Category  |  Santapan Rohani

Merindukan Allah

Suatu hari putri saya berkunjung ke rumah kami bersama anak laki-lakinya yang berumur satu tahun. Saat itu saya sedang bersiap-siap meninggalkan rumah untuk sebuah pekerjaan. Namun, begitu saya keluar dari ruangan, cucu saya mulai menangis. Itu terjadi dua kali, dan setiap kali saya selalu kembali ke ruangan untuk menemaninya sebentar. Begitu saya mengarah ke pintu untuk ketiga kalinya, bibir mungilnya mulai bergetar lagi. Saat itu putri saya berkata, “Ayah, ajak saja ia ikut denganmu.”

Menanti dengan Penuh Harap

Setiap hari May Day (1 Mei) di Oxford, Inggris, orang-orang sudah berkumpul sejak pagi-pagi buta untuk menyambut musim semi. Pada jam 6 pagi, Magdalen College Choir akan menyanyi dari atas Magdalen Tower. Ribuan orang menanti dengan penuh harap ketika kegelapan dihalau oleh fajar yang merekah diiringi lantunan lagu dan dentang lonceng.

Mematahkan Belenggu

Kami merasakan kunjungan ke Christ Church Cathedral di Stone Town, Zanzibar, begitu menyentuh hati. Itu karena bangunan katedral tersebut tepat berada di lokasi yang sebelumnya merupakan pasar budak terbesar di Afrika Timur. Para perancang katedral itu ingin menunjukkan melalui simbol-simbol fisik bagaimana Injil telah mematahkan belenggu perbudakan. Lokasi tersebut tidak lagi menjadi lambang dari kekejaman dan kejahatan yang mengerikan, melainkan lambang dari anugerah Allah yang menjadi nyata.

Pandanglah Yesus!

Salah seorang yang saya kagumi kesetiaannya adalah Brother Justice. Ia setia dalam pernikahannya, berdedikasi dalam pekerjaannya sebagai karyawan kantor pos, dan setiap hari Minggu melayani sebagai pemimpin di gereja lokal kami. Baru-baru ini saya mengunjungi kembali gereja di masa kecil saya. Di atas piano gereja, masih ada satu lonceng yang biasa dibunyikan Brother Justice untuk memberitahukan kepada kami bahwa waktu pendalaman Alkitab akan segera berakhir. Ketahanan lonceng itu telah teruji oleh waktu. Meski Brother Justice telah lama berpulang kepada Tuhan, kesetiaannya masih dikenang oleh banyak orang.

Dipakai oleh Allah

Ketika guru sekolah anak saya meminta saya untuk melayani sebagai pendamping dalam sebuah kamp, saya merasa ragu. Bagaimana saya bisa menjadi panutan bagi anak-anak dengan banyaknya kesalahan saya di masa lalu dan saya pun masih bergumul dengan kebiasaan-kebiasaan lama saya yang tidak baik? Allah memang menolong saya untuk mengasihi dan membesarkan anak saya, tetapi saya ragu Dia dapat memakai saya untuk melayani anak lain.

Wejangan Hikmat

Malcolm Muggeridge adalah seorang wartawan dan kritikus sosial yang terkenal dari Inggris. Ia beriman kepada Kristus pada usia 60 tahun. Di ulang tahunnya yang ke-75, ia memberikan 25 butir hasil pengamatannya yang mendalam tentang kehidupan ini. Salah satunya adalah, “Saya tak pernah bertemu seorang kaya yang bahagia, tetapi saya sangat jarang bertemu orang miskin yang tidak ingin menjadi kaya.”

Iman Seorang Janda

Hari masih sangat gelap saat Ah-pi memulai aktivitasnya. Penduduk desa lainnya juga akan segera bangun untuk pergi ke perkebunan karet. Menyadap lateks (getah pohon karet) adalah salah satu sumber penghasilan utama bagi penduduk desa Hongzhuang, China. Untuk mengumpulkan lateks sebanyak mungkin, pohon karet harus disadap sebelum fajar merekah. Ah-pi akan bergabung dengan penyadap karet lainnya, tetapi ia mengambil waktu bersekutu dengan Allah terlebih dahulu.

Amnesia

Layanan Darurat di Carlsbad, California, berhasil menyelamatkan seorang wanita dengan aksen Australia yang tidak bisa mengingat siapa dirinya. Karena menderita amnesia (hilang ingatan) dan tidak memiliki kartu identitas, wanita itu tidak bisa menyebutkan namanya atau dari mana asalnya. Diperlukan bantuan dokter dan media internasional untuk memulihkan kesehatannya, menceritakan tentang kisahnya, dan menyatukan kembali ia dengan keluarganya.

Tempat Penantian

“Menanti ikan menggigit umpan atau menanti angin untuk menerbangkan layang-layang. Atau menanti datangnya akhir minggu . . . Setiap orang sedang menanti,” begitulah dikatakan Dr. Seuss, penulis buku anak yang terkenal.