Category  |  Santapan Rohani

Mengasihi Semua Orang

Saya beribadah di sebuah gereja yang terletak di sebuah lapangan yang luas dan terbuka—komoditas yang langka di Singapura (negara pulau kami hanya memiliki panjang sekitar 40,2 km dan lebar kira-kira 24,1 km). Beberapa waktu yang lalu, para pekerja dari mancanegara mulai senang berkumpul di lahan milik gereja untuk mengadakan piknik pada hari Minggu.

Mengikuti Pimpinan-Nya

Saat masih anak-anak, saya selalu menantikan kebaktian hari Minggu sore di gereja kami. Ibadah Minggu sore terasa sangat menyenangkan, karena mimbar gereja kami sering diisi oleh para misionaris dan pembicara tamu lainnya. Isi khotbah mereka menggugah iman saya karena kerelaan mereka untuk meninggalkan keluarga dan sahabat—dan ada juga yang meninggalkan rumah, harta, dan karier—untuk pergi ke tempat-tempat yang asing dan terkadang berbahaya demi melayani Allah.

Rumah Masa Depan

Baru-baru ini seorang kawan menyiapkan diri untuk pindah ke kota yang berjarak lebih dari 1.600 km dari kota tempat tinggalnya sekarang. Ia dan suaminya berbagi tugas untuk menyesuaikan dengan tenggat yang singkat. Suaminya mengatur tempat tinggal yang baru, sedangkan ia mengepak barang-barang milik mereka. Saya terheran-heran dengan kemampuannya yang bisa pindah ke tempat baru tanpa pernah meninjau lokasinya atau ikut berburu rumah. Saya pun bertanya kepadanya bagaimana ia bisa melakukan itu. Ia mengakui itu memang sulit, tetapi ia juga mengatakan bahwa ia bisa mempercayai suaminya. Suaminya mengetahui keinginan dan kebutuhan istrinya karena telah cukup lama menjalani hidup bersama.

Mangkuk Berkat

Ketika sedang mengetik di komputer, terdengar bunyi denting tanda e-mail masuk. Biasanya saya berusaha menahan diri untuk tidak mengecek setiap e-mail, tetapi subjeknya kali ini sangat menarik perhatian saya: “Kamu sudah menjadi berkat”.

Percayalah kepada-Ku

Setelah lulus kuliah, saya mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang kecil. Uang saya sangat terbatas, dan adakalanya saya tidak punya cukup uang untuk membeli makanan. Saya belajar mempercayai Allah untuk memenuhi kebutuhan saya sehari-hari.

Gesekan Budaya

Gelombang pengungsi yang baru menetap di komunitas kami membawa pertumbuhan bagi gereja-gereja di lingkungan ini. Namun, pertumbuhan itu memunculkan tantangan tersendiri. Jemaat gereja harus belajar menyambut para pendatang itu dengan baik, sementara para pendatang itu perlu menyesuaikan diri dengan budaya, bahasa, dan cara ibadah yang baru dan berbeda. Segala perubahan itu dapat menimbulkan kecanggungan.

Ada di Mana-Mana tetapi Tiada

Seorang sahabat yang juga pernah kehilangan anak remajanya dalam kecelakaan lalu lintas menuliskan kenangan tentang putrinya, Lindsay, di sebuah koran lokal. Setelah menyebutkan banyaknya foto dan kenangan Lindsay yang ditaruhnya di seputar rumah mereka, ia menulis, “Lindsay ada di mana-mana, tetapi tiada lagi bersama kami.” Itulah ungkapan paling berkesan yang dikemukakan dalam tulisannya.

Pertemanan yang Unik

Teman-teman saya di Facebook sering mengunggah video pertemanan antarbinatang yang unik dan menarik. Baru-baru ini saya menonton video tentang anak anjing dan babi yang tak terpisahkan, pertemanan antara rusa dan kucing, serta tentang orang utan yang menjadi induk beberapa anak harimau.

Masalah dari Kecongkakan

Orang yang berhasil meraih ketenaran atau reputasi yang luar biasa di masa hidupnya sering disebut sebagai “tokoh legendaris di zamannya”. Seorang teman yang pernah menjadi pemain bisbol profesional berkata bahwa ia bertemu banyak orang di dunia olahraga yang hanya menjadi “tokoh legendaris di pikirannya sendiri”. Kesombongan memang dapat menyimpangkan cara kita memandang diri kita sendiri, sedangkan kerendahan hati akan membuat kita memandang diri sendiri secara realistis.