Category  |  Santapan Rohani

Sang Pemberi Pertumbuhan

Suatu hari, saya melihat sesuatu yang tidak saya duga sebelumnya. Ada enam tangkai bunga bakung kuning yang cerah menjulang di antara dua batu besar di sisi kanan jalan masuk ke rumah kami. Karena tidak pernah menanam, memberi pupuk, atau sengaja menyirami bunga itu, saya tidak tahu bagaimana atau mengapa tanaman itu bisa tumbuh di halaman kami.

Arti Hidup Ini

Akhir-akhir ini, saat membaca buku-buku yang berisi nasihat pengelolaan uang, saya memperhatikan ada tren yang menarik. Hampir semua buku itu memberikan nasihat yang baik, tetapi banyak di antaranya menyiratkan bahwa alasan utama dari hidup hemat adalah keinginan untuk hidup bak miliuner di masa depan. Namun, satu buku memberikan perspektif yang berbeda. Buku itu menganjurkan bahwa hidup apa adanya sangatlah penting untuk memiliki hidup yang berkelimpahan. Jika Anda merasa membutuhkan sesuatu yang lebih mewah atau harta yang lebih banyak untuk dapat merasakan sukacita, buku itu menyatakan, “Anda telah kehilangan arti hidup ini.”

Siapakah Orang Ini?

Bayangkan Anda berdiri berdesak-desakan dengan orang-orang di tepi jalan yang masih tanah. Wanita di belakang Anda sedang berjinjit, sambil mencoba untuk melihat siapa yang datang. Di kejauhan, Anda sekilas melihat seorang pria menunggang keledai. Saat Dia semakin mendekat, orang-orang pun menghamparkan jubah mereka di jalan. Tiba-tiba, Anda mendengar suara ranting patah di belakang Anda. Seseorang sedang memotong ranting-ranting pohon palem dan orang-orang menebarkannya di jalan yang akan dilalui keledai itu.

Pengaruh dari Teladan

Usaha saya memperbaiki sesuatu di rumah biasanya berakhir dengan membayar orang lain untuk membenahi kerusakan yang justru saya timbulkan saat memperbaiki masalah awalnya. Namun, baru-baru ini saya berhasil memperbaiki sebuah perangkat rumah tangga dengan menonton video YouTube yang menampilkan seseorang yang menunjukkan cara perbaikannya langkah demi langkah.

Janji Ganda

Sejak menderita kanker beberapa tahun yang lalu, Ruth mengalami kesulitan untuk makan, minum, bahkan untuk menelan. Kekuatan fisiknya juga banyak berkurang dan banyaknya operasi serta perawatan telah membuat kondisinya jauh lebih merosot dibandingkan sebelumnya.

Mewariskan Iman

Telepon saya berbunyi, tanda ada pesan pendek yang masuk. Ternyata putri saya meminta saya mengirimkan resep kue es krim pepermin ala nenek saya kepadanya. Ketika mencarinya di antara tumpukan kartu yang sudah menguning dalam sebuah kotak usang, saya memperhatikan tulisan tangan yang unik dari nenek saya—dan beberapa catatan ibu saya dalam huruf sambung. Saya pun tersadar, karena sekarang putri saya memintanya, resep kue es krim pepermin itu sudah diturun-temurunkan hingga generasi keempat dalam keluarga saya.

Berjalan di atas Air

Pada suatu hari di musim dingin, saya bertualang ke danau Michigan, danau terbesar kelima di dunia, untuk melihat permukaannya yang beku. Selama ini, saya lebih sering berlibur di tepi pantai sambil berjemur di bawah sinar matahari. Saya tidak menyesal karena dapat menyaksikan pemandangan yang sungguh luar biasa. Danau itu membeku saat airnya mengombak dan hasilnya adalah suatu mahakarya seni dari es.

Musim yang Baik

Hari ini adalah hari pertama musim semi di belahan bumi bagian utara. Jika Anda tinggal di Australia, hari ini adalah hari pertama musim gugur. Itulah yang disebut sebagai ekuinoks vernal (titik musim semi matahari) di belahan bumi bagian utara dan ekuinoks musim gugur di belahan bumi bagian selatan. Hari ini, matahari bersinar langsung ke arah khatulistiwa, dan rentang jam pada siang hari dan malam hari hampir sama di seluruh dunia.

Sikap Hati yang Bersyukur

Pada hari pernikahan kami, saya dan Martie dengan tulus dan gembira mengucapkan janji untuk setia “di saat senang maupun susah, saat sehat maupun sakit, saat berkelimpahan atau saat kekurangan.” Mungkin terasa aneh bahwa di tengah suasana hari pernikahan yang ceria, kedua mempelai mengucapkan janji tentang hadirnya masa-masa yang buruk, sakit-penyakit, dan kekurangan. Namun, janji itu menegaskan fakta bahwa di dalam hidup ini kita memang sering menghadapi masa-masa yang “buruk”.