Rahasia Agung
Suatu hari, ketika sedang berjalan-jalan bersama seorang kawan, kami berbincang-bincang tentang kecintaan kami pada Alkitab. Saya terkejut ketika ia mengatakan, “Aku tak terlalu suka dengan Perjanjian Lama. Isinya penuh dengan kekerasan dan balas dendam. Aku lebih suka membaca tentang Yesus!”
Kasih yang Dahsyat
Tepat seminggu sebelum hari pernikahannya, Sarah memutuskan pertunangannya. Meski sedih dan kecewa, ia memutuskan untuk tidak menyia-nyiakan makanan yang telah dipesan untuk resepsi pernikahannya itu. Jadi, ia pun mengubah rencananya. Ia menyingkirkan meja tempat hadiah dan mengundang para penghuni rumah-rumah penampungan tunawisma di kotanya untuk datang ke perjamuan tersebut.
Sahabatku yang Terkasih
Yang dilakukan oleh Rasul Yohanes kepada sahabatnya, Gayus, di abad pertama merupakan seni yang nyaris punah di abad ke-21 sekarang ini. Yohanes menulis surat kepada Gayus.
Pemulihan yang Besar
Saya sangat menyukai hujan lebat. Waktu masih kanak-kanak, manakala hujan lebat datang—dengan guntur yang menggelegar dan air yang turun menghunjam ke bumi—saya dan saudara-saudara saya langsung lari keluar rumah untuk bermain air dan meluncur di bawah guyuran hujan. Setelah beberapa saat lamanya, kami pun masuk kembali ke rumah dalam keadaan basah kuyup.
Kasih Tanpa Batas
Seorang teman baik menasihati saya untuk menjauhi pemakaian ungkapan “kamu itu selalu . . .” atau “kamu itu tak pernah . . .” dalam pertengkaran, terutama dengan keluarga saya. Alangkah mudahnya kita mengkritik orang lain dan lalai mengasihi orang-orang yang sepatutnya kita kasihi. Namun, kasih Allah yang kekal bagi kita semua tidak pernah berubah.
Pendosa seperti Kita
Saya punya seorang teman bernama Edith yang menceritakan kepada saya pengalamannya yang menarik ketika ia memutuskan untuk percaya kepada Tuhan Yesus.
Mengatasi Tantangan
Saya dan beberapa teman berkumpul tiap bulan untuk saling mengingatkan tentang hal-hal yang ingin kami capai masing-masing. Teman saya, Mary, ingin melapis ulang kursi-kursi ruang makannya sebelum akhir tahun. Pada pertemuan bulan November, dengan bercanda ia melaporkan kemajuan yang dialaminya di bulan Oktober: “Butuh waktu sepuluh bulan dan dua jam untuk memperbaiki kursi-kursiku.” Setelah berbulan-bulan gagal mendapatkan bahan-bahan yang diperlukan, atau sulit menemukan waktu luang di sela-sela pekerjaan yang padat atau mengasuh anak balitanya, proyek tersebut ternyata hanya membutuhkan waktu dua jam jika dikerjakan dengan sepenuh hati.
Pengharapan dalam Duka
Ketika saya berumur sembilan belas tahun, salah seorang teman dekat saya meninggal dunia dalam kecelakaan mobil. Selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan kemudian, saya terus diliputi dukacita. Kepedihan yang saya rasakan karena kehilangan seorang teman yang masih muda dan luar biasa itu telah mengaburkan pandangan saya. Adakalanya saya tidak menyadari apa yang sedang terjadi di sekeliling saya. Saya begitu dibutakan oleh duka dan derita hingga saya tidak lagi bisa melihat Tuhan.
Lebah dan Ular
Untuk beberapa masalah di rumah, rasanya cuma saya yang bisa menyelesaikannya. Sebagai contoh, baru-baru ini anak-anak saya menemukan sekumpulan lebah telah berpindah ke sebuah celah di tembok teras depan. Jadi, saya pun harus membereskan masalah itu dengan bersenjatakan semprotan serangga.