Lebih dari yang Kita Bayangkan
Apa sajakah lima mainan terbaik sepanjang masa? Jonathan H. Liu menyebutkan benda-benda berikut ini: Tongkat, kotak, tali, gulungan karton, dan tanah (dari kolom GeekDad di wired.com). Semua benda itu tersedia di mana-mana, serbaguna, cocok untuk segala usia, harganya terjangkau, bisa dikembangkan sebebas imajinasi kita, dan tidak diperlukan baterai untuk memainkannya.
Jangan Pernah Menyerah!
Joop Zoetemelk menjadi pembalap sepeda paling sukses dari Belanda karena ia tidak pernah menyerah. Ia berhasil menyelesaikan lomba Tour de France sebanyak 16 kali; dengan menempati posisi kedua sebanyak lima kali sebelum menjuarainya pada tahun 1980. Itulah yang disebut ketekunan!
Yang Terbaik Masih akan Dijelang
Apakah masa-masa terbaik dalam hidup Anda sudah terjadi di masa lalu atau baru akan Anda jelang di masa depan? Cara pandang kita terhadap kehidupan—dan jawaban atas pertanyaan tadi—dapat berubah seiring waktu. Semasa muda, kita melihat ke masa depan dan ingin segera tumbuh dewasa. Setelah kita dewasa dan bertambah tua, kita merindukan masa lalu dan ingin menjadi muda lagi. Namun saat kita berjalan bersama Allah, berapa pun usia kita, masa-masa terbaik itu masih akan kita jelang!
Harga Tiket Masuk
Setiap tahun, sekitar dua juta orang dari seluruh penjuru dunia mengunjungi Katederal St. Paul di London, Inggris. Harga tiket masuknya sepadan dengan pengalaman menikmati bangunan megah yang dirancang dan dibangun oleh Sir Christopher Wren di akhir abad ke-17. Namun wisata bukanlah maksud utama dari tempat ibadah umat Kristen itu. Misi utama dari katedral tersebut adalah “memampukan orang-orang dari latar belakang mana pun untuk mengalami kehadiran Allah dalam Yesus Kristus yang mengubahkan hidup mereka.” Jika Anda ingin berwisata mengelilingi bangunan itu dan mengagumi arsitekturnya, Anda harus membayar tiket masuk. Namun untuk masuk dan mengikuti ibadah yang diadakan sepanjang hari di Katederal St. Paul, Anda tidak dikenai biaya apa pun.
Memelihara Iman
Mudah untuk berpikir bahwa iman adalah semacam formula ajaib. Artinya, jika seseorang memiliki iman dalam kadar yang secukupnya, ia akan kaya raya, selalu sehat, menjalani hidup yang bahagia, dan setiap doa yang dipanjatkannya langsung menerima jawaban. Namun sayangnya, kehidupan tidak berjalan seperti formula yang tersusun rapi itu. Sebagai bukti, penulis kitab Ibrani menyajikan pengingat yang sangat kuat tentang makna “iman sejati” dengan mengulas kehidupan beberapa pahlawan iman dari Perjanjian Lama (Ibr. 11).
Kasihilah Sesamamu Manusia
Konon, ada seorang antropolog yang baru saja menyelesaikan penelitiannya selama berbulan-bulan di sebuah desa kecil. Selagi menunggu tumpangan menuju bandara untuk perjalanannya pulang, ia pun memutuskan untuk mengisi waktunya dengan membuat sebuah permainan bagi sejumlah anak. Idenya adalah mengadakan lomba lari untuk mendapatkan sekeranjang buah dan permen yang diletak-kannya di dekat pohon. Namun, pada saat ia memberi aba-aba untuk mulai berlari, tidak ada seorang anak pun yang berlari melaju ke garis akhir. Sebaliknya, anak-anak itu bergandengan tangan dan berlari bersama menuju pohon tersebut.
Sahabat Selamanya
Satu perkataan bijak yang pernah saya dengar dan sekarang saya hargai berasal dari ayah saya. Ia sering berkata, “Joe, sahabat adalah salah satu harta yang paling bernilai dalam hidup.” Benar sekali! Anda tidak akan pernah sendirian bila Anda mempunyai sahabat. Mereka memperhatikan kebutuhan Anda dan rela berbagi sukacita dan ikut menanggung beban hidup kita.
Kerentanan yang Terlihat
Saat menjalani pemulihan beberapa minggu setelah bahu saya dioperasi, hati saya merasa takut. Saya telah terbiasa memakai penyangga bahu, tetapi dokter dan terapis fisik mengatakan bahwa saya tidak perlu lagi memakainya. Pada saat itulah saya membaca pernyataan ini: “Pada tahap pemulihan, penyangga bahu tidak lagi diperlukan kecuali sebagai tanda kerentanan yang terlihat dalam situasi yang tak terkendali.”
Saling Menajamkan
Perkataan teman saya itu sungguh menyakitkan. Sembari berusaha tidur, saya berjuang untuk berhenti memikirkan komentar-komentar pedasnya tentang ketegasan sikap saya. Di atas tempat tidur itu, saya meminta hikmat dan ketenangan dari Allah. Beberapa minggu kemudian, karena masih terusik oleh masalah itu, saya pun berdoa, “Aku terluka, ya Tuhan, tetapi tunjukkan padaku apa yang perlu kuubah. Tunjukkanlah padaku apa yang benar dari pendapatnya.”