Membangun Sesuatu yang Bertahan
Ketika saya masih kecil, keluarga kami tinggal di dekat sejumlah lokasi pembangunan di Ohio. Terinspirasi oleh kegiatan-kegiatan yang kami lihat di sana, saya dan teman-teman mengumpulkan sisa-sisa bahan bangunan dan menggunakannya untuk membangun sebuah benteng. Dengan meminjam perkakas milik orangtua kami, kami mengangkut kayu-kayu dan menghabiskan berhari-hari membuat benteng dengan bahan-bahan yang ada. Kegiatan itu menyenangkan, tetapi hasil upaya kami tidak sebanding dengan bangunan kokoh yang berdiri di sekitar kami. Apa yang kami bangun tidak bertahan lama.
Melangkah dalam Iman
John sempat sangat terpukul saat kehilangan pekerjaannya. Dengan usia yang tak lagi muda, ia tahu akan sulit baginya untuk mengerjakan sesuatu yang baru. Ia pun berdoa kepada Allah meminta pekerjaan yang tepat baginya. Ia juga berusaha memperbarui resume pekerjaannya, membaca tips wawancara, dan menelepon banyak pihak. Setelah berminggu-minggu melamar, akhirnya ia diterima dalam posisi baru dengan jadwal kerja yang nyaman dan tempat kerja yang mudah dijangkau. Pemeliharaan Allah dan ketaatan iman John berpadu sempurna mendatangkan hasil tersebut.
Perbuatan Kasih
Dalam novel About Grace, seorang tokoh bernama David Winkler berharap dapat menemukan sang putri yang terasing darinya, dan hanya Herman Sheeler yang bisa menolongnya. Namun, itu tidak mudah. Putri David sebenarnya adalah buah perselingkuhan antara David dan istri Herman, dan Herman telah memperingatkan David agar tidak menghubungi mereka lagi.
Bertatap Muka dengan Allah
Tahun 2022 terasa sangat istimewa bagi saya dan istri. Pada tahun itu cucu kami, Sophia Ashley, dilahirkan—satu-satunya perempuan dari delapan cucu kami. Kami tidak bisa menyembunyikan kegembiraan kami! Saat anak laki-laki kami menghubungi kami melalui panggilan video, kegembiraan kami semakin meluap. Meski tidak seruangan dengan istri saya, saya bisa mendengar pekik riangnya, tanda bahwa ia sempat melihat Sophia lewat video. Sungguh luar biasa, bagaimana sekarang kita dapat berjumpa dengan orang-orang yang kita kasihi cukup dengan satu panggilan video atau satu klik saja.
Menyambut Bayi Yesus
Rasanya lama sekali kami menantikan waktunya tetangga kami melahirkan anak pertamanya. Ketika akhirnya pasangan itu mengumumkan kelahiran putri mereka, kami ikut bersukacita dan meneruskan kabar tersebut melalui pesan pendek kepada teman-teman lain yang mungkin belum mengetahuinya.
Terang Kristus
Saya dan suami selalu menikmati kebaktian Malam Natal di gereja kami. Pada tahun-tahun awal pernikahan, kami mempunyai tradisi khusus untuk mengenakan pakaian hangat sepulang kebaktian, lalu mendaki sebuah bukit yang tidak jauh dari situ, tempat 350 buah lampu yang menyala digantung pada tiang-tiang tinggi berbentuk bintang. Di sana—sering kali di tengah salju—kami membisikkan perenungan kami tentang kelahiran Yesus yang ajaib sambil memandangi seluruh kota dari atas bukit. Sementara itu, banyak orang di kota memandang ke arah cahaya lampu berbentuk bintang yang terang benderang tersebut dari lembah di bawah sana.
Ambisi dalam Persahabatan
Gregorius dari Nazianzus dan Basilius dari Kaisarea adalah dua pemimpin ternama di gereja abad ke-4 yang juga berteman dekat. Mereka bertemu pertama kalinya saat masih menjadi mahasiswa bidang filsafat, dan Gregorius berkata bahwa mereka seperti menjadi “dua tubuh dengan satu jiwa.”
Cinta Kasih yang Nyata
Saat duduk di samping Margaret, teman saya yang terbaring di ranjang rumah sakit, saya memperhatikan kesibukan dan aktivitas pasien-pasien lain, staf medis, dan para pengunjung. Seorang wanita muda yang duduk di dekat ibunya yang sakit bertanya kepada Margaret, “Siapa orang-orang yang rajin menjengukmu itu?” Margaret menjawab, “Mereka teman-temanku di gereja!” Wanita muda itu berkata bahwa ia belum pernah melihat perhatian sebesar itu, dan merasa banyaknya penjenguk itu “memperlihatkan cinta kasih yang nyata.” Sambil tersenyum, Margaret menjawab, “Itu karena kami mengasihi Allah melalui Putra-Nya, Yesus Kristus!”
Kesempatan untuk Keajaiban
Fotografer Ronn Murray sangat menyukai cuaca dingin. “Cuaca dngin berarti langit akan cerah,” katanya. “Dan itu memberi kesempatan untuk melihat keajaiban!”