Category  |  Santapan Rohani

Menjaga Pergaulan Kita

Sebuah penelitian ilmiah mengungkapkan bahwa menonton program TV yang menampilkan tokoh-tokoh berperilaku kasar dapat benar-benar mempengaruhi orang untuk ikut menjadi kasar. Berbagai bentuk kekasaran, baik perkelahian maupun gosip yang merusak, memicu otak penonton untuk meniru perilaku serupa. Pengaruh ini sering kali terjadi di alam bawah sadar, sehingga tontonan yang menyajikan lelucon yang merendahkan orang lain mungkin tampak “tidak berbahaya,” tetapi sebenarnya mempengaruhi secara halus cara kita memperlakukan sesama. Begitu pula, perilaku kita dapat dipengaruhi oleh orang-orang yang kita pilih untuk bergaul dengan kita.

Pulih dari Pengkhianatan

Dalam salah satu novelnya, Toni Morrison menceritakan kisah Nel dan Sula yang bersahabat sejak kecil. Namun, persahabatan itu mulai retak seiring dengan bertambahnya keegoisan Sula, dan mencapai puncaknya saat ia berusaha merayu suami Nel. “Mengapa kamu tidak memikirkan perasaanku?” tanya Nel kepada Sula. “Apakah aku tidak berarti bagimu?” Sayangnya, Sula bahkan tidak cukup peduli untuk menjawabnya.

Perkataan yang Memuliakan Allah

Saat Alex, seorang editor penerbitan, mengecek emailnya, ia sudah siap membaca pesan penuh kemarahan dari seorang penulis. Beberapa bulan terakhir ini, ia bekerja sama dengan seorang pebisnis terkemuka untuk menghasilkan sebuah buku. Namun, tiba-tiba saja, penerbit memutuskan untuk membatalkan penerbitan buku tersebut karena masalah internal. Setelah memberitahukan kabar mengecewakan itu kepada sang penulis, Alex pun menyiapkan diri untuk menghadapi balasan yang kurang bersahabat.

Air Hidup dari Kristus

Saat memandangi lukisan etsa Christ and the Woman of Samaria (Kristus dan Perempuan Samaria) karya seniman Belanda Rembrandt, ada dua detail yang menarik perhatian saya. Yang pertama adalah posisi Yesus yang merendahkan diri-Nya, membungkuk ke depan dengan tangan di dada-Nya, saat berbicara dengan si perempuan Samaria. Karena permusuhan berabad-abad di antara kedua kelompok, orang Yahudi pada umumnya “tidak bergaul dengan orang Samaria” (Yoh. 4:9). Namun, Yesus menjangkau perempuan yang dipandang sebelah mata itu dengan sikap hormat dan bermartabat (ay.17-18).

Melayani Allah, Bukan Diri Sendiri

Firaun Ramses II dari Mesir kuno senang mengagungkan dirinya sendiri, sehingga ia mendirikan banyak bangunan untuk menghormati namanya, termasuk berbagai monumen yang menampilkan wujud fisiknya. Salah satunya adalah patung raksasa berbahan granit merah, yang berdiri megah dengan tinggi 11 meter dan berat 83 ton. Namun, hidup penguasa yang angkuh ini penuh dengan derita. Saat meninggal dunia, ia diketahui menderita masalah serius pada gigi, radang sendi, dan penyakit jantung kronis. Meski beberapa monumen peninggalannya masih bertahan lama, pada akhirnya, seperti manusia biasa lainnya, Ramses II pun wafat.

Berlabuh Teguh di dalam Allah

Di pagi hari, suami saya Dan menyalakan ponsel untuk memutar lagu rohani favoritnya, “My Soul Is Anchored” (Jiwaku Berlabuh Teguh). Liriknya mengungkapkan pengharapan pada Allah di masa-masa sulit. Dan ikut menyanyikan liriknya yang memperingatkan tentang ombak yang bergulung-gulung dan gelombang air yang menghantam karang. Namun, seperti dinyatakan lagu itu, kita tidak tergoyahkan, karena Allah memegang kita erat.

Siap untuk Menolong

Teman saya perlu melatih cara parkir paralel sebelum menjalani ujian mengemudinya dalam waktu dekat. Saya berharap dapat menemukan tempat yang aman untuk mengajarinya. Lalu, muncullah ide untuk pergi ke sebuah gereja di lingkungan kami yang memiliki lahan parkir luas. Sekalipun kurang ideal, kami menata area parkir itu menjadi tempat latihan dengan menggunakan sejumlah kursi lipat. Teman saya lalu mencoba untuk pertama kalinya memundurkan mobil ke area di antara kursi-kursi tersebut.

Irama Sukacita

Sebuah penelitian ilmiah berusaha menyelidiki seberapa besar kepekaan musikal manusia yang bersifat kultural dan berapa yang bersifat naluriah. Penelitian itu dilakukan dengan memperdengarkan irama drum pada bayi-bayi yang baru lahir sambil memantau aktivitas gelombang otak mereka. Para peneliti sesekali menghilangkan satu ketukan dari irama tersebut. Secara menakjubkan, mereka menemukan bahwa gelombang otak bayi akan melonjak persis ketika ketukan itu dihilangkan. Ini menunjukkan bahwa sejak kecil, akal mereka sudah bisa mengantisipasi ketukan tersebut dan bereaksi saat itu dihilangkan.

Berjalan Seperti Yesus

Ben sudah biasa membeli perangkat lunak bajakan selama bertahun-tahun, karena harganya lebih murah. Meski itu adalah tindakan ilegal dan melanggar hak cipta, ia tidak merasa salah secara moral. Lagi pula, bukankah semua orang melakukannya juga? Mengapa ia harus membeli perangkat lunak asli yang mahal harganya? Siapa pula yang akan memeriksanya?