Saling Memperhatikan
Jose, seorang guru pengganti berusia tujuh puluh tujuh tahun, sudah tinggal dalam mobilnya selama delapan tahun. Setiap malam, pria tua itu tidur di dalam Ford Thunderbird LX keluaran 1997 miliknya, sambil terus memantau kondisi aki mobilnya yang menjadi sumber energi bagi komputer yang dipakai untuk melakukan pekerjaannya di malam hari. Alih-alih menggunakan pendapatannya untuk menyewa tempat tinggal, Jose mengirimkan uang itu kepada kerabatnya di Meksiko yang lebih membutuhkan. Suatu hari, pagi-pagi sekali, salah seorang mantan murid Jose melihatnya sedang sibuk mencari-cari sesuatu di bagasi mobilnya. Ia merasa perlu melakukan sesuatu dan memutuskan untuk menggalang dana bagi Jose. Beberapa minggu kemudian ia menyerahkan selembar cek kepada Jose untuk membantunya menyewa tempat tinggal.
Tim Idaman
Melanie dan Trevor bersama-sama melakukan pendakian gunung berkilo-kilometer dengan menyusuri jalan setapak. Namun, mereka tidak mungkin dapat melakukannya secara terpisah. Melanie yang terlahir dengan kelainan tulang belakang harus menggunakan kursi roda. Sementara itu Trevor kehilangan daya penglihatannya karena glaukoma. Keduanya menyadari bahwa mereka dapat berpasangan dan saling melengkapi untuk bersama-sama menikmati alam Colorado. Trevor yang berjalan menyusuri jalan itu dapat menggendong Melanie di punggungnya, sementara Melanie dapat mengarahkan jalan. Mereka menyebut diri mereka sebagai “tim idaman.”
Makanan yang Menyatakan Kasih
Saya pernah menghadiri suatu perayaan ulang tahun keluarga yang menerapkan tema “hal favorit” pada dekorasi, kado, dan terutama makanan. Karena gadis yang berulang tahun sangat menyukai bistik dan salad—serta kue bolu berbahan cokelat putih dengan isi buah rasberi—tuan rumah pun menghidangkan bistik, sayur bayam, dan memesan kue kesukaannya itu. Semua makanan kesukaan itu seperti menjadi cara tuan rumah itu berkata, “Aku sayang padamu.”
Bergegas dan Menanti
“Apa yang akan kita lakukan dengan semua waktu luang yang kita miliki?” Pemikiran tersebut adalah inti dari esai yang diterbitkan pada tahun 1930 oleh ekonom John Maynard Keynes. Dalam esai itu, Keynes memprediksi bahwa dalam seratus tahun dari masanya, kemajuan teknologi dan ekonomi akan membawa manusia ke titik ketika kita hanya akan bekerja tiga jam sehari dan lima belas jam seminggu.
Kamu Pasti Bisa!
Dorongan semangat itu ibarat oksigen—kita tidak bisa hidup tanpanya. Hal itulah yang dialami James Savage yang berusia sembilan tahun. Bocah itu berenang bolak-balik sejauh lebih dari 3 km antara garis pantai San Francisco dan Pulau Alcatraz. Namun, setelah berenang selama 30 menit, ombak dan dinginnya air sempat membuat James ingin berhenti. Meski demikian, sekelompok orang yang sedang mendayung datang menyemangatinya, “Kamu pasti bisa!” Kata-kata tersebut mendorong James untuk meraih tujuannya. Ia pun mencatat rekor sebagai orang termuda yang berhasil berenang sejauh itu.
Hikmat dan Pengertian
Pada tahun 1373, ketika masih berusia tiga puluh tahun, Julian dari Norwich jatuh sakit dan hampir meninggal dunia. Ketika seorang hamba Tuhan mendoakannya, Julian menerima beberapa penglihatan yang membuatnya makin dalam merenungkan penyaliban Yesus Kristus. Setelah kesehatannya pulih secara ajaib, ia menghabiskan dua puluh tahun berikutnya dengan menyendiri dalam sebuah kamar di gereja, berdoa dan merenungkan pengalaman tersebut. Ia menyimpulkan bahwa “maksud [Allah] adalah kasih”; artinya, pengorbanan Kristus adalah wujud tertinggi dari kasih Allah.
Tiada Kasih yang Lebih Besar
Pada tahun 2019, upacara peringatan ke-75 pendaratan tentara Sekutu di Normandia (yang lazim disebut D-Day) memberikan penghargaan kepada lebih dari 156.000 prajurit yang turut andil dalam invasi dari laut terbesar sepanjang sejarah untuk membebaskan Eropa Barat. Dalam doa yang disiarkan melalui radio pada 6 Juni 1944, Presiden AS Roosevelt memohon perlindungan Allah, dengan berkata, “Mereka berperang bukan dengan nafsu ingin menaklukkan. Mereka justru berperang untuk mengakhiri penaklukan. Mereka berperang untuk memerdekakan.”
Dia Mengenal Hati Saya
Setelah seorang konsumen menyelesaikan transaksinya pada mesin pembayaran mandiri di sebuah toko swalayan, saya menghampiri mesin tersebut untuk memindai belanjaan saya. Tiba-tiba, seseorang mendekati saya dengan marah-marah. Ternyata, saya tidak menyadari bahwa orang tersebut sudah lebih dahulu mengantre di depan saya. Menyadari kesalahan itu, saya pun meminta maaf dengan tulus. “Maafkan saya.” Wanita itu menjawab (walau bukan hanya ini yang ia katakan): “Tidak, Anda tidak benar-benar menyesal!”
Bertahan Hidup dan Berkembang
Croods, keluarga manusia gua dalam sebuah film animasi, percaya bahwa “satu-satunya cara bertahan hidup adalah bila keluarga kecil mereka tetap bersama.” Mereka takut pada dunia dan orang lain, sehingga waktu mencari tempat yang aman untuk didiami, mereka takut setelah mengetahui ada keluarga lain yang sudah tinggal di daerah yang mereka pilih. Namun, mereka segera belajar menerima perbedaan dari tetangga baru mereka, menerima dukungan, dan bertahan hidup bersama. Croods menyadari bahwa sesungguhnya mereka senang berteman dengan keluarga lain itu dan mereka memang membutuhkan orang lain untuk dapat menjalani hidup sepenuhnya.