Ketika Seluruh Dunia Bernyanyi
Sebuah lagu iklan televisi dari era 1970-an pernah mengilhami generasi masa itu. Lagu tersebut awalnya diciptakan untuk mengisi kampanye bertema “The Real Thing” oleh Coca Cola, tetapi band asal Inggris, The New Seekers, akhirnya merilisnya sebagai lagu utuh yang kemudian populer dan menduduki puncak peringkat musik dunia. Namun, banyak orang tidak melupakan versi aslinya dari iklan televisi, yang menampilkan anak-anak muda bernyanyi dari puncak bukit di luar kota Roma. Meski cukup ganjil dengan lirik tentang lebah madu dan pohon buah-buahan, kita dapat ikut merasakan keinginan penulis lagunya untuk mengajarkan dunia bernyanyi dengan hati dan harmoni penuh cinta.
Kunci Kerinduan Jiwa
Dalam buku The Human Condition, Thomas Keating membagikan cerita mengesankan berikut ini. Suatu hari, seorang guru kehilangan kunci rumahnya, sehingga ia merunduk dan mencari-cari di antara rerumputan. Ketika murid-muridnya melihat sang guru, mereka ikut membantunya. Namun, mereka tidak berhasil juga menemukan kunci itu. Akhirnya, “salah seorang murid yang lebih pintar” bertanya, “Guru, apakah Anda tahu di mana kira-kira Anda kehilangan kunci itu?” Sang guru menjawab, “Tentu saja. Kuncinya hilang di dalam rumah.” Mereka pun berseru, “Lantas mengapa kita mencarinya di luar sini?” Jawab sang guru, “Bukankah sudah jelas? Karena di sini lebih terang.”
Allah Pemilik Taman
Bertahun-tahun lalu, Joni Mitchell pernah menulis sebuah lagu berjudul “Woodstock”. Dalam lirik lagu tersebut ia melihat umat manusia terperangkap dalam “tawar-menawar” dengan iblis. Ia bernyanyi tentang kembali ke “taman”, dengan mendesak pendengarnya agar mencari kehidupan yang lebih sederhana dan penuh damai. Mitchell menyuarakan sebuah generasi yang merindukan makna dan tujuan.
Berjalan Tanpa Beban
Seorang pria bernama James menempuh perjalanan menantang sejauh 2.000 km melintasi Pantai Barat Amerika Serikat dengan bersepeda dari Seattle, Washington, menuju San Diego, California. Seorang teman saya bertemu pesepeda ambisius itu dekat tebing Big Sur yang berjarak 1.500 km dari titik awal perjalanannya. Setelah mendengar baru-baru ini perlengkapan berkemah milik James dicuri orang, teman saya menawarkan selimut dan baju hangatnya, tetapi James menolak menerimanya. Ia mengingat bahwa perjalanannya menuju ke selatan akan membawanya ke iklim yang lebih hangat, maka ia perlu mengurangi beberapa barang. Makin mendekati tujuannya, kekuatannya juga makin terkuras, sehingga ia memang perlu mengurangi beban yang dibawanya.
Allah Tahu
Ketika tengah mengagumi sebuah lukisan abstrak berukuran besar, sepasang kekasih melihat kaleng cat tanpa tutup dan kuas di bawahnya. Mengira bahwa lukisan itu “karya yang belum selesai” dan siapa saja diundang untuk ikut melukis, pasangan itu pun menggoreskan beberapa warna, lalu pergi. Namun, sebenarnya sang seniman memang sengaja meninggalkan peralatan lukisnya di sana sebagai bagian dari pajangan karya yang telah selesai. Setelah meninjau rekaman video dari insiden tersebut, pihak galeri mengakui adanya kesalahpahaman dan tidak mengajukan tuntutan kepada pasangan tadi.
Dipanggil untuk Bertumbuh
Sea squirt adalah makhluk laut yang tidak lazim. Hewan itu ditemukan menempel pada batu dan kerang, dan tampak seperti tabung plastik lunak yang melambai mengikuti arus. Ia mengambil nutrisi dari air yang mengalir, dan menjalani kehidupan pasif yang jauh dari masa mudanya yang aktif.
Hidup Seolah Anda Sudah Dipulihkan
Ada dua kakak-beradik perempuan dari India yang terlahir buta. Ayah mereka seorang pekerja keras, tetapi ia tidak sanggup membiayai operasi yang akan membuat kedua putrinya dapat melihat. Kemudian datanglah sekelompok dokter ke wilayah mereka untuk kegiatan misi pengobatan jangka pendek. Sehari setelah operasi dilakukan, kedua kakak-beradik itu tersenyum lebar saat perawat membuka perban mata mereka. Yang satu berseru, “Ibu, aku bisa melihat! Aku bisa melihat!”
Allah Melihat Anda
Pagi hari sering membawa kegelisahan yang besar bagi teman saya, Alma, seorang ibu tunggal dengan dua anak. Katanya, “Ketika suasana masih sepi, kekhawatiran muncul dalam hatiku. Sambil melakukan urusan rumah tangga, aku tidak bisa berhenti memikirkan kondisi keuangan keluarga kami, belum lagi urusan kesehatan dan pendidikan anak-anak.”
Temuan yang Hebat!
Ketika sedang menyelam di tahun 2021, mata Jennifer tertuju pada sebuah botol kecil berwarna hijau di dasar sungai. Ia menyebut benda itu sebagai “temuan sekali seumur hidup.” Botol itu berisi pesan yang ditulis oleh seorang pria muda pada ulang tahunnya yang ke-18 di tahun 1926! Pesan tersebut menyatakan kepada siapa pun yang menemukan botol itu agar dapat mengembalikannya kepadanya. Jennifer menggunakan Facebook untuk melacak anggota keluarga pria tersebut. Meski pria itu sudah meninggal pada tahun 1995, pesan yang tadinya terhilang kini membawa kebahagiaan bagi Jennifer dan keluarga pria tersebut.