Allah yang Berperang bagi Kita
Meski ia senang menemani dan membantu orang-orang dalam pelayanan kaum lanjut usia di gerejanya, Carol merasa diperlakukan tidak baik oleh pemimpin pelayanannya yang otoriter. Hal itu sangat mengganggunya sehingga ia memutuskan untuk mengikuti konseling. Ia disarankan untuk berhenti dari pelayanan itu, tetapi ia sendiri tidak ingin “menelantarkan” jemaat lansia di sana. Karena merasa terjebak dalam situasi itu, ia pun berdoa meminta tuntunan Allah. Carol merasakan penghiburan dan kepastian saat ia menyerahkan segala ketakutannya kepada Allah. Ia juga digerakkan Allah untuk berbicara dengan pemimpin tersebut, sambil mempercayakan penyelesaian masalah itu kepada-Nya.
Hidup Baru bagi Hati yang Mati
Teras kayu atau hati kayu (heartwood) adalah pilar pada bagian tengah pohon yang menyangga sejumlah jenis pohon. Meski mati, kayu ini tidak akan membusuk atau kehilangan kekuatannya selama lapisan luarnya yang hidup masih utuh. Karena mengandung serat-serat yang terjalin oleh perekat kimiawi yang disebut lignin, teras kayu memiliki ketahanan sekuat baja. Elemen dari struktur pohon ini memungkinkannya bertahan menghadapi berbagai tantangan alam.
Menjaga Pergaulan Kita
Sebuah penelitian ilmiah mengungkapkan bahwa menonton program TV yang menampilkan tokoh-tokoh berperilaku kasar dapat benar-benar mempengaruhi orang untuk ikut menjadi kasar. Berbagai bentuk kekasaran, baik perkelahian maupun gosip yang merusak, memicu otak penonton untuk meniru perilaku serupa. Pengaruh ini sering kali terjadi di alam bawah sadar, sehingga tontonan yang menyajikan lelucon yang merendahkan orang lain mungkin tampak “tidak berbahaya,” tetapi sebenarnya mempengaruhi secara halus cara kita memperlakukan sesama. Begitu pula, perilaku kita dapat dipengaruhi oleh orang-orang yang kita pilih untuk bergaul dengan kita.
Pulih dari Pengkhianatan
Dalam salah satu novelnya, Toni Morrison menceritakan kisah Nel dan Sula yang bersahabat sejak kecil. Namun, persahabatan itu mulai retak seiring dengan bertambahnya keegoisan Sula, dan mencapai puncaknya saat ia berusaha merayu suami Nel. “Mengapa kamu tidak memikirkan perasaanku?” tanya Nel kepada Sula. “Apakah aku tidak berarti bagimu?” Sayangnya, Sula bahkan tidak cukup peduli untuk menjawabnya.
Perkataan yang Memuliakan Allah
Saat Alex, seorang editor penerbitan, mengecek emailnya, ia sudah siap membaca pesan penuh kemarahan dari seorang penulis. Beberapa bulan terakhir ini, ia bekerja sama dengan seorang pebisnis terkemuka untuk menghasilkan sebuah buku. Namun, tiba-tiba saja, penerbit memutuskan untuk membatalkan penerbitan buku tersebut karena masalah internal. Setelah memberitahukan kabar mengecewakan itu kepada sang penulis, Alex pun menyiapkan diri untuk menghadapi balasan yang kurang bersahabat.
Air Hidup dari Kristus
Saat memandangi lukisan etsa Christ and the Woman of Samaria (Kristus dan Perempuan Samaria) karya seniman Belanda Rembrandt, ada dua detail yang menarik perhatian saya. Yang pertama adalah posisi Yesus yang merendahkan diri-Nya, membungkuk ke depan dengan tangan di dada-Nya, saat berbicara dengan si perempuan Samaria. Karena permusuhan berabad-abad di antara kedua kelompok, orang Yahudi pada umumnya “tidak bergaul dengan orang Samaria” (Yoh. 4:9). Namun, Yesus menjangkau perempuan yang dipandang sebelah mata itu dengan sikap hormat dan bermartabat (ay.17-18).
Melayani Allah, Bukan Diri Sendiri
Firaun Ramses II dari Mesir kuno senang mengagungkan dirinya sendiri, sehingga ia mendirikan banyak bangunan untuk menghormati namanya, termasuk berbagai monumen yang menampilkan wujud fisiknya. Salah satunya adalah patung raksasa berbahan granit merah, yang berdiri megah dengan tinggi 11 meter dan berat 83 ton. Namun, hidup penguasa yang angkuh ini penuh dengan derita. Saat meninggal dunia, ia diketahui menderita masalah serius pada gigi, radang sendi, dan penyakit jantung kronis. Meski beberapa monumen peninggalannya masih bertahan lama, pada akhirnya, seperti manusia biasa lainnya, Ramses II pun wafat.
Berlabuh Teguh di dalam Allah
Di pagi hari, suami saya Dan menyalakan ponsel untuk memutar lagu rohani favoritnya, “My Soul Is Anchored” (Jiwaku Berlabuh Teguh). Liriknya mengungkapkan pengharapan pada Allah di masa-masa sulit. Dan ikut menyanyikan liriknya yang memperingatkan tentang ombak yang bergulung-gulung dan gelombang air yang menghantam karang. Namun, seperti dinyatakan lagu itu, kita tidak tergoyahkan, karena Allah memegang kita erat.
Siap untuk Menolong
Teman saya perlu melatih cara parkir paralel sebelum menjalani ujian mengemudinya dalam waktu dekat. Saya berharap dapat menemukan tempat yang aman untuk mengajarinya. Lalu, muncullah ide untuk pergi ke sebuah gereja di lingkungan kami yang memiliki lahan parkir luas. Sekalipun kurang ideal, kami menata area parkir itu menjadi tempat latihan dengan menggunakan sejumlah kursi lipat. Teman saya lalu mencoba untuk pertama kalinya memundurkan mobil ke area di antara kursi-kursi tersebut.