Category  |  Santapan Rohani

Allah Mengenal Saya

Ketika saudara perempuan saya menemukan buku cerita dari masa kanak-kanak kami dulu, ibu kami yang kini berusia 70-an tahun merasa senang bukan main. Ia masih ingat seluk-beluk cerita lucu tentang seekor beruang yang mencuri madu dan dikejar sekawanan lebah yang marah. Ia juga teringat bagaimana kami berdua tertawa saat mendengar keseruan cerita itu. “Bu, terima kasih ya, sudah membacakan cerita sewaktu kami masih kecil,” saya berkata kepada ibu kami. Ia tahu seluruh kisah hidup saya, termasuk seperti apa saya sewaktu kecil. Sekarang saya sudah dewasa, tetapi ia masih mengenal dan memahami saya.

Pemberi Penghiburan

“Penghiburan yang murni.” Itulah ungkapan yang digunakan J. R. R. Tolkien untuk menggambarkan dukungan yang diberikan oleh teman dan koleganya, C. S. Lewis, saat ia menulis trilogi epos The Lord of the Rings. Novel serial itu dibuat Tolkien dengan telaten dan cermat, dan lebih dari dua kali ia mengetik sendiri naskah panjang tersebut. Ketika ia mengirimkan naskahnya kepada Lewis, sahabatnya itu menimpali, “Tahun-tahun panjang yang kau dedikasikan untuk naskah itu telah membuahkan hasil yang sepadan.”

Reputasi yang Baik bagi Kristus

Selama berkuliah di Florida State University, Charlie Ward aktif bermain dalam dua cabang olahraga sekaligus. Pada tahun 1993, gelandang muda itu dianugerahi Piala Heisman sebagai pemain American football terbaik di tingkat perguruan tinggi. Selain itu, ia juga menjadi bintang dalam tim bola basket kampusnya.

Respons Penuh Syukur

Seorang pelaut Australia bernama Timothy bertahan hidup selama tiga bulan dengan hanya mengandalkan ikan mentah dan air hujan, setelah kapal katamarannya rusak oleh badai dan terombang-ambing di Samudera Pasifik, hampir 2.000 km dari daratan. Meski sempat putus asa, ia akhirnya diselamatkan oleh awak kapal penangkap tuna dari Meksiko. Dengan tubuh yang sudah sangat kurus dan terpapar cuaca, Timothy menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada kapten dan perusahaan perikanan yang telah menyelamatkannya.

Mengajukan Gugatan

Di sebuah pengadilan, seorang pria mengajukan gugatan untuk dilindungi dari Allah. Ia mengklaim Allah telah bertindak “sangat jahat” dan menunjukkan “sikap yang sangat negatif” terhadapnya. Hakim ketua menolak gugatan tersebut, dan berkata bahwa yang dibutuhkan pria itu bukanlah bantuan pengadilan, melainkan pertolongan untuk kesehatan mentalnya. Sebuah kisah nyata yang lucu sekaligus menyedihkan.

Diampuni Allah

Menjelang Hari Thanksgiving, sesuai tradisi, presiden Amerika Serikat akan menyambut dua ekor burung kalkun di Gedung Putih dan memberi semacam pengampunan kepada mereka. Alih-alih dijadikan hidangan utama, seperti yang biasa dilakukan dalam perayaan Thanksgiving, kedua kalkun tersebut dibiarkan hidup di peternakan untuk sepanjang sisa hidup mereka. Meski unggas itu tidak dapat memahami arti kebebasan yang mereka terima, tradisi tahunan yang unik itu memperlihatkan kuasa pengampunan yang menghidupkan.

Terang Kristus Bercahaya

Kota Highland Park, Michigan, pernah menghadapi masa-masa sulit ketika mereka tidak memiliki dana untuk membayar penyediaan listrik. Perusahaan listrik memadamkan lampu jalan dan mencopot bohlam dari 1.400 tiang lampu. Keadaan ini membuat warga merasa tidak aman dan berada dalam kegelapan. “Coba lihat anak-anak yang sedang berangkat ke sekolah itu,” kata seorang warga kepada kru berita. “Karena tidak ada penerangan, mereka terpaksa mengambil risiko saat menyusuri jalan.”

Bermitra dengan Allah

Saat kawan saya dan suaminya berjuang untuk memperoleh keturunan, para dokter menyarankan agar ia menjalani prosedur medis tertentu. Kawan saya ragu untuk mengikuti saran tersebut. “Bukankah doa saja cukup untuk menjawab masalah kami?” katanya. “Apakah saya benar-benar perlu melakukan prosedur itu?” Sebenarnya kawan saya sedang belajar untuk memahami peranan tindakan manusia dalam menggenapi karya Allah.

Bersyukur di tengah Pencobaan

Saya sering mengikuti dan mendoakan seorang rekan penulis yang rajin menceritakan perjuangannya melawan kanker di dunia maya. Ia tidak hanya membagikan tentang perkembangan penyakit dan tantangan yang dihadapinya, tetapi juga menyampaikan permohonan doa disertai ayat-ayat Alkitab dan pujian bagi Allah. Senyumnya yang tegar, baik saat menunggu perawatan di rumah sakit maupun di rumah dengan bandana yang menutupi kepalanya, sungguh mengagumkan. Dalam setiap tantangan yang dihadapinya, ia tak pernah lupa mendorong orang lain untuk mempercayai Allah di tengah pencobaan.