Tidak Akan Merasa Hampa
Cucu kami, Julia, pernah menghabiskan musim panas dengan melayani di panti asuhan di Busia, Uganda. Di hari terakhirnya di sana, ia menemui setiap anak untuk mengucapkan salam perpisahan. Seorang gadis kecil bernama Sumaya menjadi sangat sedih dan berkata padanya, “Besok kau akan meninggalkan kami, dan minggu depan bibi-bibi (para pekerja) yang lain juga akan pergi.”
Kasih Dan Dukungan
Saya pernah menerima sepucuk surat dari seorang sahabat yang melayani di sebuah panti asuhan di suatu negara berkembang. Demikian tulisnya: “Ketika kemarin aku duduk di meja kerjaku, aku melihat ada barisan semut di lantai. Saat mengikuti jejak semut itu, aku kaget melihat ribuan semut telah memenuhi dinding kantor kami luar-dalam. Semuanya sudah mereka kerubungi. Untungnya salah seorang pekerja kami turun tangan untuk membereskannya. Kurang dari sejam kemudian, semua semut itu pun pergi.”
Hidup Melawan Arus
Sungai Chicago tidaklah seperti sungai-sungai lainnya. Hal itu dikarenakan arusnya yang mengalir terbalik. Para insinyur memutar balik arusnya lebih dari seabad yang lalu, karena warga kota menggunakan sungai itu sebagai tempat membuang sampah. Semua limbah rumah tangga dan industri mengalir melalui sungai ini hingga kemudian bermuara ke Danau Michigan. Karena air danau tersebut merupakan sumber air minum bagi penduduk Chicago, ribuan orang jatuh sakit dan meninggal dunia, sebelum pemerintah kota akhirnya memutuskan untuk mengubah arus sungai ke arah yang berlawanan supaya air dapat mengalir ke luar dari danau.
Natal Yang Dibatalkan
Kami merasa seolah-olah Natal kami tahun lalu telah dibatalkan. Yang sebenarnya terjadi adalah dibatalkannya penerbangan pesawat yang semestinya kami tumpangi akibat hujan salju. Kami mempunyai tradisi yang sudah berjalan bertahun-tahun lamanya untuk merayakan Natal bersama keluarga di Missouri. Jadi alangkah kecewanya kami ketika hanya bisa sampai di Minnesota dan terpaksa pulang kembali ke Michigan.
Janji-Nya Digenapi
Ketika Matteo Ricci pergi ke China pada abad ke-16, ia membawa beberapa karya seni Kristen untuk membantunya menyampai-kan pesan tentang iman Kristen kepada orang-orang yang belum pernah mendengarnya. Tidak menjadi masalah bagi mereka ketika melihat gambar Maria yang menggendong bayi Yesus. Namun saat Ricci memperlihat-kan lukisan tentang penyaliban dan berusaha menerangkan bahwa Anak Allah yang tadinya bayi itu telah datang untuk dihukum mati, para pendengarnya tiba-tiba berubah sikap menjadi jijik dan takut. Mereka tidak siap untuk menyembah Allah yang disalibkan.
Upah Yang Kekal
Larisa Latynina, seorang pesenam asal Ukraina, memegang rekor sebagai peraih 18 medali Olimpiade. Ia memenangi medali-medali tersebut pada Olimpiade tahun 1956, 1960, dan 1964. Rekor yang bertahan selama 48 tahun ini terpecahkan ketika Michael Phelps memenangi medalinya yang ke-19 dalam perlombaan renang gaya bebas estafet 4x200 meter pada Olimpiade 2012 di London. “Tampaknya prestasi Latynina tidak lagi diingat oleh sejarah,” demikian ditulis redaksi majalah International Gymnast. Ketika negara Uni Soviet terpecah, “kita benar-benar sudah melupakan namanya.”
Kostum Atau Seragam?
Eunice McGarrahan pernah memberikan ceramah yang luar biasa tentang hal pemuridan Kristen. Ia berkata, “Kostum adalah sesuatu yang Anda kenakan untuk berpura-pura menjadi seperti sosok yang Anda kenakan. Sedangkan seragam akan mengingatkan Anda pada jati diri Anda yang sebenarnya sesuai apa yang Anda kenakan.”
Harapan Bagi Yang Ragu
Sebagai seorang pembina rohani di dunia kerja, saya punya kesempatan istimewa untuk berbincang-bincang dengan banyak orang. Beberapa dari mereka memandang iman Kristen dengan skeptis. Saya menemu-kan tiga kendala utama yang menghambat mereka untuk percaya kepada Kristus.
Persaingan Memberi
Sebuah iklan televisi di masa Natal yang saya sukai menampilkan dua orang tetangga yang saling bersaing secara baik-baik untuk melihat siapa yang paling banyak bisa menyebarkan sukacita Natal. Mereka berdua mengamati satu sama lain ketika menghias rumah mereka dan pohon-pohon dengan lampu yang berkelap-kelip. Kemudian mereka memperbaiki rumah masing-masing supaya yang satu lebih baik daripada yang lain. Selanjutnya, mereka mulai bersaing untuk melihat siapa yang bisa memberi paling banyak kepada tetangga-tetangga yang lain, dan mereka pun berlarian dengan riang gembira sambil membagi-bagikan hadiah.