Cara untuk Menunggu
Karena merasa frustrasi dan kecewa dengan gereja, Trevor yang berumur tujuh belas tahun mulai berkelana mencari jawaban atas berbagai pertanyaan yang mengganjal di hatinya. Namun, pencarian itu tak kunjung memuaskan hasratnya atau menjawab pertanyaan-pertanyaannya.
Harus Kita Perhatikan
Ketika seorang anak menghadapi banyak kesulitan dalam studinya, sang ayah mulai mengajarkannya untuk mengucapkan kalimat motivasi setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah: “Aku bersyukur kepada Tuhan karena sudah membangunkan aku hari ini. Aku akan berangkat ke sekolah untuk belajar . . . dan menjadi pemimpin seperti yang Tuhan kehendaki dariku.“ Mengucapkan kalimat motivasi merupakan salah satu cara sang ayah membantu anaknya menghadapi berbagai tantangan yang tak terelakkan dalam hidup ini.
Ketika Keindahan Itu Pergi
Saya tidak akan pernah mendapatkan kembali keindahan putri kami Melissa. Kenangan indah saat kami melihatnya bermain voli dengan riang di sekolahnya mulai pudar dari ingatan saya. Terkadang sulit mengingat kembali senyum malu-malu yang muncul di wajahnya yang gembira ketika kami melakukan kegiatan bersama sebagai keluarga. Kematiannya di usia 17 tahun seakan memadamkan sukacita kehadirannya dalam hidup kami.
Terang di Tengah Kegelapan
Hujan badai yang dahsyat menyapu kota yang baru kami tinggali, hingga meninggalkan kelembaban tinggi dan langit yang gelap gulita. Malam hari itu, saya mengajak anjing kami, Callie, berjalan-jalan. Pikiran saya dibuat kalut oleh menggunungnya pergumulan yang harus dihadapi keluarga kami setelah pindah ke kota ini. Dalam perasaan frustrasi karena begitu banyaknya hal yang tidak tercapai atau tidak sesuai dengan harapan kami, saya memperlambat langkah agar Callie dapat mengendus-endus di rerumputan. Saya mendengarkan bunyi kecipak air anak sungai yang mengalir di sebelah rumah kami. Tiba-tiba, muncul beberapa cahaya kecil berkedip-kedip di antara bunga-bunga liar yang tumbuh di tepian anak sungai itu. Kunang-kunang.
Sukacita yang Mahal
Begitu alunan musik digital itu terdengar, kami berenam langsung berdiri dan bergerak. Ada yang sempat mengenakan sepatu, tetapi yang lain langsung berlari ke arah pintu tanpa mengenakan alas kaki. Dalam hitungan detik kami semua berhamburan ke luar rumah untuk mengejar tukang es krim. Itu hari pertama musim panas, dan tidak ada yang lebih mengasyikkan daripada merayakannya dengan menikmati es krim yang manis dan dingin! Seperti mengejar tukang es kirim itu, ada banyak hal yang kita lakukan hanya karena kita terdorong oleh rasa sukacita ketika melakukannya, bukan karena kebiasaan atau keharusan.
Momen-Momen Berharga
Su Dongpo (juga dikenal dengan nama Su Shi) adalah salah seorang penyair dan pengarang esai terbesar di Tiongkok. Saat sedang berada di pengasingan dan menatap bulan purnama, ia menulis puisi untuk menggambarkan kerinduannya kepada saudara laki-lakinya. “Kami bersuka dan bersedih, berkumpul dan berpisah, sementara bulan membesar dan mengecil. Sejak masa silam, tidak ada yang tinggal sempurna,” tulisnya. “Kiranya orang-orang yang kita cintai panjang umur, dan bersama menyaksikan pemandangan indah ini meski terpisah jarak ribuan mil.”
Hikmah dari Rasa Malu
Pengalaman saya yang paling memalukan terjadi ketika saya menyampaikan kata sambutan di hadapan para dosen, mahasiswa, dan sahabat dari suatu seminari pada perayaan hari jadinya yang kelima puluh. Saya maju ke mimbar sambil memegang naskah pidato dan memandang para hadirin, tetapi mata saya tertuju kepada para guru besar terhormat yang duduk di deretan depan dengan mengenakan toga dan terlihat sangat serius. Tiba-tiba saja saya merasa gugup. Mulut saya mendadak kering dan tak terhubung lagi dengan otak. Saya mengucapkan beberapa kalimat pertama dengan tergagap-gagap dan kemudian saya mulai berimprovisasi. Karena tidak tahu pidato saya sudah sampai di mana, dengan panik saya mulai membolak-balik catatan sambil berbicara sekenanya dan membuat bingung semua orang. Entah bagaimana akhirnya saya berhasil menyelesaikan pidato, kembali ke tempat duduk, lalu tertunduk memandangi lantai dengan perasaan malu yang luar biasa. Rasanya saya ingin mati saja saat itu.
Lihat ke Atas!
Ketika pembuat film Wylie Overstreet menunjukkan kepada orang-orang tayangan bulan secara langsung melalui teleskop dengan pembesaran yang tajam, mereka berbisik-bisik penuh kekaguman karena sangat takjub dapat melihat bulan dari dekat. Overstreet berkata bahwa pemandangan yang begitu menakjubkan itu “membuat hati kami diliputi kekaguman saat menyadari bahwa ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada diri kami.”
Bersatu dalam Perpisahan
Ketika ditugaskan menangani sebuah proyek bersama rekan sekantornya, Tim, Alvin sangat bergumul. Hal itu karena masing-masing dari mereka memiliki ide yang sangat berbeda tentang cara mengerjakan proyek tersebut. Meski menghargai pendapat satu sama lain, gaya kerja mereka sangat berbeda sehingga konflik tampaknya takkan terhindarkan. Namun, sebelum konflik pecah, keduanya sepakat mendiskusikan perbedaan tersebut dengan atasan mereka, lalu mereka pun ditempatkan di tim kerja yang berbeda. Sungguh keputusan yang bijaksana. Hikmah yang diterima Alvin dari pengalaman tersebut adalah bahwa bersatu tidak selalu berarti melakukan sesuatu bersama-sama.