Kartu-Kartu Doa
Dalam suatu lokakarya penulisan tempat saya melayani sebagai salah satu pengajar, Tamy memberi saya kartu pos berisi doa dengan tulisan tangan di belakangnya. Ia menjelaskan bahwa setelah membaca biografi para pengajar, ia menuliskan doa khusus pada setiap kartu, lalu mendoakannya sembari memberikan kartu-kartu tersebut kepada kami. Saya sangat terkesan membaca pesan pribadi yang ia tuliskan untuk saya, dan berterima kasih kepada Allah yang menguatkan saya melalui apa yang Tamy lakukan. Saya pun balas mendoakannya. Setiap kali saya merasa sakit dan kelelahan selama lokakarya itu, saya mengeluarkan kartu pos tersebut, dan semangat saya disegarkan kembali saat membaca pesan dari Tamy.
Disucikan Sepenuhnya
Baru-baru ini, saat saya dan istri membersihkan rumah untuk menyambut kedatangan tamu, saya menemukan beberapa noda gelap pada lantai keramik dapur kami yang berwarna putih. Saya sampai harus berjongkok untuk menggosok noda-noda ini.
Memantulkan Terang-Nya
Untuk menangkap keindahan dari pantulan cahaya dalam lukisan pemandangan yang dibuatnya dengan cat minyak, seniman Armand Cabrera bekerja dengan prinsip artistik yang penting ini: “Cahaya pantulan tidak pernah sekuat sumber cahayanya.” Ia mengamati bahwa pelukis pemula cenderung membesar-besarkan cahaya pantulan. Namun, menurut Cabrera, “Cahaya pantulan adalah milik bayangan, sehingga cahaya itu seharusnya mendukung dan bukannya bersaing dengan bagian-bagian lukisan Anda yang terang.”
Juri Nomor 8
“Satu nyawa melayang. Satu nyawa lagi sedang dipertaruhkan,” ujar hakim dengan nada muram dalam film klasik produksi tahun 1957 berjudul 12 Angry Men. Bukti-bukti yang memberatkan terdakwa yang masih muda itu terlihat sangat meyakinkan. Namun, saat bermusyawarah, muncul perbedaan pendapat dalam tubuh dewan juri yang beranggotakan dua belas orang. Salah seorang juri, yaitu juri nomor 8, memilih keputusan “tidak bersalah”. Terjadi perdebatan sengit, dan juri tadi dicemooh ketika ia mencoba menunjukkan adanya ketidakcocokan dalam kesaksian yang diberikan. Emosi pun meningkat, sampai terlihat jelas adanya sikap berat sebelah dan prasangka dari para anggota juri itu sendiri. Akhirnya, satu demi satu anggota juri mengubah keputusan mereka menjadi “tidak bersalah”.
Kasih yang Bergirang
Brendan dan Katie saling menatap dengan wajah berseri-seri. Melihat wajah mereka yang penuh sukacita, Anda mungkin tidak membayangkan segala kesulitan yang harus dilalui ketika rencana pernikahan mereka berubah total akibat berbagai pembatasan dari pandemi COVID-19. Meski hanya dihadiri oleh dua puluh lima anggota keluarga, damai dan sukacita terpancar dari wajah kedua mempelai saat mereka mengucapkan janji pernikahan. Semua itu karena cinta kasih mereka kepada satu sama lain dan perasaan syukur atas kasih Allah yang senantiasa menopang mereka.
Ketika dalam Kesesakan
Bertahun-tahun lalu, seorang kawan menceritakan ketakutannya ketika ia harus menyeberang sebuah persimpangan yang memiliki beberapa lajur perlintasan. “Saya belum pernah melihat tempat seperti itu; semua aturan yang pernah saya terima tentang cara menyeberang di jalan seperti tidak ada gunanya. Saking ketakutannya saya hanya berdiri di ujung jalan, menunggu bus, dan meminta sopir bus agar diizinkan ikut sampai ke seberang jalan. Butuh waktu cukup lama sebelum akhirnya saya dapat menyeberangi persimpangan itu, baik sebagai pejalan kaki maupun sebagai pengemudi.”
Informasi dan Bukti
Ketika Doris Kearns Goodwin memutuskan untuk menulis sebuah buku tentang Abraham Lincoln, fakta bahwa sudah ada sekitar empat belas ribu judul buku yang menulis tentang presiden ke-16 Amerika Serikat tersebut sempat membuatnya merasa terintimidasi. Apa lagi yang dapat dikatakan tentang sosok pemimpin yang sangat dicintai ini? Pantang mundur, akhirnya Goodwin menulis buku berjudul A Team of Rivals: The Political Genius of Abraham Lincoln. Wawasannya yang segar tentang gaya kepemimpinan Lincoln menempatkan bukunya pada peringkat teratas dan menjadi buku yang paling banyak diulas.
Hadiah yang Tidak Selayaknya Diterima
Saya terkejut ketika seorang teman memberi saya hadiah baru-baru ini. Saya merasa tidak layak menerima hadiah sebagus itu darinya. Ia mengirimkannya setelah mendengar saya sedang mengalami tekanan di tempat kerja, padahal ia sendiri juga mengalami banyak tekanan, bahkan mungkin jauh melebihi yang saya alami. Ia harus merawat orangtua yang menua, anak-anak yang sulit, gejolak di tempat kerja, dan masalah dalam pernikahannya. Saya tidak menyangka kalau ia lebih memikirkan saya daripada dirinya sendiri, dan hadiah sederhana yang ia berikan membuat saya terharu.
Allah, Tempat Kediaman Kita
Suatu sore ketika saya sedang joging tak jauh dari sebuah lokasi pembangunan di kompleks kami, seekor anak kucing yang kurus dan kotor mengeong dengan memelas dan mengikuti saya sampai ke rumah. Hari ini, Mickey telah menjelma menjadi kucing dewasa yang sehat dan gagah. Ia menikmati kehidupan yang nyaman di rumah kami, dan keluarga kami sangat menyayanginya. Setiap kali saya joging melewati jalan tempat saya menemukannya, saya sering membatin, Terima kasih, Tuhan. Mickey tidak lagi hidup di jalan. Dia punya rumah sekarang.