Apa Rencana Anda?
Caden, seorang pemuda berusia hampir delapan belas tahun, sudah menanti-nantikan saatnya memulai perkuliahan di perguruan tinggi pilihannya. Ia pernah aktif dalam pelayanan kampus semasa SMA dan berharap dapat terlibat dalam pelayanan serupa di lingkungan yang baru. Ia pun sudah menabung gaji dari pekerjaan paruh waktunya, dan memiliki prospek bagus untuk mendapat pekerjaan baru. Ia bahkan sudah menetapkan sejumlah target, dan kelihatannya semua berjalan baik sesuai rencana. Namun, pada musim semi 2020, krisis kesehatan yang melanda dunia mengubah segalanya.
Menemukan yang Tidak Terlihat
Setelah Yuri Gagarin berhasil menjadi manusia pertama yang melakukan perjalanan menembus luar angkasa, ia kembali ke bumi dengan terjun payung dan mendarat di suatu wilayah pedesaan Rusia. Seorang petani perempuan memperhatikan kosmonot berbaju oranye yang masih mengenakan helm dan sedang menyeret dua parasut itu. “Benarkah Anda datang dari luar angkasa?” tanya wanita itu terheran-heran. “Sebenarnya, ya,” jawab Gagarin.
Air yang Kita Butuhkan
Danau Baikal, danau terdalam di dunia, sangat luas dan luar biasa indah. Dengan kedalaman 1,6 kilometer, panjang 636 km, dan lebar 79 km, danau tersebut menampung seperlima jumlah air tawar dunia. Namun, sebagian besar air itu tidak dapat diakses. Danau Baikal terletak di Siberia—salah satu wilayah paling terpencil di Rusia. Dengan besarnya kebutuhan dunia akan air tawar, sungguh ironis bahwa persediaan air sebanyak itu justru tersembunyi di tempat yang tidak terjangkau oleh banyak orang.
Tiba dengan Selamat
Di Papua Nugini, suku Kandas menanti dengan penuh harap kedatangan Alkitab Perjanjian Baru yang dicetak dalam bahasa daerah mereka. Namun demikian, untuk bisa sampai ke desa itu, orang-orang yang membawa Alkitab itu harus menyeberangi lautan luas dengan perahu-perahu kecil.
Berjalan, Bukan Berlari
Saya memperhatikan ada seorang wanita di wilayah kami yang setiap hari sudah aktif sebelum fajar menyingsing. Ia adalah seorang pejalan cepat (power walker). Setiap kali saya mengantar anak-anak ke sekolah, ia selalu sudah ada di bahu jalan. Dengan mengenakan headphones berukuran besar dan kaos kaki selutut berwarna-warni, ia berjalan dengan lengan dan kaki terayun bergantian, dengan salah satu kaki selalu menapak tanah. Olahraga ini berbeda dengan lari atau jogging. Jalan cepat jenis ini melibatkan teknik-teknik yang sengaja dibatasi untuk mengekang keinginan alamiah tubuh untuk berlari. Meski kesannya tidak demikian, sebenarnya jalan cepat juga membutuhkan energi, fokus, dan kekuatan sebanyak yang diperlukan untuk berlari atau jogging. Hanya dalam jalan cepat, semua itu terkendali.
Melakukan Apa yang Dapat Dilakukan
Ibu itu meletakkan wadah plastik untuk kue mangkuk di atas meja kasir. Selanjutnya, kartu ulang tahun dan beberapa kantong makanan ringan. Rambutnya yang acak-acakan menegaskan wajahnya yang terlihat lelah. Anaknya yang batita terus merengek minta diperhatikan. Ketika kasir memberitahukan jumlah total belanjaannya, raut wajah sang ibu langsung berubah. “Oh, kalau begitu saya akan kembalikan beberapa barang. Namun, sebenarnya ini untuk ulang tahunnya,” desahnya sambil melirik sang anak dengan sedih.
Menghadapi Kegelapan
Pada pertengahan dekade 1960-an, dua orang berpartisipasi dalam penelitian tentang dampak kegelapan pada jiwa manusia. Mereka memasuki gua yang terpisah, sementara para peneliti mengamati kebiasaan makan dan tidur mereka. Yang satu bertahan dalam kegelapan total selama 88 hari, sementara yang lainnya bertahan selama 126 hari. Keduanya tidak mengira akan dapat bertahan dalam kegelapan sepanjang itu. Salah seorang dari mereka merasa hanya tidur sebentar, tetapi mendapati bahwa sebenarnya ia tidur terus selama 30 jam. Kegelapan memang membuat bingung.
Dikejar oleh Kasih
“Aku melarikan diri dari-Nya, sepanjang malam dan sepanjang hari,” demikian pembukaan puisi terkenal “The Hound of Heaven” karya penyair Inggris, Francis Thompson. Thompson menggambarkan tentang pengejaran Tuhan Yesus yang tidak kenal lelah, sekalipun Thompson berusaha bersembunyi, bahkan melarikan diri dari Allah. Di akhir puisinya, sang penyair menyimpulkan, “Benar, akulah yang terus Engkau cari!”
Dosa dan Pengampunan
Dalam buku Human Universals, antropolog Donald Brown menyusun daftar berisi lebih dari empat ratus perilaku yang dianggapnya lazim di antara umat manusia. Hal-hal yang dicatatnya termasuk bermain, lelucon, tarian, dan peribahasa, rasa takut kepada ular, dan cara mengikat barang dengan tali! Begitu juga, ia meyakini semua budaya memiliki konsep benar dan salah, yang membuat orang memuji kemurahan hati, menghargai janji, dan mengecam kejahatan dan pembunuhan sebagai tindakan yang keji. Kita semua memiliki hati nurani, tidak peduli dari mana kita berasal.