Lompatan Iman
Sekitar 700 ekor penguin kaisar di Antartika Barat, yang baru berusia enam bulan, berkerumun di tepi tebing es yang menjulang 15 meter di atas air yang sangat dingin. Akhirnya, seekor penguin mencondongkan tubuhnya ke depan dan melakukan “lompatan iman,” dengan menyelam ke dalam air es di bawahnya dan berenang. Tak lama kemudian, sejumlah besar penguin lainnya ikut terjun.
Mengasihi Kebenaran
Jack benci dengan sekolah. Pelajaran aljabar, tata bahasa, dan tabel periodik membuatnya bosan. Namun, ia suka membangun rumah. Sang ayah mengajaknya ikut bekerja di musim panas, dan Jack merasa sangat gembira. Jack baru berusia 16 tahun, tetapi ia tahu betul soal semen, sirap, dan cara membuat dinding. Apa yang membedakan pelajaran sekolah dengan ilmu bangunan? Cinta. Jack mencintai yang satu dan tidak mencintai yang lain. Cinta itu mendorongnya ingin tahu lebih dan lebih lagi.
Kasih Seharga Nyawa
William Temple, seorang uskup Inggris dari abad ke-19, suatu kali menutup khotbahnya kepada mahasiswa Oxford dengan kata-kata dari himne “When I Survey the Wondrous Cross” (Memandang Salib yang Agung, KRI No. 211). Namun, beliau memperingatkan mereka untuk tidak menganggap enteng lagu tersebut. “Jika kamu bersungguh-sungguh mengucapkan [liriknya] dengan segenap hatimu, nyanyikanlah sekeras mungkin,” kata Temple. “Akan tetapi, jika kamu tidak bersungguh-sungguh, tetaplah diam. Jika ada sedikit kesungguhan dalam hatimu, dan kamu ingin lebih bersungguh-sungguh, nyanyikanlah dengan sangat lembut.” Suasana pun menjadi hening karena semua orang memperhatikan liriknya. Perlahan-lahan, ribuan suara mulai bernyanyi dengan berbisik, sambil mengucapkan baris terakhir pujian itu dengan kesungguhan: “Kasih kudus menuntutku / Jiwa dan hidupku bagi-Nya.”
Mengasihi Orang Asing
Istri salah seorang teman saya adalah seorang penjahit ternama. Ia sudah membuat sebuah rencana yang mulia sebelum beliau meninggal dunia karena sakit yang berkepanjangan. Ia memutuskan untuk menyumbangkan seluruh peralatan menjahitnya kepada serikat penjahit di kota kami, sehingga kami dapat menyediakan mesin jahit dan meja potong, serta membuka banyak kelas untuk mengajarkan keterampilan kepada para imigran baru. “Dalam perhitungan saya ada 28 kotak yang berisi kain saja,” kata suaminya kepada kami. “Enam wanita sudah datang untuk mengambil semuanya. Murid-murid mereka adalah pekerja keras yang bersemangat untuk mempelajari keterampilan baru.”
Allah yang Berduka
Setelah gempa bumi yang menghancurkan Turki pada bulan Februari 2023, sebuah foto yang menyentuh muncul dalam pemberitaan, Foto itu menggambarkan seorang ayah yang duduk di antara puing-puing sambil memegang tangan yang menjulur dari dalam reruntuhan—tangan putrinya. Kita melihat tepi kasur tempat sang putri tadinya tidur, dan kita melihat jari-jari tak bernyawa yang sekarang dipegang sang ayah. Wajahnya yang suram menandakan dukanya yang sangat mendalam.
Bersama Lebih Baik
Meggie telah menggunakan obat-obatan terlarang selama 10 tahun, dan kebiasaan itu membuatnya keluar-masuk penjara. Tanpa perubahan hidup yang nyata, ia pasti segera terjerumus lagi ke penjara. Suatu hari, ia bertemu Hans, seorang mantan pecandu yang hampir kehilangan tangan ketika pembuluh venanya pecah akibat penyalahgunaan obat. “Itulah pertama kalinya aku berseru kepada Allah,” kata Hans. Allah pun menanggapi seruan Hans dengan memampukannya menjadi rekan ahli dalam sebuah lembaga yang mengoordinasi pemulihan bagi para pecandu yang sedang dipenjara.
Kemurahan Allah yang Berlimpah
Pada usia 51 tahun, Ynes Mexia (1870–1938) memutuskan untuk mempelajari ilmu botani (tumbuh-tumbuhan) dengan mendaftar sebagai mahasiswa di sebuah universitas. Selama 13 tahun kariernya, ia mengadakan perjalanan melintasi Amerika Tengah dan Selatan, serta menemukan sebanyak 500 spesies tumbuhan baru. Mexia tidak sendirian dalam penelitiannya. Para ilmuwan menemukan hampir 2.000 jenis tumbuhan baru setiap tahun.
Mengikuti Allah
Beberapa tahun lalu, pada suatu hari senggang di kota Paris, saya sempat berkeliling sendirian di kota yang terkenal itu sebelum bertemu dengan seorang teman untuk makan malam di dekat Menara Eiffel. Semuanya berjalan baik hingga tiba-tiba baterai ponsel saya habis. Karena tidak mempunyai peta, saya pun tidak yakin dengan arah yang saya tuju. Namun, saya tidak panik. Saya terus berjalan menyusuri Sungai Seine dan mengarahkan pandangan saya pada Menara Eiffel yang menjulang tinggi. Rencana saya berhasil hingga saya kehilangan pandangan terhadap menara itu yang tiba-tiba saja tertutup oleh gedung-gedung yang menjulang di sekitarnya.
Anak Allah
Baru-baru ini, saudara laki-laki saya Scott mendapatkan catatan dinas militer dari masa Perang Dunia II milik ayah saya. Ketika saya mempelajarinya dengan detail, tidak ada yang menakjubkan atau mengejutkan tentang diri ayah saya. Yang ada hanyalah fakta dan data. Walau menarik untuk dibaca, pada akhirnya catatan tersebut kurang memuaskan karena saya merasa tidak mempelajari sesuatu yang baru tentang ayah kami.