Teruskanlah
Setelah menanti selama 55 tahun, tim nasional sepak bola Inggris akhirnya melaju ke partai final kejuaraan Piala Eropa. Setelah menahan imbang Italia di waktu normal, mereka harus melakukan adu penalti untuk menentukan juaranya. Kesempatan terakhir tim Inggris berada di tangan pemain muda bernama Bukayo Saka. Namun, bola yang ditendang Saka berhasil ditepis oleh penjaga gawang Italia. Pendukung tim Inggris pun meratap, dan pialanya diraih oleh tim lawan.
Allah yang Menyelamatkan
Vic, seorang narapidana seumur hidup, bercerita kepada teman-temannya tentang kehampaan yang ia rasakan. Ketika mereka berkata bahwa Yesus mampu mengisi kehampaan tersebut, Vic menertawakan mereka. Bagi Vic, gagasan tentang Yesus, manusia yang sudah mati tetapi hidup saat ini, terdengar mustahil. Walau skeptis, beberapa waktu kemudian ia mulai mendengarkan siaran radio Kristen, bahkan membaca Alkitab. Akhirnya, ia pun meminta Allah untuk menyatakan diri kepadanya.
Terhalang oleh Pimpinan Roh
Setelah menempuh perjalanan panjang, saya dan istri akhirnya sudah dekat dengan jalan tempat tinggal kami. Namun, kami dihadang oleh sebuah rambu besar dengan pesan “JALAN DITUTUP UNTUK AKSES TEMBUS.” Karena rumah kami sudah di depan mata, saya sempat tergoda untuk melewati rambu itu, dan saya sendiri tidak ingin mengambil jalan memutar. Namun kemudian, saya melihat alasan jalan itu ditutup: Kabel listrik yang putus tergeletak melintang di jalan. Seandainya saya mengabaikan peringatan itu, bisa saja saya membahayakan diri sendiri.
Karya Tangan Allah
Capung adalah serangga kecil yang cantik dengan kemampuan terbang dan daya tahan yang sangat menakjubkan. Kemampuan terbang capung bahkan menjadi bahan penelitian untuk meningkatkan teknologi penerbangan. Para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa dengan kepak sayap 30 kali per detik, capung yang jatuh terbalik dapat kembali menegakkan dirinya hanya dalam waktu 0,2 detik. Yang luar biasa, mata capung memproses 200 gambar per detik untuk menentukan mana arah atas dan kemudian langsung menyesuaikan posisi tubuhnya.
Siapa yang Anda Butuhkan?
Seorang atlet terkenal duduk dengan percaya diri di kursi pesawatnya, bersiap untuk terbang ke pertandingan yang ia yakin akan dimenangkannya. Seorang pramugari lewat dan berkata, “Tuan, tolong kencangkan sabuk pengaman Anda.” Pria itu tersenyum. “Superman tidak butuh sabuk pengaman.” Dengan lugas, sang pramugari menjawab, “Superman juga tidak butuh pesawat. Jadi, silakan kencangkan sabuk pengamannya.” Sang atlet pun melakukannya.
Mengucap Syukur Senantiasa
Seekor paus bungkuk betina seberat 50 ton terperangkap dalam jaring penangkap kepiting di pesisir pantai California. Jaring sepanjang ratusan meter dan perangkap seberat puluhan kilogram melilit tubuh paus yang berusaha keras untuk tetap terapung itu. Empat orang penyelam berusaha menyelamatkan si paus dengan berenang di bawah perutnya. Selama satu jam, mereka memotong tali-tali jaring tersebut—suatu upaya yang berbahaya karena satu kali hentakan ekor paus bisa membunuh mereka. Setelah berhasil dibebaskan, alih-alih langsung pergi, paus itu berenang ke arah para penyelam dan menyenggol mereka dengan lembut. “Rasanya seperti ia ingin mengucapkan terima kasih,” kata salah seorang penyelam.
Allah Terus Bekerja
Jay mempunyai sejilid Alkitab yang diedarkan lembaga pelayanan Gideon, tetapi logikanya sulit menerima mukjizat-mukjizat yang diceritakan di dalam lembaran-lembarannya. Namun, ada satu hal yang mengusiknya, yaitu ketulusan iman yang ia lihat dari seorang temannya. Karena itu, Jay menaikkan doa yang tidak lazim. Ia berkata kepada Allah, “Bila Engkau mau aku percaya kepada-Mu, lakukanlah sesuatu yang tidak dapat kujelaskan dengan logika.”
Kasih Allah yang Hebat
Daniel lahir dalam panti asuhan di Romania. Selama tujuh tahun, ia meninggalkan tempat tidurnya hanya untuk pergi ke kamar mandi. Ketika ia berumur delapan tahun, sebuah keluarga dari luar negeri mengadopsinya. Mereka tahu soal gangguan kelekatan—bagaimana Daniel mungkin akan mengalami kesulitan untuk melekat kepada mereka sebagai orangtuanya. Perlahan, kepercayaan Daniel kepada mereka mulai terbangun. Namun, seiring waktu, Daniel mulai sering melampiaskan amarahnya, sampai-sampai orangtuanya perlu menyewa pengawal untuk melindungi mereka dari ledakan amarahnya. Mereka lalu mencoba terapi yang kontroversial: selama lima tahun ke depan, mereka tidak akan pernah berada jauh dari Daniel, bahkan ketika ia sedang marah. Pada ulang tahunnya yang ke-13, Daniel menangis tersedu-sedu, dan untuk pertama kalinya mengatakan bahwa ia sangat menyayangi mereka. Ibunya menyimpulkan pengalaman tersebut: “Mengasihi bukanlah untuk mereka yang lembut dan sentimental. Kasih sayang adalah medan peperangan.”
Bertindak Sesuai Janji Allah
Pieter mencium foto orangtuanya yang sudah lanjut usia setiap malam. Sudah bertahun-tahun ia tidak berjumpa langsung dengan mereka. Ketika sebagai pemuda ia memutuskan untuk mengikut Yesus, keluarga dan komunitasnya mendesak dirinya untuk meninggalkan imannya itu. Saat ia menolak, orangtuanya tidak lagi mengakuinya sebagai anak. “Di Alkitab, Allah berjanji akan menolong anak-anak-Nya dalam masa sulit, dan saya percaya kepada-Nya,” kata Pieter. “Memilih untuk mengikut Dia memang membuat saya menderita, tetapi Dia selalu menolong saya untuk bertahan.”