Category  |  Santapan Rohani

Orang Baik dari Berbagai Bangsa

Di Yad Vashem, Museum Peringatan Holocaust di Yerusalem, saya dan suami mengunjungi taman Orang Baik dari Berbagai Bangsa, yang dibangun untuk menghormati mereka yang mempertaruhkan nyawa dalam menyelamatkan orang Yahudi selama peristiwa Holocaust. Di sana, kami bertemu sekelompok orang dari Belanda. Seorang wanita dari rombongan itu datang untuk melihat nama kakek dan neneknya yang tercantum pada plakat besar. Karena penasaran, kami pun bertanya tentang kisah keluarganya.

Bebas dalam Batasan

Suatu hari di musim dingin, anak-anak saya merengek untuk main seluncuran salju. Suhu saat itu hampir mencapai minus tujuh belas derajat Celcius. Kepingan-kepingan salju menerpa jendela kami. Saya mempertimbangkan sejenak permohonan mereka, lalu mengizinkan mereka—dengan syarat mereka harus berpakaian tebal, tidak boleh berjauhan, dan tidak boleh lebih dari 15 menit.

Sudut Pandang yang Luas

Dalam liputan upacara pelantikan presiden Amerika Serikat pertama yang berasal dari keturunan Afrika-Amerika, kamera televisi menyorot kerumunan warga dari hampir dua juta orang yang berkumpul untuk menyaksikan langsung peristiwa bersejarah tersebut. Koresponden CBS News, Bob Schieffer, berkata, “Aspek terbaik dari acara ini adalah sudut pengambilan gambarnya yang luas.” Tak ada cara lain yang lebih baik untuk menyorot kumpulan orang yang membentang dari Monumen Lincoln Memorial sampai ke Gedung Capitol.

Hal Besar

Seorang kerabat membutuhkan bantuan untuk membayar sewa bulanannya. Keluarga yang dimintai bantuan itu sebenarnya keberatan—apalagi mereka sendiri mempunyai pengeluaran tak terduga pada akhir tahun. Namun demikian, dalam ucapan syukur atas pemeliharaan Allah, mereka menguras tabungan untuk memberikan bantuan. Mereka pun merasa bahagia karena kerabat yang mereka tolong sangat berterima kasih atas bantuan itu.

Berusaha Mengesankan

Dalam perjalanan karyawisata yang dilakukan oleh suatu kelas perguruan tinggi, seorang dosen sangat pangling melihat salah satu mahasiswi unggulannya. Di kelas, ia biasa memakai sepatu setinggi 15 cm. Namun, saat berjalan dengan sepatu santai, tingginya tak lebih dari 153 cm. “Sepatu bertumit itu adalah tinggi badan impianku,” katanya sambil tertawa. “Tetapi sepatu bot ini adalah diriku apa adanya.”

Selalu Menjadi Anak Allah

Gereja kami memiliki kebiasaan untuk bergandeng tangan saat jemaat bersama-sama mengucapkan Doa Bapa Kami. Suatu kali di tengah kebaktian bersama orangtua, ketika satu tangan saya memegang tangan ibu dan tangan yang lain memegang tangan ayah, tiba-tiba saya terpikir bahwa saya akan selalu menjadi anak mereka. Meski sudah paruh baya, saya tetap disebut “anak perempuan Bapak Leo dan Ibu Phyllis”. Saya pun merenungkan bahwa ikatan tersebut tak hanya berlaku dengan mereka, tetapi juga dengan Allah. Saya akan selalu menjadi anak-Nya.

Nyanyian Alam Semesta

Dengan ilmu astronomi akustik, para ilmuwan dapat meneliti dan mendengar bunyi luar angkasa. Mereka menemukan bahwa gerakan orbit bintang ternyata menghasilkan suara seperti irama musik pada langit di malam hari. Seperti bunyi ikan paus bungkuk, resonansi bintang itu terletak pada frekuensi atau gelombang yang tidak terdengar oleh telinga manusia. Namun, alunan musik dari bintang dan ikan paus serta mahkluk-makhluk lainnya menciptakan simfoni yang mengumandangkan kebesaran Allah.

Ke Mana Tujuan Anda?

Apa yang menentukan arah hidup Anda? Suatu kali, saya mendengar jawabannya di tempat yang tak terduga, yaitu tempat kursus mengendarai motor. Saya dan sejumlah teman ingin mengendarai motor, jadi kami pun mendaftar kursus di sana. Salah satu materinya membahas tentang memusatkan perhatian.

Indahnya Cinta

“Jarabe Tapatio” adalah tarian asal Meksiko yang merayakan cinta. Dalam tarian berirama cepat ini, sang pria menaruh topi sombrero miliknya di atas lantai. Lalu, di akhir tarian, sang wanita akan mengambil topi itu dan keduanya pun bersembunyi dan berciuman di balik topi sebagai penegasan atas cinta mereka berdua.