Category  |  Santapan Rohani

Respons Penuh Syukur

Seorang pelaut Australia bernama Timothy bertahan hidup selama tiga bulan dengan hanya mengandalkan ikan mentah dan air hujan, setelah kapal katamarannya rusak oleh badai dan terombang-ambing di Samudera Pasifik, hampir 2.000 km dari daratan. Meski sempat putus asa, ia akhirnya diselamatkan oleh awak kapal penangkap tuna dari Meksiko. Dengan tubuh yang sudah sangat kurus dan terpapar cuaca, Timothy menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada kapten dan perusahaan perikanan yang telah menyelamatkannya.

Mengajukan Gugatan

Di sebuah pengadilan, seorang pria mengajukan gugatan untuk dilindungi dari Allah. Ia mengklaim Allah telah bertindak “sangat jahat” dan menunjukkan “sikap yang sangat negatif” terhadapnya. Hakim ketua menolak gugatan tersebut, dan berkata bahwa yang dibutuhkan pria itu bukanlah bantuan pengadilan, melainkan pertolongan untuk kesehatan mentalnya. Sebuah kisah nyata yang lucu sekaligus menyedihkan.

Diampuni Allah

Menjelang Hari Thanksgiving, sesuai tradisi, presiden Amerika Serikat akan menyambut dua ekor burung kalkun di Gedung Putih dan memberi semacam pengampunan kepada mereka. Alih-alih dijadikan hidangan utama, seperti yang biasa dilakukan dalam perayaan Thanksgiving, kedua kalkun tersebut dibiarkan hidup di peternakan untuk sepanjang sisa hidup mereka. Meski unggas itu tidak dapat memahami arti kebebasan yang mereka terima, tradisi tahunan yang unik itu memperlihatkan kuasa pengampunan yang menghidupkan.

Terang Kristus Bercahaya

Kota Highland Park, Michigan, pernah menghadapi masa-masa sulit ketika mereka tidak memiliki dana untuk membayar penyediaan listrik. Perusahaan listrik memadamkan lampu jalan dan mencopot bohlam dari 1.400 tiang lampu. Keadaan ini membuat warga merasa tidak aman dan berada dalam kegelapan. “Coba lihat anak-anak yang sedang berangkat ke sekolah itu,” kata seorang warga kepada kru berita. “Karena tidak ada penerangan, mereka terpaksa mengambil risiko saat menyusuri jalan.”

Bermitra dengan Allah

Saat kawan saya dan suaminya berjuang untuk memperoleh keturunan, para dokter menyarankan agar ia menjalani prosedur medis tertentu. Kawan saya ragu untuk mengikuti saran tersebut. “Bukankah doa saja cukup untuk menjawab masalah kami?” katanya. “Apakah saya benar-benar perlu melakukan prosedur itu?” Sebenarnya kawan saya sedang belajar untuk memahami peranan tindakan manusia dalam menggenapi karya Allah.

Bersyukur di tengah Pencobaan

Saya sering mengikuti dan mendoakan seorang rekan penulis yang rajin menceritakan perjuangannya melawan kanker di dunia maya. Ia tidak hanya membagikan tentang perkembangan penyakit dan tantangan yang dihadapinya, tetapi juga menyampaikan permohonan doa disertai ayat-ayat Alkitab dan pujian bagi Allah. Senyumnya yang tegar, baik saat menunggu perawatan di rumah sakit maupun di rumah dengan bandana yang menutupi kepalanya, sungguh mengagumkan. Dalam setiap tantangan yang dihadapinya, ia tak pernah lupa mendorong orang lain untuk mempercayai Allah di tengah pencobaan.

Perubahan Karakter

Dominique Bouhours adalah seorang ahli tata bahasa dari abad ke-17. Menjelang ajalnya, konon ia berkata kepada keluarganya, “Sebentar lagi aku akan mati, atau aku akan segera mati—kedua ungkapan ini sama-sama benar.” Adakah yang peduli dengan tata bahasa dalam keadaannya yang sekarat? Hanya orang yang menggeluti tata bahasa seumur hidupnya.

Agen-Agen Pembawa Shalom

Pada 2015, berbagai organisasi pelayanan di Colorado Springs, Colorado, bersatu membentuk COSILoveYou untuk melayani kota itu. Melalui CityServe yang diadakan tiap musim gugur, mereka menggerakkan orang-orang percaya untuk berkontribusi pada komunitas mereka.

Mengambil Keputusan Bijaksana

Mempertimbangkan untuk menjual rumah mendiang ibu saya merupakan keputusan yang berat. Kenangan bersamanya masih sangat mengikat perasaan saya. Meski demikian, saya dan saudara perempuan saya menghabiskan dua tahun merawat dan memperbaiki rumah tersebut, sebelum akhirnya memutuskan untuk menjualnya. Namun, resesi ekonomi global di tahun 2008 membuat rumah itu tidak laku. Kami terpaksa menurunkan harganya berkali-kali, tetapi tidak satu tawaran pun masuk. Lalu, suatu pagi, saat membaca Alkitab, ayat ini menarik perhatian saya: “Jika tidak ada sapi, palungan menjadi bersih, tetapi panen yang melimpah didapat melalui kekuatan sapi” (Ams. 14:4 ayt).