergerakan Mary Lee diamati secara online oleh para peneliti maupun peselancar di sepanjang pantai. Total jarak yang terlacak dari hiu itu kurang lebih sejauh 64.375 kilometer sampai suatu hari sinyalnya berhenti, kemungkinan karena daya baterai di alat pemancar pada hiu tersebut sudah habis.
Menangkap Rubah
Ketika pertama kalinya seekor kelelawar masuk ke dalam rumah, kami menganggap kedatangannya hanya kebetulan. Namun, setelah hal itu terjadi lagi, saya mulai mempelajari tentang makhluk kecil tersebut dan mendapati fakta bahwa kelelawar tidak membutuhkan celah yang lebar untuk menyelinap. Dengan lebar lubang setipis sisi koin saja mereka bisa masuk.