Category  |  Santapan Rohani

Dibebaskan oleh Allah

Penjaga pantai asal Bulgaria, Yane Petkov, memecahkan rekor dunia dalam renang dengan tangan dan kaki terikat. Ia berhasil berenang sejauh 3.380 meter di air, tetapi dengan tantangan tambahan, yaitu ia membungkus tubuhnya dalam karung.

Allah Senantiasa Menjaga Kita

Lukisan malaikat itu sudah ada di sana sejak dulu, tetapi tidak ada orang yang sekarang masih hidup pernah melihatnya. Para malaikat itu menghiasi dinding sebelah atas Gereja Old North di Boston, tetapi sudah tertutup oleh lapisan cat selama lebih dari seabad. Catatan gereja menunjukkan adanya perjanjian kontrak dengan seorang anggota jemaat untuk melukisnya pada tahun 1730 ketika gereja tersebut sedang dibangun. Lukisan malaikat tersebut akhirnya berhasil ditemukan oleh proyek restorasi yang berlangsung sejak tahun 2017.

Melayani Sesuai Karunia Rohani Kita

“Kamu jago main gitar,” kata saya kepada seorang teman baru di gereja. “Terima kasih,” sahutnya. “Inilah pelayananku.” Pelayanan. Kata yang sering saya dengar. Saat itu saya tidak tahu apa maksudnya atau bagaimana seseorang dapat “mempunyai” suatu pelayanan. Akan tetapi, yang dilakukan teman itu hanyalah menggunakan kemampuannya dalam bermusik untuk memberkati orang lain. Ketika di kemudian hari saya mengetahui bahwa salah satu karunia saya adalah menasihati atau menguatkan orang lain, saya agak kecewa. Rasanya karunia itu terlalu biasa. Namun, segera saya menyadari bahwa sebagai pemerhati dalam kelompok kecil kami, saya senang menulis pesan-pesan penguatan atau menelepon anggota kelompok yang lain. Ternyata selama ini saya sudah memakai salah satu karunia rohani saya tanpa menyadarinya.

Cawan Suci

Selama berabad-abad, orang-orang tertarik pada Cawan Suci, yaitu cawan yang dipercaya digunakan Yesus dalam peristiwa Perjamuan Terakhir. Kisah-kisah legenda seputar Raja Arthur dan para kesatria Meja Bundar menjabarkan obsesi mereka untuk mencari cawan itu. Mereka meyakini cawan itu memiliki daya magis. Di film layar lebar, Indiana Jones dan ayahnya, Henry, berusaha mewujudkan obsesi Henry yang mencari cawan itu seumur hidupnya.

Cara Kerja Hikmat

Ketika masih kecil, saya membawa pulang rapor dengan semua nilainya ditandai “S” (Satisfactory/memuaskan). Kakak perempuan saya, yang lima tahun lebih tua, mendapat nilai A dan B. Saya pikir rapor kami membuktikan bahwa saya lebih pintar, karena mengira nilai yang saya dapatkan setara dengan nilai A sempurna. Untuk mengetahui kebenarannya, abang saya menguji kami. Ia mengambil sejilid buku dari rak orangtua kami, lalu meminta saya membaca sebuah bagian. Saya kesulitan dan hanya mengenali beberapa kata. Sebaliknya, kakak saya membaca bagian itu tanpa masalah. Akhirnya, abang saya membuktikan bahwa kakak perempuan saya itulah yang lebih pintar.

Bersemangat di hadapan Allah

Ahli zoologi berbicara tentang apa yang disebut “tarian penyu,” yaitu perilaku menarik dari penyu tempayan saat berhadapan dengan makanan. Penyu itu akan memiringkan tubuh secara vertikal, membuka mulut, mengepakkan kedua sirip depan, dan berputar-putar di dalam air. Namun, penelitian menunjukkan bahwa interferensi gelombang radio dapat mengganggu “sistem radar” internal penyu. Gelombang itu dapat mengacaukan navigasi penyu, sehingga perhatian mereka teralih dari sumber makanan dan, sayangnya, membuat mereka berhenti menari.

Kasih yang Berlimpah-limpah

Ketika cucu laki-laki saya berulang tahun ke-11, keluarga kami berkumpul di sebuah restoran Mediterania untuk merayakannya. Sebelum memesan, ayahnya bertanya makanan apa yang ia inginkan. Dengan sedikit ragu, ia menyebut salmon, tetapi tahu harganya cukup mahal. Putra saya lalu berkata kepadanya, “Hari ini ulang tahunmu. Jadi, kalau kamu mau, kamu boleh memesannya.” Mendengar itu, cucu saya sangat gembira, dan senyum lebarnya pun langsung terpancar.

Hati Gembala

“Ada anak rusa tersangkut di pagar kita!” seru Heather memanggil suaminya, Tim. Dengan hati-hati, Tim melepaskan anak rusa itu, tetapi induk rusanya tidak terlihat di sana.

Berjalan dengan Iman

Suatu malam, seorang perempuan menapaki anak-anak tangga di gereja dengan hati-hati menuju ruang ibadah untuk menghadiri kebaktian doa. Ketika ia berhenti sejenak karena merasa sakit atau kehabisan napas, seorang pria yang lewat berkata, “Selangkah demi selangkah. Itulah satu-satunya cara Anda akan sampai di atas. Pelan-pelan saja.” Kata-kata pria tersebut dimaksudkan untuk memberi semangat kepada perempuan itu dan mungkin menjadi dorongan yang ia butuhkan untuk mencapai puncak tangga. Kata-kata tersebut juga menguatkan jiwa saya yang letih malam itu.