Category  |  Santapan Rohani

Berdetak Kembali

Pada tahun 2012, grup vokal Phillips, Craig and Dean merilis lagu berjudul “Tell Your Heart to Beat Again” (Mintalah Jantungmu Berdetak Lagi). Lagu itu terinspirasi dari kisah nyata yang dialami oleh seorang dokter bedah jantung. Setelah mengoperasi jantung seorang pasien, dokter bedah itu memasukkan jantung itu kembali ke dada sang pasien lalu memijatnya perlahan agar kembali berdenyut. Namun, jantung itu tidak juga berdenyut. Berbagai upaya yang lebih kuat dilakukan tetapi jantung itu tidak juga berdenyut. Akhirnya, sang dokter berlutut di samping pasien yang belum sadar itu dan berkata: “Nona Johnson, ini dokter bedahmu. Operasi berjalan baik dan jantungmu sudah diperbaiki. Sekarang mintalah jantungmu berdetak lagi.” Jantung itu pun kemudian berdenyut kembali.

Iman yang Berakar Kuat

Sebatang pohon ek tua telah berdiri tegak di samping gereja Presbyterian Basking Ridge di New Jersey selama lebih dari enam ratus tahun sebelum akhirnya dipindahkan. Di masa jayanya, dahan-dahannya yang terpilin satu sama lain membentang tinggi dan jauh. Angin sepoi-sepoi bergemerisik di sela-sela dedaunan hijau dan biji-bijinya. Sinar matahari mengintip dari celah-celah daun yang tertiup angin hingga menghasilkan kedipan cahaya yang menari-nari di bawah naungannya yang rindang. Namun, keagungan sejati dari pohon ek itu terletak di bawah tanah, yaitu pada jaringan akarnya. Akar utama pohon ek tumbuh secara vertikal, sehingga selalu tersedia asupan makanan. Dari akar tunggang tersebut menjulur akar-akar lain secara horisontal untuk memasok cairan dan nutrisi bagi pohon itu. Sistem akar yang rumit itu seringkali tumbuh jauh lebih besar daripada pohon yang disangganya dan berfungsi untuk menopang kehidupan serta memberikan keseimbangan bagi batang pohon.

Penghapusan Utang

Terperangah adalah kata yang tepat untuk menggambarkan reaksi para hadirin di acara wisuda Morehouse College di Atlanta, Georgia. Pembicara yang berpidato dalam acara itu mengumumkan bahwa ia dan keluarganya akan mendonasikan jutaan dolar kepada kampus untuk menghapuskan pinjaman biaya pendidikan yang ditanggung seluruh mahasiswa yang diwisuda hari itu. Seorang mahasiswa dengan pinjaman sejumlah $100.000 menjadi salah satu wisudawan yang terkejut dan meluapkan kegembiraannya dengan menangis serta bersorak-sorai.

Meremehkan Diri Sendiri

Pemuda itu menjadi kapten timnya. Klub olahraga profesional itu kini dipimpin oleh seorang anak muda yang masih hijau. Konferensi pers pertamanya berjalan kurang meyakinkan. Ia terkesan tunduk begitu saja kepada kemauan pelatih dan rekan-rekan satu timnya, dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan klise seperti berjanji akan bermain sebaik mungkin. Timnya tampil buruk pada musim itu, dan di akhir musim, kapten muda itu pun dijual ke klub lain. Ia tidak memahami bahwa dirinya telah diberi otoritas untuk memimpin, atau mungkin ia sendiri tidak yakin mampu melakukannya.

Mata yang Tertuju kepada Kekekalan

Teman saya, Madeline, berdoa agar anak-cucunya memiliki “mata yang tertuju kepada kekekalan”. Keluarganya pernah mengalami pergumulan berat yang berakhir dengan kematian putrinya. Di tengah kedukaan berat yang mereka rasakan, Madeline berharap agar pandangan mereka tidak terbatas pada apa yang sedang dihadapi hingga tenggelam dalam kepedihan hidup di dunia ini. Ia rindu mereka memandang jauh ke depan dengan penuh pengharapan kepada Allah yang penuh kasih.

Seseorang dari Kelas Satu

Kelsey berjalan melewati lorong pesawat yang sempit sambil menggendong putrinya yang berusia sebelas bulan, Lucy, dan menjinjing mesin oksigen yang membantu pernapasan Lucy. Mereka menempuh perjalanan untuk mengobati penyakit paru-paru kronis yang diderita oleh sang bayi. Tak lama setelah duduk bersama di sebuah kursi, seorang pramugari menghampiri mereka dan berkata bahwa ada seorang penumpang kelas satu yang ingin bertukar kursi dengan Kelsey dan putrinya. Sambil menangis penuh syukur, Kelsey kembali berjalan melewati lorong pesawat menuju tempat duduk yang lebih besar, sementara penumpang yang baik hati tersebut pindah ke tempat duduknya.

Apakah Tuhan Menyertai?

Lela sedang berada di ambang kematian karena penyakit kanker, dan suaminya, Timothy, tidak mengerti mengapa Allah yang penuh kasih membiarkan istrinya menderita. Istrinya sudah lama melayani Tuhan sebagai guru Alkitab dan pembimbing bagi banyak orang. “Mengapa Engkau membiarkan hal ini terjadi?” serunya. Meski demikian, Timothy tetap setia beriman kepada Allah.

Hidup Berkelimpahan

Thomas Hobbes, seorang filsuf yang hidup di abad ke-17, pernah menulis bahwa hidup manusia dalam naturnya itu “sendirian, miskin, buruk, kasar, dan singkat.” Menurut Hobbes, insting manusia cenderung ingin berperang sebagai upaya meraih dominasi atas orang lain; karena itulah lembaga pemerintah dibentuk supaya hukum dan ketertiban terpelihara.

Berjalan Lurus

Dahulu, dibutuhkan mata yang tajam dan tangan yang kuat dari seorang petani untuk mengendarai traktor atau menuai ladang dalam lajur yang lurus. Meski demikian, mata yang paling tajam sekalipun dapat melenceng dari jalur, dan pada akhirnya tangan yang paling kuat sekalipun akan merasa kelelahan. Namun, sekarang ada pengendali kemudi otomatis—sebuah teknologi berbasis GPS (Sistem Penentu Posisi Global) yang memungkinkan traktor bergerak lurus dengan ketepatan hingga dua setengah sentimeter saat melakukan proses menanam, mengolah, dan menyemprot tanah. Sistem yang sangat efisien dan tidak lagi membutuhkan kendali tangan! Petani bisa duduk di dalam kabin traktor yang besar sambil bersantai karena ia tidak lagi perlu mencengkeram setir. Alat yang luar biasa itu menjaga kendaraan Anda untuk terus bergerak maju dengan lurus.