Melihat Mahakarya
Ayah saya bekerja sebagai pembuat tempat anak panah yang dirancang khusus sesuai pesanan para pemanah. Ia mengukir gambar satwa liar dengan detail rumit di atas potongan kulit, sebelum menjahit potongan-potongan tersebut menjadi satu.
Petak Umpet
“Tidak kelihatan!”
Melayani dan Dilayani
Marilyn telah sakit selama beberapa minggu dan banyak orang menguatkannya sepanjang masa-masa sulit tersebut. Bagaimana aku dapat membalas semua kebaikan mereka? pikir Marilyn dengan cemas. Kemudian suatu hari ia membaca doa yang tertulis demikian: “Berdoalah agar [orang lain] semakin rendah hati, sehingga mereka tidak hanya bersedia melayani, tetapi juga mau dilayani.” Marilyn pun menyadari bahwa balasan yang setimpal itu tidak diperlukan, tetapi ucapan terima kasih dan mengizinkan orang lain menikmati sukacita dari melayani saja sudah cukup.
Dalam Hadirat-Nya
Brother Lawrence, biarawan dari abad ke-17, terbiasa berdoa sebelum memulai pekerjaannya sehari-hari sebagai juru masak di komunitasnya seperti ini: “Ya Allahku . . . berilah kepadaku anugerah-Mu untuk tinggal dalam hadirat-Mu. Tolonglah aku dalam pekerjaanku. Kuasailah seluruh perasaanku.” Selama bekerja, ia senantiasa berbicara kepada Allah, memperhatikan petunjuk-Nya, dan mengabdikan pekerjaannya itu kepada-Nya. Bahkan pada saat ia sangat sibuk, ia akan mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri dan memohon anugerah-Nya. Apa pun yang terjadi, Lawrence mencari dan mendapati kasih dari Penciptanya.
Apalagi!
Pada Oktober 1915, semasa Perang Dunia I, Oswald Chambers tiba di Kamp Zeitoun, pusat pelatihan militer di dekat Kairo, Mesir. Di sana Chambers melayani sebagai pembina rohani bagi para tentara Persemakmuran Inggris. Dalam salah satu kebaktian di malam hari, 400 orang memenuhi sebuah tenda pertemuan yang besar untuk mendengarkan Chambers membahas tema “Apa Manfaat Doa?”. Setelah itu, saat berbincang secara pribadi dengan para prajurit yang berusaha mencari Allah di tengah medan peperangan, Oswald sering mengutip Lukas 11:13, “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”
Kasih yang Besar
Baru-baru ini, kami menjemput Moriah, cucu perempuan kami yang berusia 22 bulan, untuk bermalam pertama kalinya tanpa kakak-kakak lelakinya. Kami mencurahkan kasih sayang dan perhatian total kepada Moriah. Kami ikut melakukan semua aktivitas yang ia sukai. Keesokan harinya, setelah mengantar Moriah pulang, kami pamit dan melangkah menuju pintu. Saat itu juga, tanpa mengucapkan apa-apa, Moriah meraih tas yang dibawanya menginap (yang masih tergeletak di dekat pintu) dan kembali mengikuti kami keluar.
Kebaikan Berlipat Ganda
Cheryl terkejut ketika ia menepi untuk mengantar pesanan pizza. Ia pikir yang ditujunya adalah sebuah rumah, tetapi sekarang ia justru berdiri di halaman depan sebuah gereja. Cheryl yang bingung membawa masuk pesanan pizza pepperoni itu dan kemudian ditemui oleh seorang pendeta.
Hadiah Terindah
Suami saya baru-baru ini merayakan ulang tahun di usianya yang istimewa, yakni usia yang angkanya diakhiri dengan nol. Saya berusaha keras memikirkan cara terbaik untuk menghormatinya pada kesempatan istimewa ini. Saya membahas banyak ide dengan anak-anak kami agar mereka menolong saya memutuskan cara mana yang terbaik. Saya ingin perayaan kami mencerminkan makna penting dari usianya sekarang dan mengungkapkan betapa dirinya sangat berarti bagi keluarga kami. Saya ingin hadiah kami sesuai dengan arti penting dari pencapaian tersebut dalam hidupnya.
Bumi yang Indah
Ketika mengorbit bulan pada tahun 1968, Bill Anders, salah seorang astronaut pesawat Apollo 8, berusaha menggambarkan permukaan bulan yang dilihat oleh para awak pesawat. Bill menyebutnya sebagai “pemandangan yang kelam . . . sebuah tempat yang tak memikat dan dingin.” Kemudian masing-masing awak bergantian membacakan Kejadian 1:1-10 kepada pemirsa televisi. Setelah Komandan Frank Borman selesai membaca ayat 10, “Allah melihat bahwa semuanya itu baik,” ia menutup dengan berkata, “Tuhan memberkati Anda semua, Anda semua yang tinggal di bumi yang indah.”