Kerlip Lampu di Laut
“Saya berbaring di tempat tidur, berkubang dalam minuman keras dan diselimuti perasaan putus asa,” tulis jurnalis Malcolm Muggeridge, tentang suatu malam yang sangat suram yang dialaminya saat bekerja sebagai mata-mata pada Perang Dunia II. “Sendirian di alam semesta, di keabadian, tanpa setitik pun cahaya.”
Anugerah yang Menghapus Semuanya
Alexa, perangkat keluaran Amazon yang dioperasikan dengan perintah suara, memiliki satu fitur menarik: perintah untuk menghapus semua ucapan Anda. Apa pun yang Anda perintahkan kepada Alexa, dan apa pun informasi yang Anda tanyakan, satu kalimat sederhana (“Hapus semua ucapan saya hari ini”) dapat menghapus seluruhnya sampai bersih, seakan-akan semua itu tidak pernah Anda ucapkan. Sayang sekali tidak ada fitur seperti ini dalam kehidupan kita. Andai saja, untuk setiap salah ucap, setiap tindakan tercela, setiap momen yang seandainya saja bisa kita hapus—kita tinggal mengucapkan perintah dan semua kekacauan itu akan lenyap tak berbekas.
Peran Anggota Kerajaan
Dalam keluarga kerajaan, semakin dekat seseorang dengan takhta, semakin ia dikenal luas. Anggota keluarga lainnya hampir pasti terlupakan. Deretan pewaris takhta Kerajaan Inggris berjumlah hampir enam puluh orang. Salah satunya adalah Lord Frederick Windsor, pewaris takhta yang berada di urutan keempat puluh sembilan. Karena jauh dari sorotan publik, ia pun bisa menjalani hidupnya dengan tenang. Meski bekerja sebagai seorang analis keuangan, ia tidak terhitung sebagai “anggota keluarga kerajaan yang bekerja”, yakni para anggota keluarga yang digaji untuk menjalankan tugas mewakili keluarga kerajaan.
Cara untuk Menunggu
Karena merasa frustrasi dan kecewa dengan gereja, Trevor yang berumur tujuh belas tahun mulai berkelana mencari jawaban atas berbagai pertanyaan yang mengganjal di hatinya. Namun, pencarian itu tak kunjung memuaskan hasratnya atau menjawab pertanyaan-pertanyaannya.
Harus Kita Perhatikan
Ketika seorang anak menghadapi banyak kesulitan dalam studinya, sang ayah mulai mengajarkannya untuk mengucapkan kalimat motivasi setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah: “Aku bersyukur kepada Tuhan karena sudah membangunkan aku hari ini. Aku akan berangkat ke sekolah untuk belajar . . . dan menjadi pemimpin seperti yang Tuhan kehendaki dariku.“ Mengucapkan kalimat motivasi merupakan salah satu cara sang ayah membantu anaknya menghadapi berbagai tantangan yang tak terelakkan dalam hidup ini.
Ketika Keindahan Itu Pergi
Saya tidak akan pernah mendapatkan kembali keindahan putri kami Melissa. Kenangan indah saat kami melihatnya bermain voli dengan riang di sekolahnya mulai pudar dari ingatan saya. Terkadang sulit mengingat kembali senyum malu-malu yang muncul di wajahnya yang gembira ketika kami melakukan kegiatan bersama sebagai keluarga. Kematiannya di usia 17 tahun seakan memadamkan sukacita kehadirannya dalam hidup kami.
Terang di Tengah Kegelapan
Hujan badai yang dahsyat menyapu kota yang baru kami tinggali, hingga meninggalkan kelembaban tinggi dan langit yang gelap gulita. Malam hari itu, saya mengajak anjing kami, Callie, berjalan-jalan. Pikiran saya dibuat kalut oleh menggunungnya pergumulan yang harus dihadapi keluarga kami setelah pindah ke kota ini. Dalam perasaan frustrasi karena begitu banyaknya hal yang tidak tercapai atau tidak sesuai dengan harapan kami, saya memperlambat langkah agar Callie dapat mengendus-endus di rerumputan. Saya mendengarkan bunyi kecipak air anak sungai yang mengalir di sebelah rumah kami. Tiba-tiba, muncul beberapa cahaya kecil berkedip-kedip di antara bunga-bunga liar yang tumbuh di tepian anak sungai itu. Kunang-kunang.
Sukacita yang Mahal
Begitu alunan musik digital itu terdengar, kami berenam langsung berdiri dan bergerak. Ada yang sempat mengenakan sepatu, tetapi yang lain langsung berlari ke arah pintu tanpa mengenakan alas kaki. Dalam hitungan detik kami semua berhamburan ke luar rumah untuk mengejar tukang es krim. Itu hari pertama musim panas, dan tidak ada yang lebih mengasyikkan daripada merayakannya dengan menikmati es krim yang manis dan dingin! Seperti mengejar tukang es kirim itu, ada banyak hal yang kita lakukan hanya karena kita terdorong oleh rasa sukacita ketika melakukannya, bukan karena kebiasaan atau keharusan.
Momen-Momen Berharga
Su Dongpo (juga dikenal dengan nama Su Shi) adalah salah seorang penyair dan pengarang esai terbesar di Tiongkok. Saat sedang berada di pengasingan dan menatap bulan purnama, ia menulis puisi untuk menggambarkan kerinduannya kepada saudara laki-lakinya. “Kami bersuka dan bersedih, berkumpul dan berpisah, sementara bulan membesar dan mengecil. Sejak masa silam, tidak ada yang tinggal sempurna,” tulisnya. “Kiranya orang-orang yang kita cintai panjang umur, dan bersama menyaksikan pemandangan indah ini meski terpisah jarak ribuan mil.”