Category  |  Santapan Rohani

Apa Isinya?

“Apakah kamu mau lihat apa isinya?” tanya teman saya Emily. Saya baru saja memuji boneka kain yang sedang dipeluk putrinya yang masih kecil. Saya memang sangat ingin tahu apa isi boneka itu. Teman saya membalik boneka itu dan membuka ritsleting tersembunyi yang dijahit pada punggung boneka tersebut. Dari dalam tubuh boneka itu, Emily dengan lembut mengeluarkan sebuah harta terpendam: boneka kain yang pernah disayang dan disukainya selama bertahun-tahun di masa kanak-kanaknya, lebih dari dua puluh tahun lalu. Boneka “luar” itu hanya sekadar bungkus jika tanpa boneka “dalam” yang menopang dan memberikan bentuk pada boneka “luar” itu.

Hati Sebagai Hamba

Hari itu pekerjaan di kantor sangat melelahkan. Namun saat sampai di rumah, tiba waktunya bagi saya untuk memulai “pekerjaan lain”: menjadi ayah yang baik. Sambutan dari istri dan anak saya segera berubah menjadi, “Pa, mau makan malam apa?” “Pa, boleh ambilkan aku minum?” “Pa, main bola yuk?”

Batu Peringatan

Terkadang saat membuka Facebook, saya ditunjukkan pada “kenangan”—hal-hal yang pernah saya unggah pada hari yang sama di tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah kenangan itu, seperti foto pernikahan kakak saya atau video putri saya yang sedang bermain dengan nenek saya, biasanya membuat saya tersenyum. Namun, sebagian kenangan yang lain memberikan dampak emosional yang lebih mendalam. Ketika membaca lagi tulisan tentang menengok saudara ipar yang menjalani kemoterapi atau melihat foto jahitan di kulit kepala ibu saya setelah operasi pada otaknya tiga tahun lalu, saya diingatkan pada kehadiran Allah yang setia di masa-masa sulit tersebut. Kenangan yang ditampilkan oleh Facebook itu mendorong saya untuk berdoa dan bersyukur.

Penghapus Utang

Saya coba menahan air mata saat mencermati tagihan pengobatan saya. Mengingat gaji suami saya yang turun jauh jika dibandingkan dengan pekerjaan lamanya, membayar setengah dari jumlah tagihan itu saja memerlukan cicilan bulanan selama bertahun-tahun. Saya berdoa sebelum menelepon klinik untuk menjelaskan situasi kami dan meminta dibuatkan rencana pembayaran yang sanggup saya tanggung.

Satu Nama

Cleopatra, Galileo, Shakespeare, Elvis, Pelé. Mereka begitu terkenal sehingga satu kata dari nama mereka sudah cukup untuk mengenali mereka. Tokoh-tokoh tersebut menjadi terkenal karena diri mereka dan apa yang mereka lakukan. Namun, ada satu nama lain yang jauh lebih unggul daripada mereka atau nama-nama lain di dunia!

Hadiah dari Orang Majus

Alkisah sepasang anak muda yang saling mencintai tetapi tidak mempunyai banyak uang. Menjelang Natal, keduanya bersusah-payah mencari hadiah yang akan menunjukkan besarnya cinta mereka kepada pasangannya. Akhirnya, pada malam Natal, Della menggunting rambutnya yang sepanjang lutut dan menjualnya agar dapat membeli rantai berbahan platinum untuk arloji milik Jim yang diwarisinya dari ayah dan kakeknya. Namun sayang sekali, ternyata Jim telah menjual arlojinya agar dapat membeli seperangkat sisir yang mahal untuk rambut Della.

Sama Seperti Bapa

Ayah saya pernah mempunyai sepatu bot koboi setinggi lutut yang kini sudah berdebu dan ditaruh di lantai ruang kerja saya. Setiap hari, saat melihat sepatu bot itu, saya teringat pada kepribadian beliau.

Apa yang Dikatakan Para Ahli?

Kolumnis surat kabar Boston Globe, Jeff Jacoby, pernah menulis tentang “kepercayaan diri para ahli yang bisa salah besar dan sangat fatal dalam memprediksi sesuatu”. Jika melihat perjalanan sejarah dari abad ke abad, kita bisa membenarkan tulisan Jacoby. Misalnya saja, penemu hebat Thomas Edison pernah menyatakan bahwa film bersuara tidak akan pernah menggantikan keberadaan film bisu. Lalu pada tahun 1928, Henry Ford menyatakan, “Manusia sudah terlalu cerdas untuk kembali masuk ke dalam peperangan.” Tak terhitung jumlah prediksi dari para “ahli” yang akhirnya melenceng jauh. Ternyata kecerdasan pun ada batasnya.

Kemuliaan yang Menakjubkan

Salah satu hal yang menyenangkan dari perjalanan ke Eropa adalah kesempatan mengunjungi katedral-katedral megah yang banyak terdapat di sana. Keindahan dari setiap katedral yang menjulang tinggi itu sungguh menakjubkan. Karya arsitektur, seni, dan simbol-simbol pada bangunan-bangunan luar biasa tersebut seakan memancarkan keajaiban dan kemegahan yang dapat membuat seseorang terpesona.