Sirip yang Menjaga
Seorang ahli biologi kelautan sedang berenang dekat Kepulauan Cook di Pasifik Selatan ketika seekor paus bungkuk berbobot dua puluh tiga ton tiba-tiba muncul dan mengempit dirinya di bawah siripnya. Perempuan itu mengira ia bakal mati. Namun, setelah berenang perlahan dengan berputar-putar, akhirnya paus itu melepaskannya. Saat itulah si ahli biologi melihat seekor hiu harimau berenang menjauh. Ia yakin paus tadi bermaksud menjaganya dari bahaya yang mengancam nyawa.
Hari untuk Memberi Semangat
Setiap hari, tim reaksi cepat menunjukkan dedikasi dan keberanian mereka dengan terjun ke garis depan untuk membantu menanggulangi bencana. Ketika gedung World Trade Center di New York diserang pada tahun 2001, ribuan orang tewas atau terluka, ada lebih dari empat ratus anggota tim reaksi cepat juga tewas. Untuk menghormati pengorbanan mereka, Senat Amerika Serikat menetapkan tanggal 12 September sebagai Hari untuk Memberi Semangat (National Day of Encouragement).
Api di tengah Gurun
Ketika sedang menunggang kudanya di Gurun Chihuahua pada akhir dekade 1800-an, Jim White melihat kepulan asap aneh yang berpusar-pusar ke angkasa. Karena mencurigai api itu berasal dari semak yang terbakar, si koboi muda memacu kudanya menuju ke sumbernya. Namun, ternyata yang dilihatnya bukan asap, melainkan sekawanan besar kelelawar yang beterbangan keluar dari sebuah lubang di tanah. White telah menemukan Gua Carlsbad, serangkaian gua yang sangat besar dan spektakuler di negara bagian New Mexico.
Hidup sebagai Pujian bagi Allah
Sepanjang masa kecilnya, dirigen Arianne Abela selalu menyembunyikan tangan dengan cara mendudukinya. Abela lahir dengan jari-jari yang tidak lengkap atau saling melekat pada kedua tangannya. Ia juga tidak memiliki kaki kiri dan kaki kanannya tidak memiliki ibu jari. Sebagai pecinta musik dan penyanyi bersuara sopran, ia pernah berencana mengambil kuliah dalam jurusan pemerintahan di Smith College. Namun, suatu hari, pembina paduan suara memintanya menjadi dirigen, dan itu membuat kedua tangannya terlihat jelas. Sejak saat itu, ia tahu karir yang hendak ditekuninya, yang dimulai dari memimpin paduan suara gereja, hingga kini melayani sebagai pemimpin paduan suara di universitas lain. “Guru-guru saya melihat potensi dalam diri saya,” kata Abela.
Tercetak pada Hati Kita
Ketika Johannes Gutenberg menemukan mesin cetak bergerak pada tahun 1450, terbukalah era komunikasi massa di dunia Barat dan realitas sosial baru yang memudahkan penyebaran informasi kepada masyarakat luas. Tingkat kemampuan menulis dan membaca pun meningkat di seluruh dunia dan tumbuhnya ide-ide baru telah menghasilkan perubahan yang pesat, baik dalam bidang sosial maupun keagamaan. Gutenberg berhasil menerbitkan Alkitab cetak untuk pertama kalinya. Sebelumnya, Alkitab harus disalin dengan tulisan tangan, dan dibutuhkan waktu hingga satu tahun untuk menyelesaikan satu jilid.
Mengasihi Sesama dengan Doa Kita
“Apakah orang-orang masih mendoakanku?”
Kini dan Nanti
Baru-baru ini, saya menghadiri sebuah acara wisuda SMA dan pembicaranya memberikan tantangan yang diperlukan oleh pemuda-pemudi yang akan diwisuda tersebut. Ia berkata bahwa itulah saatnya orang-orang akan bertanya kepada para lulusan, “Apa rencanamu selanjutnya? Karir apa yang hendak kamu tekuni? Pilih melanjutkan kuliah atau bekerja?” Namun, kata sang pembicara, pertanyaan yang lebih penting dari semua itu adalah: “Apa yang sedang mereka lakukan saat ini?”
Gagal Lagi
Dahulu, ketika masih aktif berkhotbah, adakalanya saya merasa tidak layak melayani pada hari Minggu pagi. Sepanjang minggu sebelumnya, saya merasa belum menjadi suami, ayah, atau teman yang baik. Saya bahkan merasa, sebelum Allah bisa memakai saya lagi, saya harus memperbaiki hidup saya. Jadi, saya berjanji untuk menyelesaikan khotbah saya sebaik mungkin dan berusaha hidup lebih baik lagi di minggu yang akan datang.
Allah Mengerti
Setelah pindah rumah, Ryan, putra Mabel yang berusia tujuh tahun, mengeluh saat bersiap-siap mengikuti kamp musim panas di sekolah barunya. Mabel menyemangati dan meyakinkan anaknya bahwa ia tahu perubahan itu tidak mudah. Namun, pagi itu, tidak biasanya Ryan terlihat begitu muram. Mabel pun bertanya, “Apa yang mengganggu pikiranmu, Ryan?”