Beristirahat dan Menanti
Saat itu tepat siang hari. Karena letih setelah menempuh perjalanan panjang, Yesus beristirahat di samping sumur Yakub. Murid-murid-Nya telah pergi ke kota Sikhar untuk membeli roti. Seorang wanita keluar dari kota untuk menimba air . . . dan menemukan Sang Mesias. Diceritakan bahwa wanita tersebut kemudian cepat-cepat kembali ke kotanya dan mengundang orang-orang untuk datang menemui “seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat” (Yoh. 4:29).
Tak Melihat, tetapi Mengasihi
Seperti pada umumnya dalam komunitas blogging, saya tidak pernah bertemu dengan seseorang yang menyebut dirinya BruceC. Namun saat istri dari BruceC mengabarkan pada komunitas kami bahwa suaminya sudah meninggal dunia, banyaknya tanggapan yang berdatangan dari berbagai tempat memperlihatkan bahwa kami sadar kami telah kehilangan seorang teman.
Pembawa Kasih
Dalam pelayanan saya sebagai pembina rohani, terkadang saya diminta untuk menolong seseorang dalam pergumulannya. Saya merasa senang bisa membantu mereka, dan kenyataannya, sayalah yang belajar banyak dari mereka. Contohnya ketika seorang petobat baru yang jujur berkata kepada saya dengan pasrah, “Saya rasa lebih baik tidak membaca Alkitab. Semakin banyak saya tahu tentang apa yang Allah harapkan dari diri saya, saya justru semakin menghakimi orang lain yang tak berperilaku seperti yang tertulis dalam Alkitab.”
Awal yang Baru
Sewaktu masih kecil, salah satu buku favorit saya adalah Anne of Green Gables (Anne dari Green Gables) karya Lucy Maud Montgomery. Dalam salah satu bagian yang kocak, diceritakan bahwa Anne yang masih kecil tidak sengaja memasukkan obat kulit dan bukannya bubuk vanili ke dalam adonan kue yang sedang dibuatnya. Setelah itu, ia berseru dengan nada ceria pada Marilla, pengawasnya yang bertampang galak, “Alangkah menyenangkannya membayangkan bahwa esok adalah hari baru yang belum ternoda oleh kesalahan apa pun!”
Senjata Ilahi Kita
Di bawah pengawasan Nehemia, para pekerja Israel membangun kembali tembok yang mengelilingi Yerusalem. Akan tetapi, di tengah proses pembangunan itu, mereka mendengar berita tentang musuh-musuh mereka yang bersekongkol untuk menyerang Yerusalem. Kabar itu semakin menjatuhkan semangat para pekerja yang sudah kelelahan itu.
Teruslah Mendaki!
Richard membutuhkan dorongan, dan ia mendapatkannya. Ia sedang memanjat tebing bersama Kevin, temannya yang bertugas sebagai belayer (orang yang mengamankan pemanjat dengan memegangi tambang di bawahnya). Karena merasa lelah, Richard ingin menyerah saja dan meminta Kevin menurunkannya agar ia dapat kembali ke tanah. Namun Kevin mendorong Richard untuk bertahan, dengan berkata bahwa ia sudah mendaki cukup jauh dan sayang jika ia memilih untuk turun. Sambil terayun di udara, Richard pun memutuskan untuk melanjutkan usahanya. Luar biasa, Richard berhasil mengait-kan dirinya kembali dengan tebing itu dan menyelesaikan pemanjatan berkat dorongan dari temannya.
Tidak Dilupakan
Dalam perayaan ulang tahun sang ibu yang ke-50, di hadapan ratusan tamu yang hadir, Kukua si putri sulung menceritakan kembali tentang apa yang telah dilakukan sang ibu untuknya. Kukua teringat pada masa-masa sulit di mana mereka tidak memiliki banyak uang. Di tengah keadaan itu, sebagai orangtua tunggal, sang ibu rela melepaskan kenyamanan dirinya. Ibunya menjual perhiasan yang disayanginya dan barang-barang berharga lainnya supaya Kukua dapat bersekolah hingga tamat SMA. Dengan berlinang air mata, Kukua mengatakan bahwa sesulit apa pun situasi pada masa itu, ibunya tidak pernah meninggalkannya ataupun saudara-saudaranya.
Roh Kudus yang Dijanjikan
Kegigihan dan keberanian—dua sifat yang menonjol dari Elisa. Meluangkan waktu bersama Elia telah membuat Elisa menyaksikan cara Tuhan bekerja melalui nabi-Nya dengan melakukan mukjizat dan menyatakan kebenaran di tengah zaman yang bengkok. 2 Raja-Raja 2:1 bercerita tentang Elia yang hendak diangkat Tuhan ke surga, dan Elisa yang tidak ingin Elia pergi.
Tak Ada Sukacita yang Lebih Besar
Sebagai pasangan suami-istri dengan tiga anak laki-laki yang masih kecil, hidup Bob dan Evon Potter mengalami perubahan yang dahsyat dan indah. Pada tahun 1956, mereka menghadiri KKR yang dipimpin Billy Graham di kota Oklahoma, dan di sana mereka memberikan hidup mereka kepada Kristus. Setelah itu, mereka rindu menjangkau sesama dengan membagikan kesaksian mereka dan kebenaran tentang Kristus. Maka mereka membuka pintu rumah mereka setiap Sabtu malam bagi para siswa dan mahasiswa yang rindu mempelajari Alkitab. Seorang teman mengajak saya untuk bergabung sehingga saya pun sangat sering berkunjung ke rumah keluarga Potter.