Perubahan Karakter
Dominique Bouhours adalah seorang ahli tata bahasa dari abad ke-17. Menjelang ajalnya, konon ia berkata kepada keluarganya, “Sebentar lagi aku akan mati, atau aku akan segera mati—kedua ungkapan ini sama-sama benar.” Adakah yang peduli dengan tata bahasa dalam keadaannya yang sekarat? Hanya orang yang menggeluti tata bahasa seumur hidupnya.
Agen-Agen Pembawa Shalom
Pada 2015, berbagai organisasi pelayanan di Colorado Springs, Colorado, bersatu membentuk COSILoveYou untuk melayani kota itu. Melalui CityServe yang diadakan tiap musim gugur, mereka menggerakkan orang-orang percaya untuk berkontribusi pada komunitas mereka.
Mengambil Keputusan Bijaksana
Mempertimbangkan untuk menjual rumah mendiang ibu saya merupakan keputusan yang berat. Kenangan bersamanya masih sangat mengikat perasaan saya. Meski demikian, saya dan saudara perempuan saya menghabiskan dua tahun merawat dan memperbaiki rumah tersebut, sebelum akhirnya memutuskan untuk menjualnya. Namun, resesi ekonomi global di tahun 2008 membuat rumah itu tidak laku. Kami terpaksa menurunkan harganya berkali-kali, tetapi tidak satu tawaran pun masuk. Lalu, suatu pagi, saat membaca Alkitab, ayat ini menarik perhatian saya: “Jika tidak ada sapi, palungan menjadi bersih, tetapi panen yang melimpah didapat melalui kekuatan sapi” (Ams. 14:4 ayt).
Janji Temu
Pada tanggal 22 November 1963, Presiden AS John F. Kennedy, filsuf dan penulis Aldous Huxley, serta pembela iman Kristen, C. S. Lewis, sama-sama meninggal dunia. Ketiganya adalah orang-orang terkenal dengan cara pandang terhadap dunia yang sangat berbeda. Huxley, seorang agnostik, masih mempelajari mistikisme Timur. Kennedy, meski beragama Katolik Roma, menganut filosofi humanistik. Sementara itu Lewis, seorang mantan ateis yang berjemaat di gereja Anglikan, terang-terangan menyatakan imannya kepada Yesus Kristus. Namun, kematian tidak membeda-bedakan orang, karena ketiga orang terkenal itu menemui ajal mereka pada hari yang sama.
Beritakan Yesus kepada Orang Lain
Ketika Paulus pergi ke Bait Allah untuk mengikuti upacara penyucian Yahudi (Kis. 21:26), beberapa penghasut yang mengira ia mengajarkan ajaran yang melanggar Taurat berusaha membunuhnya (ay.31). Para prajurit Romawi segera turun tangan dan menangkap Paulus, mengikatnya, dan membawanya keluar dari area Bait Allah sementara massa berteriak, “Enyahkanlah dia!” (ay.36).
Dukungan yang Kuat dalam Kristus
Seorang pelari dalam London Marathon mengalami mengapa sangat penting untuk tidak berjuang sendirian dalam perlombaan besar seperti itu. Setelah berlatih intensif selama berbulan-bulan, tentu ia berharap dapat menyelesaikan perlombaan dengan baik. Namun, kelelahan yang sangat hampir menggagalkan usahanya di akhir lomba. Sebelum ia pingsan dan rubuh ke tanah, dua peserta maraton lainnya menyambar lengan kiri dan kanannya, dan kemudian membantunya untuk mencapai garis finis.
Ketaatan adalah Pilihan
Di Belanda, salju jarang turun pada musim dingin, tetapi terkadang cuacanya sangat dingin hingga air di kanal-kanal pun beku. Pada masa kecilnya di sana, suami saya, Tom, diperintahkan oleh orangtuanya: “Jangan main di lapisan es sebelum es itu cukup tebal untuk menahan beban seekor kuda.” Karena kuda selalu meninggalkan jejak, Tom dan kawan-kawannya memutuskan untuk memungut kotoran kuda dari jalan. Mereka melemparkan kotoran-kotoran kuda tersebut ke atas lapisan es yang tipis, lalu nekat menyusurinya. Memang mereka tidak tertimpa bahaya, dan juga tidak ketahuan, tetapi mereka tahu dalam hati bahwa mereka sudah bersikap tidak taat.
Kebugaran Rohani
Tre rajin berolahraga di pusat kebugaran dan hasilnya jelas terlihat. Bahunya lebar, ototnya menonjol, dan lengan atasnya nyaris seukuran paha saya. Kondisi fisiknya mendorong saya untuk mengajaknya berbicara tentang hal-hal rohani. Saya bertanya apakah komitmennya terhadap kebugaran fisik mencerminkan relasinya yang sehat dengan Allah. Meski kami tidak terlalu dalam membahasnya, Tre jujur mengakui ada Allah dalam hidupnya. Di tengah pembicaraan kami, ia menunjukkan potret dirinya saat berbobot sekitar 181 kilogram, dalam kondisi tidak bugar dan tidak sehat. Perubahan gaya hidupnya telah menghasilkan perubahan fisik yang luar biasa.
Memberikan Bantuan
Ketika mengantar pesanan makanan ke rumah Tim, Heather diminta Tim untuk membantu membuka ikatan kantongnya. Karena stroke yang dialaminya beberapa tahun lalu, Tim tidak lagi mampu melakukannya sendiri. Heather dengan senang hati menolongnya. Sepanjang hari itu, Heather terus memikirkan Tim, dan ia pun memutuskan untuk menyiapkan sebuah bingkisan tanda kepeduliannya kepada Tim. Di penghujung hari itu, Tim sangat terharu hingga meneteskan air mata saat menemukan hadiah dari Heather: secangkir cokelat panas, selimut merah tebal, dan sebuah pesan penyemangat di depan pintunya.