Category  |  Santapan Rohani

Anugerah Damai Sejahtera

“Aku percaya kepada Yesus dan Dialah Juruselamatku, maka aku tidak takut mati,” kata Barbara Bush, istri mantan Presiden AS George H. W. Bush, kepada anak laki-lakinya sebelum ia meninggal dunia. Pernyataan yang luar biasa dan penuh keyakinan itu menunjukkan dasar iman yang kuat dan teguh. Barbara mengalami anugerah damai sejahtera Allah dari pengenalannya akan Tuhan Yesus, bahkan di saat-saat menghadapi kematian.

Apalah Arti Sebuah Nama?

Dalam kehendak Allah, putra kami Kofi lahir pada hari Jumat, sesuai dengan arti namanya—anak laki-laki yang lahir pada hari Jumat. Kami memberinya nama seperti nama teman kami, seorang pendeta asal Ghana yang pernah kehilangan putra tunggalnya. Beliau pun selalu mendoakan anak kami. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami.

Ceritakan kepada Saya

Konon, pada suatu ketika. Keempat kata itu bisa jadi merupakan awalan kalimat paling berpengaruh di dunia. Sejumlah kenangan masa kanak-kanak saya yang paling kuat mengandung frasa tersebut dalam berbagai variasinya. Suatu hari, ibu saya pulang ke rumah membawa sejilid buku besar bersampul tebal berisi cerita-cerita Alkitab bergambar—judulnya Cerita Alkitab Gembalaku yang Baik. Setiap malam sebelum lampu dimatikan, saya dan kakak laki-laki saya duduk dengan tekun mendengarkan ibu kami membacakan sebuah cerita dari masa lampau tentang orang-orang yang menarik dan Allah yang mengasihi mereka. Cerita-cerita tersebut menjadi seperti jendela bagi kami untuk melihat dunia yang besar dan ajaib di luar sana.

Selaras Dengan Roh

Sambil mendengarkan teknisi piano menyelaraskan nada pada sebuah grand piano, saya teringat ketika piano tersebut pernah memainkan lagu-lagu megah seperti “Warsaw Concerto” dan melodi indah dari pujian “Sungguh Besar Kau Allahku.” Namun, sekarang alat musik itu benar-benar butuh disetem. Meski beberapa not yang masih tepat nadanya, ada not-not lain yang nadanya terlalu tinggi atau terlalu rendah, sehingga menghasilkan bunyi yang tidak enak didengar. Tugas teknisi piano bukanlah membuat semua tuts mengeluarkan bunyi yang sama, melainkan memastikan agar masing-masing not dengan bunyinya yang unik dapat menghasilkan perpaduan musik yang harmonis dan enak didengar ketika digabungkan dengan not-not lain. 

Dalam Perbaikan

Bukankah jalan ini baru selesai diaspal? pikir saya di tengah lalu lintas yang melambat. Kenapa sekarang dibongkar lagi? Lalu, dalam hati saya bertanya-tanya, Mengapa perbaikan jalan rasanya tidak selesai-selesai? Sepertinya saya belum pernah melihat papan pengumuman yang bertuliskan, “Perbaikan jalan sudah selesai. Selamat menikmati jalan yang mulus ini.”

Mencuri Kemuliaan Yesus

Ketika pendeta saya mengajukan pertanyaan yang sulit tentang kehidupan Yesus kepada kelas kami, saya langsung mengangkat tangan. Saya baru saja membaca kisah hidup-Nya, jadi saya tahu jawabannya. Selain itu, saya juga ingin rekan-rekan di kelas saya tahu bahwa saya tahu. Lagipula, saya seorang pengajar Alkitab. Betapa memalukannya kalau saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu di hadapan mereka! Akan tetapi, saya merasa malu karena perasaan saya yang takut malu. Seketika juga saya menurunkan tangan saya. Apakah saya begitu tidak percaya diri?

Dengan Tangan Terbuka

Saydee dan keluarganya memiliki filosofi “tangan terbuka dan rumah terbuka.” Rumah mereka selalu terbuka bagi siapa saja, “terutama mereka yang sedang susah,” katanya. Begitu pula prinsip kehidupan keluarga Saydee yang bertumbuh bersama sembilan saudara kandungnya di Liberia. Orangtua mereka selalu membuka pintu rumah mereka bagi orang lain. Ia berkata, “Kami bertumbuh sebagai satu komunitas. Kami saling menyayangi. Semua orang bertanggung jawab atas sesamanya. Ayah kami mengajari kami untuk saling menyayangi, saling memperhatikan, dan saling melindungi.”

Meneladani Anak-anak

Ketika saya dan seorang teman berkunjung ke salah satu pemukiman kumuh di Nairobi, Kenya, hati kami terenyuh melihat kemiskinan yang terpampang di depan mata. Meski demikian, di sana kami juga merasakan emosi yang berbeda—perasaan yang menyegarkan—ketika kami menyaksikan anak-anak kecil berlari dan berteriak-teriak, “Mchungaji, Mchungaji!” (bahasa Swahili untuk kata “pendeta”). Begitulah reaksi penuh sukacita anak-anak itu begitu melihat pemimpin rohani mereka di dalam kendaraan yang membawa kami. Dengan teriakan kegirangan, anak-anak kecil itu menyambut kedatangan seorang pendeta yang sangat memperhatikan dan mempedulikan mereka.

Kasih Abadi

Bertahun-tahun lalu, putra saya yang masih berusia empat tahun menghadiahi saya sebuah pajangan berbentuk hati dari kayu yang dibingkai dan diletakkan di atas plat besi dengan tulisan selamanya tercantum di tengah-tengah. “Aku sayang Mama, selamanya,” katanya.