Pendosa seperti Kita
Saya punya seorang teman bernama Edith yang menceritakan kepada saya pengalamannya yang menarik ketika ia memutuskan untuk percaya kepada Tuhan Yesus.
Mengatasi Tantangan
Saya dan beberapa teman berkumpul tiap bulan untuk saling mengingatkan tentang hal-hal yang ingin kami capai masing-masing. Teman saya, Mary, ingin melapis ulang kursi-kursi ruang makannya sebelum akhir tahun. Pada pertemuan bulan November, dengan bercanda ia melaporkan kemajuan yang dialaminya di bulan Oktober: “Butuh waktu sepuluh bulan dan dua jam untuk memperbaiki kursi-kursiku.” Setelah berbulan-bulan gagal mendapatkan bahan-bahan yang diperlukan, atau sulit menemukan waktu luang di sela-sela pekerjaan yang padat atau mengasuh anak balitanya, proyek tersebut ternyata hanya membutuhkan waktu dua jam jika dikerjakan dengan sepenuh hati.
Pengharapan dalam Duka
Ketika saya berumur sembilan belas tahun, salah seorang teman dekat saya meninggal dunia dalam kecelakaan mobil. Selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan kemudian, saya terus diliputi dukacita. Kepedihan yang saya rasakan karena kehilangan seorang teman yang masih muda dan luar biasa itu telah mengaburkan pandangan saya. Adakalanya saya tidak menyadari apa yang sedang terjadi di sekeliling saya. Saya begitu dibutakan oleh duka dan derita hingga saya tidak lagi bisa melihat Tuhan.
Lebah dan Ular
Untuk beberapa masalah di rumah, rasanya cuma saya yang bisa menyelesaikannya. Sebagai contoh, baru-baru ini anak-anak saya menemukan sekumpulan lebah telah berpindah ke sebuah celah di tembok teras depan. Jadi, saya pun harus membereskan masalah itu dengan bersenjatakan semprotan serangga.
Ungkapan Kasih yang Melimpah
Setiap ulang tahun pernikahan kami, suami saya, Alan, memberi saya karangan bunga segar. Ketika ia kehilangan pekerjaannya, saya tidak mengharapkan ungkapan kasih yang berlimpah itu akan berlanjut. Namun, pada ulang tahun ke-19 pernikahan kami, saya menemukan bunga-bunga mekar berwarna-warni sedang menanti saya di atas meja makan. Karena Alan menganggap tradisi tahunan itu penting untuk dilanjutkan, ia pun menghemat sejumlah uang setiap bulan untuk memastikan bahwa ia memiliki cukup uang untuk mengungkapkan kasihnya dengan cara yang menyentuh itu.
Pelayanan yang Murah Hati
Sekelompok kecil orang berdiri di sekeliling pohon raksasa yang tumbang di halaman rumah. Seorang wanita berusia lanjut dengan tongkat di tangannya bercerita bagaimana ia menyaksikan angin badai pada malam sebelumnya menghempaskan “pohon tua raksasa kami. Lebih parahnya lagi,” lanjutnya dengan suara yang serak karena emosi, “badai itu merobohkan tembok batu kami yang indah. Suami saya membangun tembok itu setelah kami menikah. Kami menyukai tembok itu! Sekarang tembok itu tidak ada lagi; sama seperti dirinya.”
Menyadari Ketidaksempurnaan
Seorang dosen di kampus memberi saya nasihat yang bijak setelah melihat sifat perfeksionis membuat saya sering menunda-nunda. “Jangan biarkan kesempurnaan mematikan apa yang baik,” katanya. Ia menjelaskan bahwa usaha menampilkan sesuatu yang sempurna bisa menghalangi risiko-risiko yang sebenarnya diperlukan seseorang untuk bertumbuh. Dengan menerima kenyataan bahwa pekerjaan saya tidak akan pernah sempurna, saya justru memperoleh kebebasan untuk terus bertumbuh.
Yesus Tahu Alasannya
Ada teman-teman saya yang telah sembuh sebagian, tetapi masih berjuang menghadapi aspek-aspek memilukan dari penyakit mereka. Ada teman-teman lain yang telah dipulihkan dari kecanduan, tetapi masih bergumul dengan perasaan tak layak dan kebencian terhadap diri sendiri. Saya pun bertanya-tanya, Mengapa Allah tidak memulihkan mereka sepenuhnya—agar mereka tidak lagi menderita selamanya?
Diperhatikan Penuh
Sebelum putra saya bergegas keluar rumah untuk pergi ke sekolah, saya bertanya kepadanya apakah ia sudah menggosok gigi. Sambil bertanya sekali lagi, saya mengingatkannya untuk berkata jujur. Tanpa merasa bersalah, dengan setengah bercanda ia berkata bahwa sebenarnya saya perlu memasang kamera pengawas di kamar mandi agar saya bisa mengecek sendiri apakah ia sudah menggosok gigi sehingga ia tidak perlu berbohong.