Apa yang Salah dengan Dunia Ini?
Surat kabar The London Times pernah mengajukan sebuah pertanyaan kepada para pembacanya sebelum memasuki abad kedua puluh: Apa yang salah dengan dunia ini?
Luka Emas
Di Belanda, sekelompok perancang busana menawarkan pelatihan yang diberi nama “Golden Joinery.” Kegiatan ini terinspirasi dari teknik Kintsugi asal Jepang, suatu seni memperbaiki porselen yang retak atau pecah dengan garis emas yang terlihat. Para peserta pelatihan diajak bekerja sama memperbaiki pakaian yang robek dengan cara-cara yang sengaja memperlihatkan daripada menutupi bagian yang diperbaiki. Peserta yang diundang diminta membawa “baju kesayangan yang sudah robek dan memperbaikinya dengan emas.” Setelah dijahit kembali, hasil perbaikannya menjadi semacam hiasan yang terlihat seperti “luka emas.”
Kasih Mengalahkan Kebencian
Dalam kurun waktu 24 jam setelah kematian tragis ibunya, Chris berulang kali menggumamkan kalimat yang menguatkan ini: “Kasih mengalahkan kebencian.” Ibunya yang bernama Sharonda tewas bersama delapan orang lain saat sedang mengikuti pendalaman Alkitab di Charleston, Carolina Selatan. Apa yang telah begitu kuat membentuk kehidupan remaja ini sehingga kata-kata itu dapat keluar dari bibir dan hatinya? Chris percaya kepada Tuhan Yesus dan ia memiliki ibu yang “mengasihi semua orang dengan segenap hatinya.”
Musik di Angkasa
Bayangkanlah hidup tanpa ponsel, Wi-Fi, GPS, Bluetooth, atau oven microwave. Demikianlah keadaan kota kecil Green Bank, Virginia Barat, yang dikenal sebagai “kota paling hening di Amerika.” Di sanalah juga terdapat Observatorium Green Bank, teleskop radio terbesar di dunia. Teleskop itu membutuhkan “keheningan” untuk dapat “mendengarkan” gelombang radio yang secara alamiah dipancarkan oleh gerakan pulsar dan galaksi di luar angkasa. Observatorium itu memiliki luas permukaan lebih besar daripada sebuah lapangan sepak bola, dan berdiri tepat di pusat Zona Tenang Radio Nasional, suatu kawasan seluas 33.670 kilometer persegi yang dibangun untuk mencegah terjadinya intervensi elektronik yang dapat mengganggu kepekaan teleskop yang sangat tinggi.
Hati yang Senang Menyanyi
Lagu pujian itu terdengar sampai ke bawah . . . pada pukul setengah tujuh pagi di hari Sabtu. Saya pikir belum ada yang bangun tidur, tetapi suara serak putri bungsu saya menunjukkan itu tidak sepenuhnya benar. Meski belum sadar betul, bibirnya sudah mengeluarkan lagu pujian.
Pelan Tapi Pasti
Tanpa sengaja, saya pernah bertemu dengan seorang teman lama yang menceritakan apa saja kegiatannya selama ini. Harus saya akui bahwa ceritanya terdengar sulit dipercaya. Namun, hanya beberapa bulan setelah pertemuan itu, grup musik teman saya mulai dikenal luas lewat lagu hit yang terdengar di radio dan iklan TV. Ketenarannya melesat bagai meteor.
Penginjil atau Petani?
Konon pada suatu ketika, dua bersaudara laki-laki bernama Billy dan Melvin sedang berada di tanah pertanian keluarga ketika mereka melihat sebuah pesawat yang lewat membuat tulisan “GP” di langit.
Bertumbuh Bersama
Dalam suatu pertandingan bisbol, suami saya, Alan, menempati posisi lapangan di bawah lampu sorot. Ketika bola dipukul tinggi oleh lawan menuju sudut lapangan yang gelap, Alan berlari secepat mungkin untuk menangkapnya. Karena matanya tertuju pada bola, ia tidak melihat ada pagar besi di depan dan menabraknya! Malam itu, saya menanyakan keadaannya. Sambil mengusap-usap pundaknya yang sakit, ia berkata, “Seandainya saja tadi teman-temanku memperingatkan kalau aku sedang berlari ke arah pagar.” Suatu tim baru berfungsi baik bila anggota-anggotanya bekerja sama. Cedera Alan bisa saja dihindari apabila rekan setimnya memperingatkannya lebih awal.
Allah Memegang Kita
Fredie Blom asal Afrika Selatan diakui luas sebagai manusia tertua di dunia. Ia berulang tahun ke-114 pada tahun 2018. Blom yang lahir pada tahun 1904, semasa Wright bersaudara menciptakan pesawat terbang pertama mereka, pernah melewati dua Perang Dunia, masa politik apartheid, dan era Depresi Besar. Ketika ditanya rahasia umur panjangnya, Blom mengaku tidak tahu. Seperti kebanyakan dari kita, ia tidak selalu menjaga makan atau melakukan aktivitas tertentu untuk tetap sehat. Namun, ada satu hal yang dikemukakan Blom sebagai alasannya: “Hanya satu hal, yaitu [Tuhan]. Dia yang berkuasa . . . Dia memegangku.”