Category  |  Santapan Rohani

Sampai Kapan?

Setelah menikah, saya mengira akan segera memiliki anak. Hal itu tidak terjadi dan rasa sedih karena kemandulan tersebut membuat saya bersimpuh mencari Allah. Saya sering berseru kepada-Nya, “Sampai kapan, ya Tuhan?” Saya tahu Allah sanggup mengubah keadaan saya. Lalu, mengapa Dia tidak melakukannya?

Beban Masa Lalu

Dalam perjalanan menuju kantor, saya mendengarkan lagu “Dear Younger Me” (Hai Diriku di Masa Lalu). Dengan indah, sang penyanyi bertanya: Seandainya Anda bisa kembali ke masa lalu, apa yang akan Anda katakan kepada diri Anda sendiri? Saya pun terpikir tentang segala peringatan dan petuah yang bisa saya berikan kepada diri saya yang masih muda dan belum berpengalaman. Banyak dari kita tentu pernah terpikir tentang hal-hal tertentu di masa lalu yang dapat kita lakukan dengan cara yang berbeda—seandainya saja ada kesempatan untuk mengulang kembali semua itu.

Memelihara Kita

Putrinya pulang dari luar negeri dengan kondisi kesehatan yang kurang baik. Ketika rasa sakitnya tak lagi tertahankan, Betty dan suaminya membawa putri mereka ke UGD. Para dokter dan perawat memeriksanya, dan setelah beberapa jam salah seorang perawat berkata kepada Betty, “Putri Anda akan baik-baik saja! Kami akan merawatnya dengan baik agar ia segera pulih.” Mendengar kabar itu, Betty merasa begitu damai dan dikasihi. Ia menyadari bahwa meskipun ia dapat menjaga putrinya begitu rupa, Tuhanlah Bapa yang terbaik, yang memelihara kita anak-anak-Nya dan menghibur kita di masa-masa sulit.

Interupsi Ilahi

Para ahli setuju bahwa setiap hari sejumlah besar waktu yang kita miliki tergerus oleh beragam interupsi. Baik di tempat kerja atau di rumah, dering telepon atau kunjungan tak terduga dapat dengan mudah mengalihkan perhatian kita dari apa yang kita anggap sebagai tujuan utama kita.

Terlahir di Masa Krisis

Marc mengingat momen masa kecilnya saat ayahnya memanggil semua anggota keluarga untuk berkumpul. Mobil mereka rusak, dan keluarga mereka akan kehabisan uang pada akhir bulan itu. Ayah Marc berhenti sejenak dan berdoa. Lalu ia meminta keluarganya untuk menantikan jawaban dari Allah.

Sahabat Doa yang Sempurna

Rasanya tidak banyak hal yang lebih indah daripada doa-doa yang dinaikkan untuk Anda oleh seseorang yang mengasihi Anda. Saat mendengarkan seorang sahabat mendoakan kita dengan ketulusan dan hikmat dari Allah, rasanya kita sedang berada dalam sebuah pengalaman ilahi.

Perlu Waktu untuk Bertumbuh

Pada hari pertamanya di kelas prasekolah, si kecil Charlotte diminta untuk menggambar dirinya sendiri. Gambarnya sangat sederhana—badan bulat, kepala oval, dan dua bulatan mata. Kemudian pada hari terakhirnya di kelas itu, Charlotte kembali diminta untuk menggambar dirinya. Kali ini ia menggambar seorang anak perempuan kecil dengan baju warna-warni, wajah penuh senyum dengan garis-garis yang jelas, dan rambut merah panjang yang terurai dengan indah. Sekolah itu menggunakan sebuah tugas sederhana untuk menunjukkan bagaimana seorang anak bertumbuh dewasa seiring waktu.

Diperbarui Lahir Batin

Beberapa tahun lalu, sebuah penerbit melakukan kesalahan besar. Sebuah buku yang telah berada di pasaran selama beberapa tahun diputuskan untuk diperbarui. Penulisnya menulis kembali buku itu agar tidak ketinggalan zaman. Namun masalah terjadi ketika revisi itu diterbitkan. Penerbit mencetak ulang buku itu dengan sampul baru yang menarik, tetapi isi bukunya masih versi yang lama.

Iman yang Segar

Dahulu ketika putra kami bergumul dengan kecanduan heroin, jika Anda mengatakan kepada saya bahwa suatu hari kelak Allah akan memakai pengalaman kami untuk menguatkan keluarga lain dengan pergumulan serupa, saya pasti akan sulit menerimanya. Memang Allah bekerja dengan cara-Nya sendiri untuk memunculkan kebaikan yang tidak selalu mudah dilihat dari situasi-situasi sulit, terutama ketika kita sedang berada dalam situasi tersebut.