Lingkaran Kecil
Seorang teman sekelas memberikan kepada keluarga kami seekor anjing collie yang sudah terlalu tua untuk beranak. Tak lama kemudian kami menyadari bahwa anjing cantik itu pernah menghabiskan sebagian besar hidupnya dikurung di dalam kandang yang kecil. Akibatnya, ia hanya bisa berjalan berputar-putar dalam lingkaran kecil. Ia tidak bisa bermain menangkap barang yang dilemparkan kepadanya, dan tidak bisa lari dengan lurus. Bahkan ketika dilepaskan untuk bermain-main di halaman yang luas, ia mengira masih berada di dalam kandang.
Perkara Besar!
Pada tanggal 9 November 1989, dunia terperangah mendengar kabar runtuhnya Tembok Berlin. Tembok yang membagi dua kota Berlin di Jerman itu akhirnya runtuh, dan kota yang sudah terbelah selama dua puluh delapan tahun pun dipersatukan kembali. Meski pusat kebahagiaan itu ada di Jerman, tetapi seluruh dunia yang menyaksikan ikut bergembira. Perkara besar telah terjadi!
Gunakan Keunikan Anda
Saya pernah diundang untuk bertemu dengan seorang pianis terkenal dunia. Karena sejak kecil saya sudah berkutat dengan musik—bermain biola dan piano, dan terutama menyanyi solo di gereja dan acara-acara lainnya—saya senang sekali mendapatkan kesempatan ini.
Berdoa dan Mengasihi
Jesse Owens, atlet atletik ternama, dibesarkan oleh orangtua yang beriman teguh kepada Yesus. Ia pun menjalani hidupnya dengan penuh iman dan keberanian. Owens pernah berlaga dalam Olimpiade tahun 1936 di Berlin sebagai satu dari segelintir orang Amerika berkulit hitam dalam kontingen AS. Di sana ia berhasil menyabet empat medali emas di depan Adolf Hitler dan para pendukung Nazi yang penuh dengan kebencian terhadap ras yang berbeda. Owens sempat berteman dengan seorang atlet asal Jerman bernama Luz Long. Dalam lingkungan yang dipenuhi propaganda Nazi, sikap Owens yang sederhana dalam menghidupi imannya ternyata berdampak besar pada Luz. Di kemudian hari, Long menulis kepada Owens: “Waktu di Berlin, saat pertama kalinya aku bicara denganmu, kau sedang berlutut, dan aku tahu kau pasti sedang berdoa . . . aku terpikir untuk percaya juga kepada Allah.”
Layak Kita Memuji
Sebagai lelaki yang mencoba teguh memegang prinsip, hari itu saya merasa sangat gagal. Apa yang telah saya lakukan? Saya tertidur. Masalahnya begini: saya menerapkan jam malam terhadap anak-anak saya ketika mereka keluar di malam hari. Saya percaya mereka anak-anak yang baik, tetapi saya memang terbiasa terjaga dan menunggu sampai mendengar pintu depan rumah kami dibuka. Saya harus memastikan bahwa mereka sudah pulang dengan selamat. Meski bukan keharusan, tetapi saya memilih melakukannya. Namun, suatu malam, saya dibangunkan putri saya yang berkata sambil tersenyum, “Ayah, aku sudah pulang dengan selamat. Ayah bisa masuk kamar sekarang.” Sebaik apa pun niat kita, terkadang kita tertidur selagi berjaga. Sesuatu yang wajar, dan juga sangat manusiawi.
Kesempatan Kedua
Di toko sepeda Second Chance dekat rumah kami, beberapa relawan memperbaiki sepeda-sepeda yang dibuang orang dan mendonasikannya ke anak-anak yang membutuhkan. Ernie Clark, sang pemilik toko, juga mendonasikan sepeda ke orang dewasa yang membutuhkan, seperti kaum tunawisma, mereka yang berkebutuhan khusus, dan para veteran perang yang berjuang untuk kembali ke tengah masyarakat. Bukan hanya sepeda-sepeda itu yang mendapat kesempatan kedua, orang-orang yang menerimanya pun terkadang mendapat kesempatan kedua. Seorang veteran perang menggunakan sepeda yang diterimanya untuk pergi menghadiri wawancara kerja.
Dikejutkan oleh Hikmat
“Sepertinya semakin aku bertambah tua, semakin Ayah terlihat bijak. Kadang saat aku menasihati anakku, aku mendengar perkataan Ayah keluar dari mulutku!”
Kamu Harus Rileks!
“Kamu harus rileks,” kata tokoh dokter dalam film besutan Disney berjudul Rescuers Down Under, saat sedang merawat Wilbur si elang laut yang terluka. “Rileks? Aku rileks, kok!” sergah Wilbur, yang jelas-jelas tidak rileks dan justru semakin panik. “Mau lebih rileks bagaimana lagi? Nanti aku malah mati!”
Hati Hamba
Koki. Perencana acara. Ahli nutrisi. Perawat. Itu hanya sebagian dari banyaknya tanggung jawab yang biasa dilakukan oleh ibu rumah tangga zaman modern. Pada tahun 2016, diperkirakan kaum ibu bekerja antara lima puluh sembilan sampai sembilan puluh enam jam setiap minggunya melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan anak-anak mereka.