Kasih yang Tidak Lazim
Tom bekerja di sebuah biro hukum yang memberikan konsultasi bagi perusahaan milik Bob. Tom dan Bob lalu berteman, tetapi kemudian Tom ketahuan menggelapkan uang ribuan dolar dari perusahaan Bob. Bob marah dan sakit hati, tetapi ia menerima nasihat bijak dari seorang Kristen yang menjabat sebagai wakil presiden perusahaannya. Wakilnya itu melihat bahwa Tom benar-benar menyesal dan sangat malu, maka ia menasihati Bob untuk mencabut gugatan dan justru mempekerjakan Tom. “Beri gaji yang cukup supaya ia bisa mengganti uang yang dicurinya. Engkau akan mendapat karyawan yang setia karena merasa berutang budi kepadamu.” Bob setuju, dan Tom pun menjadi karyawan yang setia dan sangat berterima kasih kepadanya.
Mempercayai Allah di Masa Sulit
Ketika John mengetahui bahwa ia mengidap kanker stadium akhir, ia dan Carol, istrinya, merasa bahwa Allah memanggil mereka untuk membagikan kisah perjuangan mereka dengan penyakit itu di dunia maya. Karena percaya bahwa Allah akan bekerja melalui keterbukaan itu, mereka pun mengunggah momen-momen sukacita maupun kesedihan dan penderitaan yang mereka alami selama dua tahun.
Mengelola Dunia Milik Allah
“Mengapa Ayah harus berangkat kerja?” Pertanyaan itu diutarakan anak perempuan saya karena ia ingin terus bermain dengan saya. Saya pun lebih senang tidak pergi agar bisa menghabiskan waktu bersamanya, tetapi banyak pekerjaan di kantor yang membutuhkan perhatian saya. Namun, itu pertanyaan yang bagus. Untuk apa kita bekerja? Apakah hanya untuk memenuhi kebutuhan kita dan orang-orang yang kita cintai? Bagaimana dengan pekerjaan yang tidak dibayar—mengapa kita melakukannya?
Dikhianati
Pada tahun 2019 diselenggarakan berbagai pameran seni di seluruh dunia untuk memperingati lima ratus tahun wafatnya Leonardo da Vinci. Meski banyak gambar dan penemuan ilmiahnya dipamerkan, tetapi sebenarnya hanya ada lima lukisan yang diakui luas sebagai karya da Vinci yang telah tuntas, dan salah satunya lukisan The Last Supper (Perjamuan Terakhir).
Bertekunlah!
Allah senang memakai orang-orang yang mungkin diabaikan oleh dunia. William Carey dibesarkan di sebuah desa kecil di abad ke-18 dan tidak memiliki pendidikan formal yang tinggi. Ia kurang berhasil dalam pekerjaan dan hidup miskin. Namun, Allah memberinya dorongan untuk memberitakan kabar baik dan memanggilnya menjadi misionaris. Carey belajar bahasa Yunani, Ibrani, dan Latin hingga akhirnya dapat menerjemahkan Perjanjian Baru untuk pertama kalinya ke dalam bahasa Bengali di India. Sekarang Carey dikenal sebagai “bapak gerakan misi modern,” tetapi dalam surat yang ditulisnya untuk keponakannya, ia menilai kemampuan dirinya dengan begitu rendah hati: “Yang bisa kulakukan adalah bekerja keras dan bertekun.”
Bekas-Bekas Luka-Nya
Setelah mengobrol dengan teman saya, Grady, baru terpikir oleh saya mengapa ia lebih senang menyapa dengan saling membenturkan tinju daripada berjabat tangan. Berjabat tangan akan memperlihatkan bekas luka di pergelangan tangannya yang disebabkan oleh upayanya menyakiti diri sendiri. Kita terbiasa menyembunyikan luka-luka kita—baik yang terlihat dari luar ataupun yang ada di dalam batin—yang disebabkan oleh orang lain atau diri kita sendiri.
Kerlip Lampu di Laut
“Saya berbaring di tempat tidur, berkubang dalam minuman keras dan diselimuti perasaan putus asa,” tulis jurnalis Malcolm Muggeridge, tentang suatu malam yang sangat suram yang dialaminya saat bekerja sebagai mata-mata pada Perang Dunia II. “Sendirian di alam semesta, di keabadian, tanpa setitik pun cahaya.”
Anugerah yang Menghapus Semuanya
Alexa, perangkat keluaran Amazon yang dioperasikan dengan perintah suara, memiliki satu fitur menarik: perintah untuk menghapus semua ucapan Anda. Apa pun yang Anda perintahkan kepada Alexa, dan apa pun informasi yang Anda tanyakan, satu kalimat sederhana (“Hapus semua ucapan saya hari ini”) dapat menghapus seluruhnya sampai bersih, seakan-akan semua itu tidak pernah Anda ucapkan. Sayang sekali tidak ada fitur seperti ini dalam kehidupan kita. Andai saja, untuk setiap salah ucap, setiap tindakan tercela, setiap momen yang seandainya saja bisa kita hapus—kita tinggal mengucapkan perintah dan semua kekacauan itu akan lenyap tak berbekas.
Peran Anggota Kerajaan
Dalam keluarga kerajaan, semakin dekat seseorang dengan takhta, semakin ia dikenal luas. Anggota keluarga lainnya hampir pasti terlupakan. Deretan pewaris takhta Kerajaan Inggris berjumlah hampir enam puluh orang. Salah satunya adalah Lord Frederick Windsor, pewaris takhta yang berada di urutan keempat puluh sembilan. Karena jauh dari sorotan publik, ia pun bisa menjalani hidupnya dengan tenang. Meski bekerja sebagai seorang analis keuangan, ia tidak terhitung sebagai “anggota keluarga kerajaan yang bekerja”, yakni para anggota keluarga yang digaji untuk menjalankan tugas mewakili keluarga kerajaan.