Category  |  Santapan Rohani

Teruslah Berharap

Di antara ratusan artikel yang pernah saya tulis untuk Our Daily Bread sejak tahun 1988, ada beberapa yang melekat di benak saya. Salah satunya adalah artikel dari pertengahan 90-an yang menceritakan tentang tiga wanita dalam keluarga kami yang sedang mengikuti suatu retret atau perjalanan misi, sehingga Steve, anak saya yang berumur enam tahun, dan saya memiliki waktu khusus antarpria.

Perlindungan dari Badai

Ketika masih tinggal di Oklahoma, saya memiliki seorang teman yang hobi “mengejar” tornado. John melacak badai dengan saksama melalui komunikasi radio dengan para “pengejar” badai lainnya dan radar setempat. Ia berusaha menjaga jarak aman sambil mengamati jalur tornado agar ia dapat melaporkan perubahan yang terjadi dan memperingatkan warga di daerah yang akan dilewati tornado tersebut.

Rumah Abadi

“Mengapa kita harus pindah rumah?” tanya putra saya. Sulit menjelaskan arti rumah, terutama kepada anak berusia lima tahun. Kami memang meninggalkan bangunan rumah itu, tetapi makna sesungguhnya dari rumah adalah tempat orang-orang yang kita kasihi berada. Tempat itulah yang kita dambakan setelah menempuh perjalanan jauh atau selepas bekerja seharian.

Melalui Salib

Rekan kerja saya, Tom, memiliki salib kaca berukuran 20 x 30,5 cm di atas mejanya. Phil, seorang teman yang juga penyintas kanker seperti Tom, memberikan salib itu untuk membantu Tom melihat segala sesuatu “melalui salib”. Salib kaca tersebut selalu mengingatkannya pada kasih dan tujuan Allah yang baik atas hidupnya.

Apa Kegemaran Anda?

Salah seorang pegawai di bank tempat saya menabung memasang foto mobil Shelby Cobra tipe roadster (2 kursi tanpa atap permanen) pada jendela kerjanya. (Cobra adalah mobil dengan performa tinggi yang diproduksi oleh Ford Motor Company.)

Aku Tak Bisa Melakukannya

“Aku tak bisa melakukannya!” keluh seorang murid yang sedang berkecil hati. Yang ia lihat pada lembar kerjanya hanyalah tulisan-tulisan kecil, konsep-konsep yang sulit, dan tenggat yang hampir tiba. Ia membutuhkan bantuan dari gurunya.

Tidak Perlu Penjamin

Seseorang yang mempunyai catatan jangka panjang yang buruk dalam hal membayar tagihan biasanya ditolak ketika ia mengajukan pinjaman untuk membeli rumah atau mobil. Pihak pemberi pinjaman enggan untuk mengambil risiko. Sekalipun seseorang berjanji untuk mengembalikan uang yang dipinjamnya, tetapi dengan rekam jejak yang buruk, ia tidak cukup meyakinkan bagi bank untuk menerima permohonannya. Biasanya, orang yang hendak meminjam itu akan mencari seseorang dengan catatan yang baik dalam pelunasan utang dan meminta agar namanya dicantumkan sebagai penjamin pada perjanjian peminjaman. Janji penjamin yang ikut bertanda tangan itu meyakinkan pemberi pinjaman bahwa uang yang diberikan pasti akan dibayar kembali.

Pemberian Terbaik

Ketika sedang mengepak barang untuk pulang ke London, ibu memberi saya sebuah hadiah, yakni salah satu cincin miliknya yang telah lama saya kagumi. Karena terkejut, saya bertanya, “Untuk apa ini, Bu?” Ibu menjawab, “Kupikir kamu dapat memakainya sekarang, tidak perlu menunggu sampai Ibu sudah tiada. Lagipula cincin itu sudah tidak muat lagi di jari Ibu.” Ibu memberikannya sebagai warisan yang diberikan lebih awal. Betapa senangnya saya menerima hadiah yang tak terduga itu!

Menyembunyikan Luka Hati

Ketika diundang menjadi pembicara di sebuah gereja lokal, saya membawakan topik tentang membawa kepedihan hati kita ke hadapan Allah untuk menerima pemulihan yang ingin diberikan-Nya. Sebelum menutup dengan doa, gembala gereja itu berdiri di tengah-tengah jemaat dan berkata, “Sebagai gembala Anda, saya merasa diberkati dapat bertemu dengan Anda sekalian di sepanjang minggu dan mendengarkan kisah-kisah tentang kepedihan hati yang Anda rasakan. Namun, dalam kebaktian hari Minggu seperti ini, saya sedih melihat Anda justru menyembunyikan kepedihan Anda.”