Category  |  Santapan Rohani

Persis Seperti di Iklan

Dalam suatu liburan, saya dan suami mendaftarkan diri mengikuti wisata arung jeram santai di Sungai Chattahoochee, Georgia, Amerika Serikat. Hari itu saya mengenakan sandal, gaun terusan santai, dan topi lebar. Betapa kagetnya kami saat mengetahui bahwa wisata itu akan melewati sebuah jeram kecil yang cukup deras. Itu tidak ada di iklan yang kami lihat! Syukurlah kami serakit dengan pasangan yang sudah cukup berpengalaman mengarungi jeram. Mereka mengajari suami saya dasar-dasar mendayung dan berjanji mengarahkan kami untuk tiba di tujuan dengan selamat. Meski memakai pelampung, saya tetap menggenggam erat pegangan plastik pada rakit itu sambil berteriak-teriak. Setibanya di tepian sungai yang berlumpur dan turun dari rakit, saya harus membuang air dari dalam tas, sementara suami membantu saya memeras ujung gaun saya yang basah kuyup. Kami sangat senang, meskipun perjalanan itu tidak seperti yang diiklankan.

“Disayang!”

“Disayang!”

Membungkam Kritik

Saya bekerja dalam sebuah tim untuk menyelenggarakan acara tahunan bagi komunitas kami. Sebelas bulan kami habiskan untuk merencanakan setiap detail agar acara tersebut berhasil. Kami memilih tanggal dan tempat, menetapkan harga tiket masuk, dan memilih segala sesuatu dari penjual makanan hingga teknisi suara. Menjelang pelaksanaannya, kami menjawab pertanyaan publik dan menyediakan petunjuk. Setelah acara, kami mengumpulkan masukan. Ada masukan yang memuji, tetapi ada juga yang tidak mengenakkan. Tim kami mendengar antusiasme dan juga keluhan-keluhan dari hadirin. Masukan yang negatif terkadang membuat kami kecewa dan ingin menyerah.

Kasih yang Rendah Hati

Ketika Benjamin Franklin masih muda, ia pernah membuat daftar berisi dua belas kebajikan yang ingin dicapainya sepanjang perjalanan hidupnya. Ia menunjukkan daftar itu kepada seorang teman yang kemudian menyarankan kepadanya untuk menambahkan “kerendahan hati” dalam daftarnya. Franklin senang dengan saran itu. Ia lalu menambahkan sejumlah panduan untuk membantunya dalam mencapai setiap kebajikan yang diharapkannya itu. Dalam tulisan Franklin, Yesus disebutnya sebagai salah satu pribadi rendah hati yang ingin diteladaninya.

Dikenal Secara Pribadi

Para pengiklan telah menyimpulkan bahwa kata yang paling memikat perhatian pemirsa adalah nama pemirsa itu sendiri. Karena itu, sebuah saluran televisi di Inggris telah menampilkan iklan-iklan yang dibuat personal melalui tayangan mereka di dunia maya.

Nasihat Ayah

Setelah diberhentikan dari suatu pekerjaan editorial, saya berdoa dan meminta Allah untuk menolong saya mendapatkan pekerjaan baru. Namun, saat minggu demi minggu berlalu dan upaya saya menghubungi kenalan dan mengirim lamaran tidak juga membuahkan hasil, saya mulai bersungut-sungut. “Tuhan, tidakkah Engkau tahu betapa pentingnya bagiku memiliki pekerjaan?” tanya saya dengan sikap protes karena merasa doa saya tidak dijawab-jawab.

Sambutan Hangat

“Sekarang, siapa yang akan menyambut jemaat yang datang?”

Bapa yang Sempurna

Hari itu, di lorong pertokoan yang padat, saya sedang bergumul mencari kartu ucapan yang tepat untuk Hari Ayah. Meskipun saya dan ayah sudah berdamai setelah mengalami ketegangan bertahun-tahun, saya tak pernah merasa dekat dengan ayah.

Wajah

Ketika cucu kami, Sarah, masih kecil, ia berusaha menjelaskan kepada saya apa yang terjadi ketika seseorang meninggal: “Yang masuk surga itu cuma wajah kita, bukan tubuh kita. Di surga nanti kita punya tubuh baru, tetapi wajah kita tidak berubah.”