Category  |  Santapan Rohani

Bagian Kita, Bagian Allah

Di Singapura, pemerintah mendorong masyarakat untuk mendukung kegiatan amal melalui program penggandaan donasi. Pemerintah akan “menambahkan” jumlah donasi yang diberikan kepada lembaga amal tertentu dengan kontribusi yang sama besar atau lebih. Dengan melipatgandakan kontribusi masyarakat, pemerintah berharap dapat mendorong lebih banyak orang untuk terlibat dalam kegiatan amal.

Pemberian yang Murah Hati

Ketika Oswald dan Biddy Chambers mengelola Sekolah Alkitab di London sepanjang tahun 1911-1915, mereka selalu menerapkan prinsip untuk tidak menolak orang yang berkekurangan. Warga kota tercengang melihat kebiasaan mereka, dan membayangkan bahwa sekolah tersebut akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Tanpa bermaksud mengajak orang lain untuk mengikuti tindakannya, Oswald memberi tanggapan, “Tanggung jawabku adalah memberi. Siapa yang meminta adalah urusan Allah.”

Menjadi Saluran Kasih Allah

Semasa remaja, relasi saya dengan teman gereja saya, Lisa, sempat retak. Karena itu, saya cemas ketika mengetahui bahwa kami akan tinggal sekamar di sepanjang kamp musim panas. Namun, seminggu pertama kamp berlalu dengan lancar, karena kami berdua memilih untuk bersikap sopan.

Meneladan Pengampunan Allah

Saya pernah bekerja bersama Madge, seorang juru masak yang hebat. “Ayo cicipi sup kacang polong dan ham buatanku!” katanya suatu hari. Saya berkata bahwa saya tidak suka kacang polong, tetapi Madge hanya tersenyum dan berkata, “Kamu akan suka setelah mencicipi sup buatanku.” Keesokan harinya, ia memberi saya tempat makan berisi sup yang dimasaknya khusus untuk saya.

Menantikan Allah

Semasa kecil, saya selalu bersemangat setiap kali melihat rambu-rambu tertentu muncul di tepi jalan. Saya mengira papan rambu warna-warni itu menandakan bahwa kami sudah tiba di taman hiburan yang kami tuju. Saya yang tadinya mulai mengemasi barang-barang dengan gembira, akhirnya kecewa ketika menyadari masih ada banyak rambu berikutnya dan perjalanan kami masih berlanjut. Akhirnya saya mengerti bahwa rambu-rambu itu hanya menyatakan kepada pengunjung bahwa lokasi yang dituju sudah dekat, tetapi masih beberapa kilometer di depan.

Itu Salah Saya

Dalam sebuah film komedi lama, seorang pemrogram komputer yang ceroboh nan jenius terpilih untuk mengikuti misi berawak manusia pertama ke planet Mars. Meski terus membuat kesalahan-kesalahan konyol, ia punya kebiasaan spontan untuk berseru, “Bukan salahku!” Sewaktu awak pesawat luar angkasa itu mendarat di Mars, sang pemrogram tergelincir dari atas tangga dan jatuh ke permukaan planet, tepat sebelum rekannya menjejakkan kaki di sana. Jadi, kata-kata pertama yang terucap di Mars adalah, “Bukan salahku!”