Category  |  Santapan Rohani

Hadiah Doa

Dengan langkah yang berat, saya memasuki sebuah toko untuk membeli kartu ucapan Hari Ayah. Saya sudah memaafkan ayah saya. Saya telah mencoba berdamai dengannya selama bertahun-tahun, sambil memproses di hadapan Allah kepedihan hati yang saya derita sebelum dan sesudah saya meninggalkan rumah pada usia 15 tahun. Sayangnya, setelah puluhan tahun, saya masih belum bisa memahami kartu-kartu yang berisi pesan penuh rasa syukur atas para ayah yang hebat. Namun, karena rindu untuk menghormati Bapa saya di surga, saya berdiri di lorong penjualan kartu itu dan berdoa untuk ayah saya di dunia.

Menerima dari Allah

Dalam buku terbitan tahun 1937, Think and Grow Rich, penulis Napoleon Hill berkata, “Apa pun yang dapat dibayangkan dan diyakini oleh pikiran Anda, Anda dapat meraihnya.” Kutipan Hill tersebut merangkum slogan tentang impian Amerika: Dengan bekerja keras, Anda dapat meraih impian terbesar Anda.

Jalan Kehidupan

Ia terlahir sebagai budak pada tahun 1860-an. Saat masih bayi, ia sering sakit-sakitan, dan dijual kepada seorang pemilik budak seharga seekor kuda. Semasa remaja, ia menyaksikan pembunuhan seorang pria kulit hitam oleh sekelompok orang kulit putih. Hebatnya, George berprestasi di sekolah, tetapi ketika mendaftar ke Universitas Highland di Kansas, ia ditolak karena warna kulitnya. Namun, di tengah semua penderitaannya, pemuda itu tetap beriman teguh kepada Allah. Ayat yang menjadi pegangan hidup George Washington Carver adalah Amsal 3:6: “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

Berlindung dalam Naungan Allah

Baru saja konser di ruang terbuka dimulai, saya merasakan setetes air hujan jatuh ke pipi saya. Saya menengadah dan melihat awan gelap menggantung. Namun, mahalnya harga tiket yang saya bayar membuat saya tidak ingin beranjak hanya karena cuaca memburuk. Namun, orang-orang di sekitar saya mulai membuka payung. Seorang wanita mengenakan kantong plastik belanja untuk menutupi rambutnya. Tiba-tiba saja, suara guntur…

Teman yang Tidak Suportif

“Aku lebih mengenalmu daripada kamu mengenal dirimu sendiri!” Itulah pernyataan tegas seorang teman kepada saya ketika saya masih muda. Ia sebenarnya berniat baik, tetapi kehidupan saya yang rumit sebagai anak angkat dalam keluarga misionaris telah dibentuk oleh pengalaman hidup di empat benua dan budaya yang berbeda-beda. Saya pikir, ia tidak benar-benar mengenal saya.

Jalan Kudus

Setelah Jennifer didiagnosis menderita demensia tahap awal, ia mulai kesulitan membaca Alkitab, sehingga ia memilih untuk mendengarkan versi audionya. Bagian-bagian Kitab Suci kini terasa lebih bermakna baginya. Dalam kesehariannya, ia mudah sekali tersesat, sering kali gagal mengenali orang di sekitarnya, dan berhalusinasi tentang penampakan hewan liar. Ketika ia merasa bingung dan diliputi ketakutan, ia menemukan penghiburan dari Allah saat mendengar Nabi Yesaya berbicara tentang “Jalan Kudus” yang ditentukan bagi orang percaya (Yes. 35:8). Di jalan itu, tidak ada orang fasik, tidak pula “binatang buas”; sebaliknya, hanya “orang-orang yang diselamatkan” Allah yang “akan berjalan di situ” (ay.9).

Memberi dari Pemberian Allah

Kemurahan hati Stanley selalu membuat saya kagum. Ia sering membawakan makanan dan hadiah untuk para lansia di gereja, petugas kebersihan di lingkungannya, atau siapa saja yang perlu disemangati.

Melayani Bahu-membahu

Toko buku Serendipity yang berada di kawasan popular di Chelsea, Michigan, perlu tempat yang lebih luas. Pemiliknya menemukan sebuah bangunan berukuran dua kali lebih besar kurang lebih 100 meter dari situ. Daripada menutup tokonya selama berhari-hari dan mengepak semua buku ke dalam kardus, ia ingin perpindahannya dilakukan dengan cepat. Jadi, ia memutuskan untuk meminta pertolongan warga sekitar. Hari itu, lebih dari 300 orang datang untuk membantu! Mereka berdiri berjajar, membentuk “ban berjalan” manusia, dan mengoper buku demi buku dari satu orang ke orang berikutnya, hingga berhasil memindahkan 9.100 eksemplar buku dalam waktu kurang dari dua jam. Sang pemilik toko berkata, “[Toko buku ini] sungguh bagian dari komunitas ini, dan [mereka] juga adalah pemiliknya.” Mereka semua bekerja berdampingan dengan antusias.

Mengandalkan Kekuatan Allah

Tungsten adalah suatu paradoks. Logam keras ini memiliki kekuatan tarik tertinggi dari semua logam murni, sehingga membuatnya sangat sulit untuk diolah. Namun, situs Mead Metal mencatat, “Dalam hal ketahanan terhadap benturan, tungsten tergolong lemah. Tungsten adalah logam rapuh yang mudah hancur saat terkena benturan.” Menarik bahwa tungsten, logam alami yang terkuat, ternyata juga begitu lemah dan rapuh.