Category  |  Santapan Rohani

Mengenal dan Mengasihi

“Jesus loves me, this I know, for the Bible tells me so” (Yesus sayang padaku, Alkitab mengajarku)” adalah pesan dari salah satu lagu rohani yang paling diingat orang, terutama oleh anak-anak. Ditulis oleh Anna B. Warner pada tahun 1800-an, lirik itu secara lembut menegaskan hubungan kita dengan Yesus—yaitu bahwa kita disayang dan dikasihi-Nya.

Allah yang Pemarah?

Ketika mempelajari tentang mitologi Yunani dan Romawi di perguruan tinggi, saya terkesima dengan sifat dari dewa-dewi dalam kisah-kisah itu yang tidak stabil dan cenderung mudah marah. Hidup orang-orang yang menjadi sasaran kemarahan para dewa itu akan hancur, dan kadang terjadi tanpa alasan yang kuat.

Membaur

Lee adalah pegawai bank yang rajin dan dapat diandalkan. Namun, karena ingin menerapkan imannya dengan sungguh-sungguh, ia sering harus tampil beda dalam pergaulan sehari-hari. Misalnya, ketika ia memilih untuk keluar dari ruang istirahat di kantornya saat percakapan sudah menjurus ke hal-hal yang tidak senonoh. Dalam kelompok penggalian Alkitab yang diikutinya, ia menceritakan pergumulannya, “Aku takut kehilangan kesempatan untuk dipromosikan karena tak mau membaur.”

Apa Isinya?

“Apakah kamu mau lihat apa isinya?” tanya teman saya Emily. Saya baru saja memuji boneka kain yang sedang dipeluk putrinya yang masih kecil. Saya memang sangat ingin tahu apa isi boneka itu. Teman saya membalik boneka itu dan membuka ritsleting tersembunyi yang dijahit pada punggung boneka tersebut. Dari dalam tubuh boneka itu, Emily dengan lembut mengeluarkan sebuah harta terpendam: boneka kain yang pernah disayang dan disukainya selama bertahun-tahun di masa kanak-kanaknya, lebih dari dua puluh tahun lalu. Boneka “luar” itu hanya sekadar bungkus jika tanpa boneka “dalam” yang menopang dan memberikan bentuk pada boneka “luar” itu.

Hati Sebagai Hamba

Hari itu pekerjaan di kantor sangat melelahkan. Namun saat sampai di rumah, tiba waktunya bagi saya untuk memulai “pekerjaan lain”: menjadi ayah yang baik. Sambutan dari istri dan anak saya segera berubah menjadi, “Pa, mau makan malam apa?” “Pa, boleh ambilkan aku minum?” “Pa, main bola yuk?”

Batu Peringatan

Terkadang saat membuka Facebook, saya ditunjukkan pada “kenangan”—hal-hal yang pernah saya unggah pada hari yang sama di tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah kenangan itu, seperti foto pernikahan kakak saya atau video putri saya yang sedang bermain dengan nenek saya, biasanya membuat saya tersenyum. Namun, sebagian kenangan yang lain memberikan dampak emosional yang lebih mendalam. Ketika membaca lagi tulisan tentang menengok saudara ipar yang menjalani kemoterapi atau melihat foto jahitan di kulit kepala ibu saya setelah operasi pada otaknya tiga tahun lalu, saya diingatkan pada kehadiran Allah yang setia di masa-masa sulit tersebut. Kenangan yang ditampilkan oleh Facebook itu mendorong saya untuk berdoa dan bersyukur.

Penghapus Utang

Saya coba menahan air mata saat mencermati tagihan pengobatan saya. Mengingat gaji suami saya yang turun jauh jika dibandingkan dengan pekerjaan lamanya, membayar setengah dari jumlah tagihan itu saja memerlukan cicilan bulanan selama bertahun-tahun. Saya berdoa sebelum menelepon klinik untuk menjelaskan situasi kami dan meminta dibuatkan rencana pembayaran yang sanggup saya tanggung.

Satu Nama

Cleopatra, Galileo, Shakespeare, Elvis, Pelé. Mereka begitu terkenal sehingga satu kata dari nama mereka sudah cukup untuk mengenali mereka. Tokoh-tokoh tersebut menjadi terkenal karena diri mereka dan apa yang mereka lakukan. Namun, ada satu nama lain yang jauh lebih unggul daripada mereka atau nama-nama lain di dunia!

Hadiah dari Orang Majus

Alkisah sepasang anak muda yang saling mencintai tetapi tidak mempunyai banyak uang. Menjelang Natal, keduanya bersusah-payah mencari hadiah yang akan menunjukkan besarnya cinta mereka kepada pasangannya. Akhirnya, pada malam Natal, Della menggunting rambutnya yang sepanjang lutut dan menjualnya agar dapat membeli rantai berbahan platinum untuk arloji milik Jim yang diwarisinya dari ayah dan kakeknya. Namun sayang sekali, ternyata Jim telah menjual arlojinya agar dapat membeli seperangkat sisir yang mahal untuk rambut Della.