Category  |  Santapan Rohani

Pekerja Allah

Dalam sebuah kamp pengungsi di Timur Tengah, Reza menerima sejilid Alkitab yang kemudian membawanya untuk mengenal Yesus dan percaya kepada-Nya. Doa pertamanya dalam nama Kristus adalah, “Pakai aku menjadi pekerja-Mu.” Di kemudian hari, setelah meninggalkan kamp, Allah menjawab doa Reza ketika tanpa disangka-sangka ia mendapat pekerjaan di suatu organisasi kemanusiaan. Ia pun kembali ke kamp pengungsi yang dahulu dihuninya untuk melayani orang-orang yang dikenal dan dikasihinya. Reza mendirikan klub olahraga, mengadakan kelas-kelas bahasa, dan memberikan bantuan hukum—“apa pun yang dapat memberikan pengharapan kepada mereka.” Ia memandang program-program tersebut sebagai sarana untuk melayani orang lain sekaligus membagikan hikmat dan kasih Allah.

Perintah yang Sederhana

“Rapikan dulu ruang depan sebelum kamu tidur,” perintah saya kepada salah satu putri saya. “Kenapa adik tidak usah melakukannya?” balasnya langsung, sambil menunjuk adik perempuannya.

Seruan untuk Berdoa

Abraham Lincoln pernah bercerita kepada seorang teman, “Betapa sering aku tergerak untuk bertelut dalam doa karena aku sangat merasakan tidak ada hal lain yang dapat kuandalkan.” Dalam masa Perang Saudara Amerika Serikat yang mengerikan, Presiden Lincoln tidak hanya sering meluangkan waktu untuk sungguh-sungguh berdoa, tetapi juga mengajak seluruh negeri untuk berdoa bersamanya. Pada tahun 1861, ia memproklamasikan “hari untuk merendahkan hati, berdoa, dan berpuasa”. Lincoln kembali melakukannya pada tahun 1863, dengan menyatakan, “Adalah kewajiban bagi negara-negara dan manusia untuk mengakui ketergantungan mereka pada kuasa Allah yang tak terbantahkan: untuk mengakui dosa dan pelanggaran mereka dengan penyesalan yang tulus, sekaligus dengan harapan yang pasti bahwa pertobatan sejati akan mendatangkan belas kasihan dan pengampunan [Allah].”

Kasih yang Tak Terhitung

“Bagaimana caraku mencintaimu? Akan coba kusebutkan satu demi satu.” Kata-kata dari antologi Sonnets from the Portuguese karya Elizabeth Barrett Browning tersebut adalah salah satu puisi paling terkenal dalam sastra Inggris. Elizabeth menuliskan puisi tersebut untuk Robert Browning sebelum mereka menikah. Robert begitu tersentuh sehingga ia mendorong Elizabeth untuk menerbitkan seluruh koleksi puisinya. Namun, karena gaya bahasa soneta itu sangat halus dan didorong keinginan untuk menjaga privasinya, Barrett menerbitkannya seolah-olah tulisan tersebut diterjemahkan dari karya seorang penulis Portugis.

Juruselamat yang Rela

Ketika sedang mengemudi pada larut malam, Nicholas melihat ada kebakaran di sebuah rumah. Ia langsung menghentikan mobil, bergegas memasuki rumah yang terbakar, dan menyelamatkan empat orang anak. Ketika pengasuh anak yang masih remaja menyadari masih ada satu anak lagi yang terperangkap di dalam, ia langsung memberi tahu Nicholas. Tanpa ragu Nicholas masuk lagi ke dalam rumah yang dilalap api. Ketika terjebak di lantai dua bersama seorang anak perempuan berumur enam tahun, Nicholas pun memecahkan kaca jendela. Ia melompat ke luar ke tempat yang aman, tepat ketika bala bantuan tiba. Dengan mendahulukan orang lain di atas keadaannya sendiri, Nicholas berhasil menyelamatkan semua anak di rumah itu.

Perlu Dipulihkan Allah

Saya sangat kagum melihat foto-foto yang dikirimkan seorang teman melalui pesan singkat! Isinya memperlihatkan mobil Ford Mustang keluaran tahun 1965 yang sudah direstorasi dan menjadi hadiah kejutan bagi sang istri. Eksterior biru tua yang cerah, pelek krom yang mengilap, interior serba hitam yang baru dilapis ulang, dengan mesin yang juga baru. Saya juga menerima foto mobil itu sebelum direstorasi—dalam versi warna kuning kusam, usang, dan tidak menarik. Meski sulit untuk dipercaya, saya yakin mobil itu pasti juga menarik perhatian saat dahulu baru keluar dari pabrik. Namun, waktu, keausan, dan faktor-faktor lainnya membuat mobil itu perlu direstorasi.

Makna dari Mur

Hari ini adalah Epifani, hari raya untuk memperingati peristiwa yang digambarkan dalam kidung Natal Dari Timur, Jauh Benar (Kidung Jemaat No. 129), ketika orang-orang majus dari bangsa bukan Yahudi mengunjungi kanak-kanak Yesus. Namun, berbeda dari anggapan banyak orang, mereka bukanlah raja, bukan pula dari Timur Jauh di Asia, dan kecil kemungkinan mereka hanya bertiga.

Allah di Persimpangan Jalan

Setelah berhari-hari sakit lalu mengalami demam tinggi, mau tidak mau suami saya harus masuk UGD. Pihak rumah sakit langsung menanganinya. Hari demi hari berlalu, kondisinya membaik tetapi belum cukup sehat untuk diizinkan pulang. Saya menghadapi pilihan sulit, apakah tetap menemani suami atau melakukan perjalanan dinas penting yang melibatkan banyak orang dan proyek. Suami saya menjamin bahwa ia akan baik-baik saja. Namun, hati saya tetap menghadapi dilema untuk memilih antara dirinya atau pekerjaan saya.

Hidup Tenang di dalam Kristus

Awalnya saya tidak terlalu memperhatikannya. Hari itu, saya turun dari kamar hotel untuk sarapan. Segala sesuatu di ruang makan itu terlihat bersih. Makanan tersaji lengkap di meja prasmanan, lemari pendingin terisi penuh, dan wadah peralatan makan tertata rapi. Semuanya sempurna.